BINGUNGNYA PARA MALAIKAT PENCATAT AMAL

bingungnya malaikat pencatat amal
Sahabatku, Marilah kita selalu meningkatkan Taqwa kita kepada Allah SWT, seraya merenungi segala ciptaanNya, mentadaburi ayat-ayatNya. Dengan demikian, kita bisa memahami keagungan dan kekuasaanNya.

Sering kita menjumpai berbagai tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla, yang DIA ciptakan di langit dan di bumi dan di antara keduanya, semua itu tidak diciptakan dengan sia-sia, tetapi mengandung tujuan, yaitu untuk kemashlahatan makhluk-makhlukNya, sebagai sarana beribadah kepada Allah SWT, sekaligus membuktikan tentang keesaanNya.

Munculnya berbagai fenomena alam, keindahan panorama alam ciptaanNya yg sering anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah bukti kekuasaan Allah SWT, selayakNya kita sebagai hambanya yang beriman ketika melihat hal tersebut senantiasa memuji kebesaranNya.

Allah SWT berfirman :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali-Imran/3:190-191).

Yang dimaksud dengan merenungi ayat-ayat Allah ialah melihatnya, merenungi manfaat-manfaatnya, sehingga menghasilkan sebuah keyakinan yang mendalam bahwa hanya Allah SWT saja TUHAN satu-satunya yang menciptakan semua itu.

Dia-lah satu-satunya ilah yang berhak untuk disembah. Dia-lah satu-satunya ilah yang berhak ditakuti, ditaati, dan hanya Dia yang kita jadikan sebagai petunjuk, sebagai bukti keagungan dan kekuasaanNya. Dia tidak menciptakan semua itu dengan sia-sia.

Allah SWT juga berfirman :
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
"Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka". (QS. Shad :27).

Diceritakan suatu ketika ada seorang Arab badui ditanya: “Bagaimana engkau bisa mengenal Tuhanmu..?”
Dia pun menjawab: “Telapak kaki, menunjukkan adanya orang yang berjalan. Kotoran, menunjukkan adanya unta. Bukankah alam raya ini menunjukkan ada penciptanya yang Maha Perkasa lagi Maha Agung..?”


إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
"Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy, Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam". (QS. Al-A’raf:54).

Untuk itu sahabatKu, marilah kita selalu mengingat dan memuji Allah Swt disetiap waktu dan keadaan baik dijalan atau dimanapun kalian berada, dimana hal tersebut sangat baik dilakukan dan bisa membuahkan PAHALA untuk kita mengingat Allah SWT.

Seperti layaknya kalian bila mendengar nama Rasulullaah SAW disebut, sudah sepatutnya kalian mengucapkan Shalawat atas Nabi SAW.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar R.a bahwa Rasulullaah SAW bersabda :

"Terdapat sebagian hamba Allah yang mengucapkan:
يَارَبِّ، لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
YAA ROBBI LAKAL HAMDU KAMAA YANBAGHII LI-JALAALI WAJHIKA WA AZHIIMI SULTHOONIK
"Wahai RabbKu, BagiMu segala puji, yang sesuai dengan keagungan WajahMu dan besarnya kuasaMu."

Untaian pujian itu membuat dua malaikat pencatat amal merasa kesulitan, yang sehingga memaksa mereka berdua naik ke atas langit.

Sesampainya dilangit mereka berdua berkata :
"Wahai Tuhan kami, sesungguhnya hambaMu itu mengucapkan sebuah ucapan yang kami tidak mengerti bagaimana cara mencatatnya..?"

Allah SWT berfirman :
"(Memangnya) apa yang diucapkan hambaKu...?"

Kedua malaikat itu menjawab : "Sesungguhnya dia berkata,
يَارَبِّ، لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
YAA ROBBI, LAKAL HAMDU KAMAA YANBAGHII LI-JALAALI WAJHIKA WA AZHIIMI SULTHOONIK

Kemudian Allah SWT berfirman :
"Catatlah ucapan itu sebagaimana hambaKu mengucapkanNya, sehingga dia berjumpa denganKu, (biar) Aku sendiri yang membalasnya." (HR. An-Nasai 2/220).

Sahabat, Mari jadikanlah kalimat tersebut selalu kita amalkan, ketika kalian melihat salah satu tanda Kebesaran Allah SWT, dan segala ciptaanNya yg tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata kita. Semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan dalam kehidupan kita kelak di yaumul qiyamah, Aamiin.

Semoga Bermanfaat.
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADI WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM.

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar