TIMBANGAN PAHALA SHALAWAT

"AKU BERADA DISEBELAH KIRI ARSY SUPAYA AKU DAPAT MELIHAT UMATKU YANG AKAN DIMASUKKAN KEDALAM NERAKA DAN KEMUDIAN AKU BERIKAN SYAFA'AT KEPADANYA".

timbangan pahala bacaan shalawat
Rasulullah SAW bersabda :
"Ketahuilah, bahwa Mimbarnya Nabi Ibrahim As, berada disebelah kanan Arsy dan mimbarku disebelah kiri Arsy".

Maka para sahabat bertanya :
"Wahai Rasulullah, engkau lebih utama dari Nabi Ibrahim As, Kenapa engkau ditempatkan disebelah kiri Arsy, sedangkan Nabi Ibrahim As disebelah kanan Arsy..?".

Rasulullah SAW menjawab :
"Jalan ke Surga berada disebelah kanan Arsy, sedangkan jalan menuju Neraka berada disebelah kiri Arsy. Aku berada disebelah kiri, supaya aku dapat melihat Umatku yang akan dimasukkan ke Neraka dan kemudian aku berikan Syafa'at kepadanya".

"Ketika aku berada di Mimbarku, aku mendengar suara dari Umatku berteriak-teriak seraya berkata : "Pahalaku sedikit dan dosaku banyak!".

"Lalu aku berkata kepada Malaikat penjaga Neraka : "Jangan masukkan dia ke Neraka!".

Malaikat menjawab : "Aku adalah Malaikat yang melaksanakan apa saja yang di perintahkan Allah Swt".

Maka Rasulullah SAW turun dari mimbarnya dan Sujud satu kali di hadapan Allah SWT. Kemudian Allah Swt memerintahkan kepada Malaikat untuk tidak memasukkan orang tersebut kedalam Neraka karena sujudnya Rasulullah SAW.

"Aku perintahkan kepada Malaikat untuk menimbang kembali amalnya, serta aku berikan padanya pahala Shalawat atasku yang sedikit pada timbangannya. Maka bertambahlah pahalanya dan berkuranglah dosanya".

Kemudian orang itu memegang Rasulullah SAW erat-erat, sambil berkata : "Siapakah engkau, yang telah menolongku dari siksa yang dahsyat..?".

Maka Rasulullah SAW bertanya : "Apakah engkau tidak mengenalku. Ketahuilah, aku ini Nabimu dan Penolongmu, aku adalah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam".

Demikianlah kasih sayangnya Rasulullah SAW kepada umatnya.

Insya Allah, kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang cinta dan senantiasa bershalawat kepada Rasulullaah SAW. Aamiin.

Kutipan dari : "Menguak Mutiara Terpendam".
Oleh : Al-Habib Lutfi bin Yahya.
Alih bahasa oleh : Al-Habib Umar Muhsin Alattas.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIMU TASLIMAA

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar