KISAH KECINTAAN DAN KERINDUAN BUROQ KEPADA NABI MUHAMMAD SAW

Bouroq kendaaraan Nabi Muhammad SAW
Dikisahkan oleh Mawlana Syaikh Nazim Al-Haqqani.

Buraq atau Buroq (arab: البُرَاقُ) termasuk binatang ghaib, yang tidak akan pernah kita jumpai di alam ini. Sementara Rasulullah SAW pernah menaikinya ketika isra mi’raj, itu bagian dari keistimewaan dan mukjizat beliau dari Allah SWT, yang tentu saja tidak mungkin bisa ditiru orang lain.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an :
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا
"Dialah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, dan Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya Dia Mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya". (QS. Al-Jin: 26-27).

Mengingat ini masalah ghaib, sikap yang harus kita kedepankan adalah mengikuti dan meyakini apa yang disebutkan dalam dalil. Artinya, kita hanya boleh meyakini sesuai informasi yang shahih dari Nabi SAW.

Diantara bentuk dan sifat buraq yang disebutkan dalam hadis shahih,
1. Bentuknya seperti binatang tunggangan
2. Ukurannya lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal. (Bighal adalah peranakan hasil perkawinan antara kuda dengan keledai),
3. Berwarna putih.
4. Langkah kakinya, sejauh ujung pandangannya.
5. Bisa diikat sebagaimana layaknya hewan tunggangan.


Diantara hadits yang menceritakan sifat-sifat di atas.
a. Hadis dari Malik bin Sha'ah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kejadian isra mi’raj. Salah satu cuplikan kisahnya,
وَأُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، دُونَ البَغْلِ وَفَوْقَ الحِمَارِ: البُرَاقُ
"Dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai. Yaitu buraq". (HR. Bukhari 3207)

b. Hadits dari Malik, Rasulullah SAW bersabda,
ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، يُقَالُ لَهُ: الْبُرَاقُ، فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَقَعُ خَطْوُهُ عِنْدَ أَقْصَى طَرْفِهِ، فَحُمِلْتُ عَلَيْه
"Kemudian dibawakan kepadaku seekor hewan tunggangan putih, namanya Buraq. Lebih tinggi dari pada keledai dan lebih pendek dari bighal. Satu langkah kakinya di ujung pandangannya. Lalu aku dinaikkan di atasnya". (HR. Ahmad 17835, Muslim 164, dan yang lainnya).

c. Sesampainya Nabi SAW di masjidil aqsha, beliau mengikat Buraqnya di tempat yang biasa digunakan para nabi untuk mengikat tunggangannya. Beliau mengatakan :
فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ
"Aku mengikat Buraq di salah satu pintu masjid baitul maqdis, tepat dimana para nabi mengikatkan hewan tunggangan mereka". (HR. Muslim no. 162, Abu Ya’la dalam musnadnya 3375).

Dikisahkan dalam suatu riwayat :
Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril as agar pergi ke surga yang disebut "Jannat al-Buraq", Surga tempat para Buraq dan membawa satu Buraq untuk membawa Nabi SAW dalam perjalanan Isra Mi’raj.

Surga itu dipenuhi Buraq dan dia harus memilih satu Buraq. Ketika dia sedang mencari Buraq ini. Malaikat Jibril as bingung mana yang harus dipilih, karena mereka semua terlihat sama, dan mereka semua sedang bershalawat atas Nabi SAW.

Sebagaimana Allah memerintahkan dalam ayat suci Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS. Al-Ahzab/33: 56)

Jadi Buraq sebenarnya adalah malaikat dalam bentuk Buraq, sehingga mereka pun senantiasa mengucapkan shalawat kepada Nabi SAW. Malaikat Jibril as melihat seluruh Buraq, dan ia melihat satu Buraq duduk menyendiri menjauh dari yang lain. Buraq itu menangis, dan menangis, dari tangisannya terbentuk sungai mutiara yang indah yang mengalir deras dari matanya yang merupakan tangisan cinta dan kerinduan.

Malaikat Jibril as pergi mendekati Buraq itu dan berkata, “Semua Buraq lain bershalawat memuji Nabi SAW dengan gembira, tetapi mengapa kau disini sendirian menangis, apa yang membuat kau menangis..?,

Buraq itu berkata: “Ketika Allah menciptakan Buraq dan memberi tahu kami bahwa salah satu dari kami akan membawa Nabi Muhammad SAW, maka semenjak hari itu aku menangis tak pernah berhenti.

"Aku berkata, Ya Allah hatiku terbakar karena cintaku kepada Nabi SAW, dan aku memohon kepada-Mu untuk menjadi Buraq yang membawa Nabi Muhammad saw ke surgaMu".


"Maka sejak hari itu aku menangis terus menerus dengan rasa cinta dan kerinduan yang amat sangat kepada Nabi Muhammad SAW".

Malaikat Jibril as mengatakan: "Kalau begitu kaulah yang aku pilih untuk membawa Nabi Muhammad SAW".
Dan Syaikh Muhyidin ibnu Arabi R.a mengatakan : "Pada saat itu pula air mata Buraq itu berhenti menangis karena rasa bahagia bahwa ia akan membawa Sayyidina Muhammad SAW. Inilah buah yang manis dari tangisan karena cinta dan kerinduan kepada Nabi SAW".

BUATLAH MATAMU MENANGIS KARENA CINTA
=========================================
Wahai SaudaraKu, Buka mata kalian. Apakah kalian ingin melihat Nabi Muhammad SAW..?.

Jika kalian ingin melihat Nabi SAW maka buatlah mata kalian menangis karena kerinduan kepada Nabi SAW dan itu sudah cukup bagi Allah untuk menunjukkan kepada kalian untuk dapat melihat Nabi Muhammad SAW.

Dimalam hari ketika setiap orang telah tertidur, duduklah di sudut ruangan yang gelap, dalam kegelapan tanpa cahaya, kemudian bershalawat bagi Nabi Muhammad SAW dan katakan:

"Ya Sayyidii Ya Rasuluullah inni uhibuk.
Ya Rasulullah adrikni, Salamu alauk Ya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam. 

Nazhro Ya Rasulullaah adrikna Ya Rasulullah, unzhur alayna ya Rasulullah".

"Pandanglah kami Yaa Rasulullah, angkatlah penderitaan kami, peganglah tangan kami, nazhron minka ya Rasulullah tutahhiru bihaa qulubaana, adrikna ya Rasulullah Ya Sayyid al-Bashar Ya Habiballaah”.

Dengan Doa ini Anda akan merasakan kehadirannya, kalian akan merasakan sesuatu. Dan kemudian menangislah dan menangislah terus menerus sepanjang malam sampai sungai air mata keluar dari mata kalian.

Ketika kalian bisa menangis karena cinta, maka itulah tanda bahwa Sayyidina Muhammad SAW sedang melihatmu. Begitu air mata kalian keluar, maka itu berarti Nabi SAW sedang melihat kalian.

Sebagaimana Nabi SAW berkata : “Aku melihat ummatKu apa yang mereka lakukan, aku mengamati mereka”.

Semoga kita semua ummat Rasulullaah SAW yang mendapatkan kecintaan dan Syafaat beliau di Yaumul Qiyamah, Aamiin yaa robbal aalamiin.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar