DUTA PENJAWAB SHALAWAT NABI

BERTEMU RASUL YANG SEBENARNYA MENURUT ULAMA SUFI DAN UCAPAN JAWABAN RASULULLAH KETIKA MENERIMA SHOLAWAT DAN SALAM DARI MALAIKAT DAN UMATNYA

Post ini bukan sebuah pengijazahan melainkan hanya sebatas wawasan pengetahuan saja.

duta penjawab shalawat Rasulullah
Sum'ah yaitu memperdengar-dengarkan perihal pengalaman yang dialaminya supaya mendapat pengakuan dan pujian dari orang lain. Langsung saja deh saya mulai ulasan-Nya.

Suatu waktu sebelum saya ribath disebuah tarekat sufi, diri saya pernah dianugerahi oleh Allah selama dalam beberapa lama. Allah mengizinkan diri saya diberi kesempatan untuk bertemu dengan Rasulullah SAW dalam setiap harinya. Sebab musababnya pastinya dengan barokah sering membaca sholawat.

Dahulu saya biasa mendisiplinkan diri untuk bersholawat sebanyak mungkin setiap harinya dalam waktu yang cukup agak lama, dan setelah diri saya beberapa lama ribath disebuah tarekat sufi. Kebetulan sekali pada saat itu sedang ada mubahasah tentang Nur Muhammad.

Setelah selesai mubahasah, diri saya mengajukan permohonan izin untuk menghadap kepada mursyid saya untuk membahas perihal pengalaman ruhani saya bertemu dengan Rasululloh SAW dan dijawab oleh mursyid saya.

Mursyid: Yang namanya bertemu dengan Rasululloh adalah bukan diluar diri, tapi didalam diri, kalau kamu bertemu RasulullohNya diluar diri, pasti kamu akan jauh dari mensifati sifat rasul. Rasul yang kamu temui diluar dirimu itu bukan rasul yang sebenarnya yang dari Nur Muhammad. Rasul yang dari Nur Muhammad itu ada didalam dirimu.

Saya: (dalam batin saya berkata: "ah belum tentu guru mengalami hal sama yang sepertiku").
dan dikatakan lagi oleh mursyidku.

Mursyid: Perlu kamu ketahui, bertemu rasul yang sebenarnya adalah bukan dengan sosok tapi dengan sifat, arti dari bertemu dengan sifat yaitu hendaknya dirimu istigroq atau menenggelamkan diri di kepribadian Rasululloh atau lebur diri di totalitas kepribadian Rasululloh SAW, dan bisa juga dengan cara bertasyabuh artinya pribadi dirimu diserupakan total dengan pribadi Rasululloh SAW. Jadi yang kamu temui itu bukan Rasululloh yang sebenarnya, yang kamu temui itu adalah rasul ciptaan pikiranmu dan ciptaan perasaanmu saja.

Jawaban mursyid pada waktu itu belum bisa kucerna dan belum bisa kuterima dengan baik bahkan ada sedikit perasaan kesal dihati seraya bergumam diri: "bagaimana mungkin, kan sudah jelas ada hadistnya, mungkin guru hanya iri kepadaku, iri apa yang Allah anugerahkan padaku".

Setelah bergumam diri, mursyid berkata lagi padaku, seolah mengerti apa yang telah terjadi didalam benakku.

Mursyid: Janganlah dirimu mengenal rasulnya terhenti bertemu pada sosoknya saja, dan bila demikian, kamu akan jauh dari meneladani sifat sifat rasul dan juga akan ada suatu penyakit yang tidak kamu ketahui yang ada didalam dirimu, yaitu pernyataan tidak bersuara berupa pengakuan yang mengakui bahwa dirimu adalah orang yang istimewa, dirimu adalah orang suci dan dirimu adalah orang pilihan, bahkan pengakuan pernyatan diri bahwa dirimu telah dekat dengan Allah dan rasulNya. Sekarang kutanya kepadamu, jika memang sosok yang kamu temui itu memang rasul, adakah atsar rasul didirimu.

Saya: Maksudnya,bagaimana guru..? (tanyaku)

Mursyid: Sudahkah kamu sholat qiyamul lail sampai kakimu bengkak, sudahkah kamu mewarisi sedikit akhlaknya, sudahkah ada pada dirimu kesabaran, keikhlasan dan keistiqomahan.

Saya: Belum, guru (sahutku padanya, dengan diliputi pembawaan perasaan menyesal karena telah tergesa-gesa menghukumi sendiri perihal pengalaman ruhaniku)

Mursyid: Ketahuilah olehmu, yang namanya bertemu rasul yang sudah benar adalah seperti tuan Syekh Abdul Qodir Jaylani salah satunya, didalam kitab manaqib diceritakan, anak tuan syekh bertanya kepada tuan syekh dengan mengatakan:..."Ya ayahanda kulihat pada dirimu nyata jelas seperti Rasululloh, badanmu tidak dihinggapi lalat dan beraroma wangi"

Lantas dijawab oleh tuan syekh: "Yang kamu temui didiriku itu bukan diriku. Tapi datuk moyangmu"

Apakah badanmu sudah tidak dihinggapi lalat dan beraroma wangi biar pun tidak memakai parfum.

Saya: Jauh sekali guru (jawabku)

Keterangan :
Datuk moyangmu maksudnya adalah Rasulullah SAW, dan dikatakan lagi oleh mursyidku.

Mursyid: Apakah kamu mengetahui tahu asror yang terkandung dari kisah tuan syekh tersebut.

Saya: Tidak guru (jawabku)

Mursyid: Asrornya adalah kita semua diharapkan untuk bisa mengikuti seperti tuan syekh untuk fana fi Rasulillah atau melebur diri ditotalitas kepribadian Rasululloh.

dan dikatakan lagi oleh mursyidku.

Mursyid: Jadi, ingatlah baik baik, temuilah rasulmu itu didalam dirimu (sifat), bukan diluar dirimu sosok). Rasul didalam dirimu itu mempunyai beberapa sifat. Apakah beberapa sifat itu sudah kamu temukan didalam dirimu.

Saya: Belum, jawabku

Mursyid: Beberapa sifat itu adalah

yang pertama: "KHULUQIN AZHIM", sudahkah ada pada dirimu.

jawabku: Belum.

yang kedua "USWATUN HASANAH", sudahkah ada pada dirimu.

jawabku: Belum.

Yang ketiga "SHIDIQ", sudahkah ada pada dirimu.

jawabku: Belum.

Yang keempat "AMANAH", sudahkah ada pada dirimu dan seterusnya.

Bila telah nyata jelas beberapa sifat rasul pada dirimu, berarti kamu sudah bertemu dengan rasul yang sebenarnya.

dan dikatakan lagi

Mursyid: Bukankah dalam suatu hadist Rasulullah pernah bersabda demikian, belum sempurna iman kalian hingga diriku (Rasulullah) lebih dicintai olehnya dari ayah ibunya dan manusia seluruhnya.

Sekarang kalimatnya dipersempit lagi menjadi demikian, belum sempurna iman kalian hingga diriku lebih dicintai olehnya, maksudnya adalah jika dirimu benar-benar mencintai Rasulullah maka seharusnya hanya sifat-sifatnya Rasulullah yang harus ada pada dirimu bukan malah sifat-sifatnya dirimu. Jika yang ada pada dirimu adalah sifat-sifat dirimu, itu namanya kamu masih mencintai dirimu sendiri bukan mencintai Rasulullah, jadi bertemu rasul yang benar adalah telah nyata jelas sifat Rasulullah pada dirimu, itulah yang dinamakan bertemu rasul.

Saya: Ya, guru...(jawabku dengan terbengong-bengong yang disertai perasaan menyesal yang mendalam).

Uraian selanjutnya adalah, telah kita ketahui bersama bahwasanya para malaikat senantiasa bersholawat kepada nabi begitu juga makhluk yang selain malaikat, tidak luput dan turut pula kita pun diperintahkan hal yang sama agar supaya bersholawat kepada nabi.

Sholawat kepada nabi ada banyak macam ragam jenis dalam hal bacaannya, yang kesemua itu adalah bagian upaya sebagai bentuk kecintaan kepada nabi, dalam hal ini saya tidak akan membahas mengenai keragaman jenis sholawat yang telah ada itu, akan tetapi saya akan membahas mengenai jawaban balasan ucapan Rasulullah SAW ketika menerima sholawat dan salam dari malaikat dan umatnya.

Bagaimana dan seperti apa sih ucapan jawaban balasan Rasulullah SAW ketika menerima sholawat dan salam dari malaikat dan umatnya itu...???

Tidak kah kita menginginkan mencari tahu terhadap hal itu...???

Adalah sungguh suatu kenikmatan tersendiri bila kita telah mengetahui jawaban balasan ucapan Rasulullah SAW ketika kita bersholawat kepadanya, bila kita telah mengetahuinya maka pakai saja ucapan jawaban tersebut guna menjawab sholawatnya para malaikat kepada nabi.

Bila hal ini kita lakukan maka para malaikat akan kaget dan terpesona dengan kita, telah banyak orang yang bersholawat kepada nabi dan sangat sedikit sekali orang yang membantu nabi dalam hal menjawab sholawat salamnya para malaikat dan umatnya.

Maukah kita menjadi DUTA PENJAWAB sholawat salamnya para malaikat dan umatnya tersebut.

Bersediakah kita,....
Bersediakah kita,....
Bersediakah kita,....
Bersediakah kita menjadi duta penjawabnya beliau.

Jika kita memang bersedia maka perbanyaklah sholawat dan salam kepadanya sampai kita mengetahui ucapan jawaban beliau terhadap sholawat dan salam yang kita panjatkan kepadanya, bila kita telah mengetahuinya maka segeralah menjadi duta penjawabnya beliau, walau tanpa disuruh dan dilantik.

Lakukan dan jawablah sholawatnya para malaikat, kira-kira apa yang bakal akan terjadi ya, bila kita menjawab sholawatnya malaikat mikail, sholawatnya malaikat si anu, sholawatnya malaikat si ini, sholawatnya malaikat si itu atau sholawatnya para malaikat yang lainnya. Sepertinya bila kita melakukan hal tersebut, sepertinya sesuatu deh.....ya gitu deh.

Sudahkah kita mengetahui jawaban balasan ucapan dari Rasulullah SAW ketika menerima sholawat dan salam dari malaikat dan umatnya...???

Ucapan jawaban dari Rasulullah SAW ini sangat bagus bila dipakai buat bersholawat dalam kita bersholawat. Sedikit bocoran dari saya ya...KURSI DUTA PENJAWAB MASIH BANYAK YANG KOSONG loh.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar