DOA KERAMAT IBU SANGAT MUSTAJAB BAGI ANAKNYA, MINTALAH DOA DAN RIDHONYA DARI KERAMAT HIDUPMU

doa keramat seorang ibu
DOA seorang IBU adalah doa yang selalu dinantikan seorang anak dan doa seorang IBU adalah doa yang MUSTAJABAH. Karena seorang ibu memiliki banyak sekali keutamaan dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadits nabi SAW yang tentunya ALLAH Swt mengangkat derajat tinggi seorang IBU yang telah berjuang keras dan berjihad untuk membesarkan anak-anaknya dengan ilmu dan kasih sayang.

Akan tetapi ada hal yang berbeda dengan Doa dari seorang ibu. Doa ibu tentu saja berbeda dengan doa yang dipanjatkan oleh orang lain yang bukan merupakan orang tua kandung atau bagian terpenting dalam hidup kita. Dimana hal ini sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadist bahwa, Rasulullaah SAW bersabda:
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi (kemakbulannya), yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Daud)

Untuk itu, sangat logis dan rasional jika seorang anak diminta untuk selalu berbakti kepada orang tuanya dan memberikan yang terbaik untuk orang tua yang telah membesarkannya, karena orang tua khususnya ibu telah berjasa besar untuk diri kita sehingga bisa memiliki kedewasaan hingga kini.

Didalam Al-Qur'an dan informasi dari hadist banyak dijelaskan mengenai keutamaan orang tua khususnya ibu. Keutamaan-keutamaan inilah yang membuat doa seorang ibu menjadi doa mujarab dan doa yang memiliki keistimewaan.

Untuk mendapatkan doa seorang ibu, tentu saja kita harus membuat agar ibu kita benar-benar mendoakan yang terbaik dan berasal dari perasaan yang paling mendalam dari lubuk hatinya. Jangan sampai kita membuat ibu kita berdoa dengan hal keburukan atau mengatakan hal yang buruk pada diri kita.

Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW telah mengajarkan banyak hal tentang keutamaan seorang Ibu, keutamaan inilah yang harus dipahami dan kita ambil hikmahnya.

1). MERAWAT ANAK SEJAK DALAM KANDUNGAN
Allah SWT berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗ حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوْنَ شَهْرًا ۗ حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰٮهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ ۚ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim." (QS. Al-Ahqaf: Ayat 15).

Allah Swt memerintahkan manusia untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua khususnya ibu yang telah mengandung. Mengandung selama 9 bulan, memberikan Asi, dan membesarkan seorang anak bukanlah hal yang mudah melainkan membutuhkan banyak pengorbanan dan perjuangan yang besar. Untuk itu, betapa kita seorang anak yang durhaka dan berdosa ketika tidak menghiraukan ibu apalagi berbuat baik terhadap ibu.

Untuk itu, kewajiban seorang anak agar mendapat doa yang terbaik dari ibu adalah senantiasa mendoakan kebaikan pula dan menyenangkan hati ibu-nya agar merasakan kebahagiaan. Tentu hal ini akan memberikan dampak yang baik bagi keluarga.
Telah Melahirkan AnakNya.

Didalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembaliMu."
(QS. Luqman: Ayat 14)

IBU telah melahirkan anak-anaknya dengan susah payah dan memberikan ASI selama 2 tahun. Hal ini disampaikan oleh Allah bahwa kita wajib untuk berbuat baik dan tidak menyia-nyiakan orang tua selagi masih ada di dunia. Doa seorang ibu yang memiliki keistimewaan ini membuat kita tentunya akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Untuk itu, sangat mahal doa seorang ibu, khususnya ibu yang benar-benar memberikan kita pendidikan terbaik.

2). KATA IBU DISEBUT 3 KALI OLEH RASULULLAH SAW
Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu anhu, beliau berkata: “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali..?’

Nabi shalallaahu alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi..?’

Nabi shalallaahu alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi..?’

Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali,

‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu'. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibu memang memiliki keutamaan yang berkali lipat sebagaimana Rasulullah SAW menyebut namanya sebanyak 3 kali, baru kemudian ayah. Hal ini menunjukkan bahwa ibu benar-benar memiliki keutamaan yang luar biasa dan membuat kita bisa mendapatkan DOA terbaiknya yang mustajab dihadapan Allah SWT.

Untuk itu, mendapatkan DOA terbaik seorang IBU hendaknya kita memanjatkan terus doa untuknya, berbuat yang menyenangkan hatinya serta tidak menyakiti hati seorang ibu.

Banyak sekali orang-orang yang sering kali melupakan seorang IBU saat dirinya sudah sukses dan berkembang pesat. Padahal, dibalik kesuksesan diri kita ada seorang ibu yang benar-benar sangat mendukung dan memberikan banyak pengorbanan untuk kita.

SEBUAH KISAH NYATA, MUSTAJABNYA DO'A SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA
=====================================================================
Ingatkah anda dari kisah Syekh Abdurraham As-Sudais, seorang Imam besar Masjidil Haramain di Mekkah Arab Saudi, dimana ketika Syekh Abdurrahman As-Sudais semasa kecilnya seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang IBU sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.

Tatkala sang IBU masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, "idzhab ja'alakallahu imaaman lil haramain," (Pergi kamu...! Biar kamu jadi imam di Haramain...!")

Dan Subhanallah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram. Dan tahukah kalian, Siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu...??

Beliau adalah Syeikh Abdurrahman As-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

Ini adalah teladan bagi para ibu, calon ibu, ataupun orang tua, hendaklah selalu mendoakan KEBAIKAN untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu DOA yang tak terhalang adalah DOA ORANG TUA untuk anak-anaknya.

Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.

Rasullaah SAW bersabda :
"Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu. Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian..." (HR. Abu Dawud).

DOA IBUMU LEBIH MULIA DARI ULAMA BESAR SEKALIPUN
==================================================
Sekedar renungan untuk kita semua, Di Hadromaut (Yaman), Setiap orang yang datang menghadap Sulthanul ulama wal ilmi Al Habib Salim Asy-Syathiri atau Habaib Sepuh yang Alim di Tarim untuk minta di doakan, selalu mendapat pertanyaan yang sama :

"Apakah kamu masih memiliki permata (Ibu) di rumahMu...??", Jika jawabannya, Masih.

Maka beliau dengan halus mengatakan :
"Tahukah kamu, bahwa Doa ibu untukmu, lebih mulia dan Makbul dari pada Doa seorang Wali Besar sekalipun..?".

Ketika Al-Habib Umar Bin Hafidz dan abangnya Al-Habib Ali Masyhur Bin Hafidz masih bayi dan sering menangis, Ibunda mereka Hubabah Zahra, akan memeluk dan membelai anak anaknya sambil mengusap kepala mereka.

Kepada Al-Habib Ali Masyhur, beliau sering berbisik: "Mufti, Mufti", dan sekarang Al-Habib Ali Masyhur telah menjadi Mufti Yaman.

Kepada Habib Umar sang ibu selalu berdoa: "Da’i, Da’i", dan kini Al-Habib Umar telah menjelma menjadi seorang Da’i Islam terkenal di zaman ini.

Rasulullaah ﷺ bersabda :
"Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia". (HR. At-Tirmidzi).

Saudaraku, IBU adalah PINTU SURGA bagi anak-anaknya, dan AYAH adalah jembatan menuju kepadaNya.

AIR SUSU IBU yang kita minum adalah saripati makanan hasil Jerih payah keringat seorang Ayah yang mencari nafkah untuk keluargaNya, karena itu Muliakan mereka berdua bila mereka masih hidup.

Mau keluar rumah, Jangan lupa untuk mencium tangan IBU dan AYAH-MU agar mendapatkan KERIDHOANNYA. Ingatlah, ketika kita masih kecil, kita selalu dipeluk dan diciumnya.

Bila kita sudah bekerja dan berkeluarga, atau tak tinggal serumah lagi denganNya, sering-seringlah mengunjunginya. Bila tidak memungkinkan, Telponlah, agar beliau senang dan ridho, atas seluruh jerih payah dan setiap tetesan susu yang telah menjadi darah daging kita.

Setidaknya, berikanlah hadiah berupa barang atau uang setiap bulannya untuk menyenangkan hatinya.

Bila orang tua anda sudah kembali berpulang ke Rahmatullah, Kirimkanlah hadiah Al-Fatihah dan Doa untuknya, Bila anda mempunyai rezeki lebih bersedekahlah dan niatkan pahala sedekah tersebut untukNya.

Banyak minta Doa Kepada Habib/Kyai lupa dengan Minta Doa "KERAMAT" kita sendiri yang ada di rumah!

Guru mulia kita bersama Al-Habib Salim Bin Abdullah as-syatiri berpesan :
"... Wajib hukumnya berbakti kepada kedua orang tua, berapa banyak mereka lupa untuk mencium tangan kedua orang tuanya, berapa banyak kita minta di Do'akan (Bib minta di doakan airnya bib). Kita lupa air (do'a) yang mujarab adalah air ORANG TUA kita sendiri..."

"Du'a ul waalidi li waladihi, ka du'ainnabi li ummatihi" (Al-Hadits)
"Doanya orang tua terhadap anak-anaknya, seperti doa Sang Nabi kepada Ummatnya" (Al-Hadits)

Adalah menjadi kebiasaan Al-Imam Ali bin Muhammad Al-Habsyi, selesai menuntut ILMU dari Al-Habib Abubakar bin Abdullah Al-Athas, beliau menjumpai orang tuanya (Ibundanya), lalu memohon kepada bundanya untuk mengangkat tangannya ke langit, memohon di doakan agar seperti Gurunya (Al-Habib Abubakar) menjadi Alim, Adiib, Sholeh dan seterusnya.

Demikianlah ORANG TUA, meskipun tidak terlihat Sholeh, tetapi bagi seorang anak LISAN dan HATI mereka adalah KERAMAT bagi buah hatinya.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHI WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM, ROBBIGHFIRLII WALI WALIDAYYA WARHAMHUMMA KAMAA ROBBAYANII SHOGHIRO

Semoga ALLAH SWT Meridhoi kita dan keluarga tercinta kita. Aamiin yaa robbal aalamiin.
doa ibumu lebih mulia dari seorang ulama besar sekalipun

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar