TENYATA UMUR HIDUP MANUSIA DI DUNIA HANYA 1,5 JAM BILA MENURUT WAKTU AKHIRAT

demi masa
BERAPAKAH UMUR KITA...??

TENYATA UMUR HIDUP MANUSIA DI DUNIA HANYA 1,5 JAM BILA MENURUT WAKTU AKHIRAT.


Sebenarnya berapa lama kita hidup di dunia menurut perhitungan hari di akhirat..??
(1). Demi masa
(2). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
(3). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(QS. Al-Ashr : 1-4).

Mengapa Allah SWT berfirman bahwa manusia sungguh berada dalam kerugian..?,

Pernahkah kita renungkan apa tujuan utama kita hidup di dunia dan berapa lama Allah SWT memberi kita waktu untuk mencapai tujuan tersebut..?

Jangan lupa Sobat, Allah SWT menciptakan manusia semata-mata hanya untuk beribadah kepadaNya.
"Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku" (QS. Adz Dzariyat : 56).

Apakah anda pernah membandingkan lama kehidupan di dunia dengan kehidupan akhirat..?, Pernahkah anda menghitung sebenarnya berapa lama waktu kita beribadah pada Allah SWT jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat..?.

Misalkan kita buat rata-rata umur hidup manusia di dunia adalah 63 tahun. Kemudian kita perhatikan Firman Allah SWT :
“Sesungguhnya sehari di sisi TuhanMu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj [22]:47).

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepadaNya pada satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (dan dunia pun musnah).” (QS. Al-Sajdah [32]:5).

Berdasarkan ayat di atas bahwa 1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia, sekarang mari kita hitung.
1000 tahun (dunia) = 1 hari (akhirat)
1000 tahun (dunia) = 24 jam (akhirat)
1 tahun (dunia) = 24/1000 = 0,024 jam (akhirat).

Jadi bila umur manusia rata-rata 63 tahun maka menurut waktu akhirat adalah 63 x 0,024 = 1,5 jam (akhirat)

Jadi Allah SWT memberi kita umur didunia ini rata-rata hanya 1,5 jam waktu akhirat.

Pantaslah banyak firman Allah SWT yang selalu mengingatkan kita masalah waktu seperti dalam surat Al-Ashr diatas.

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka.

Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَآءُ اِلَى اللّٰهِ ۚ وَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
"Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji." (QS. Fatir 35: Ayat 15)

Allah SWT berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ الرَّسُوْلُ بِالْحَـقِّ مِنْ رَّبِّكُمْ فَاٰمِنُوْا خَيْرًا لَّـكُمْ ۗ وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepada-Nya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa 4: Ayat 170)

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah.

Allah SWT berfirman:
وَ لِرَبِّكَ فَاصْبِرْ
"Dan karena Tuhanmu, bersabarlah." (QS. Al-Muddassir 74: Ayat 7).

Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِنَّكَ بِاَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُ
"Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun," (QS. At-Tur 52: Ayat 48)

Allah SWT berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 10).

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnahNya.

Allah SWT berfirman:
وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفْسِيْ ۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌۢ بِالسُّوْٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Yusuf 12: Ayat 53)

Allah SWT berfirman:
مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيْمَا فَرَضَ اللّٰهُ لَهٗ ۗ سُنَّةَ اللّٰهِ فِى الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۗ وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ قَدَرًا مَّقْدُوْرًا
"Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku," (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 38)

"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah.

Allah SWT berfirman:
وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗ ذٰ لِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di Surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung." (QS. At-Taubah 9: Ayat 72)

Allah SWT berfirman:
جَزَآؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ
"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." (QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 8)

Allah SWT berfirman:
لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰٮهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ ۗ وَمَن يَّفْعَلْ ذٰ لِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُـؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
"Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 114)

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti.

Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

Allah SWT berfirman:
مَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْاٰخِرَةِ نَزِدْ لَهٗ فِيْ حَرْثِهٖ ۚ وَمَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ نَّصِيْبٍ
"Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat." (QS. Asy-Syura 42: Ayat 20)

Allah SWT berfirman:
فَاٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْاٰخِرَةِ ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
"Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 148).

Allah SWT berfirman:
وَابْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 77)

Allah SWT berfirman:
قٰلَ اِنْ لَّبِثْـتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا لَّوْ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"Dia (Allah) berfirman, Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui." (QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 114).

Kemudian berapa lama waktu yang kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT..??

Kita ambil contoh dalam sehari semalam kita sholat 5 waktu x 10 menit tiap-tiap sholat, maka dalam 24 jam kita hanya menggunakan waktu untuk sholat selama 50 menit.

Bila dikalikan setahun = 50 menit x 365 = 18.250 menit, bila umur kita 63 tahun maka = 18.250 x 63
= 1.149.750 menit / 60
= 19.162 jam / 24
= 798 hari / 365
= 2 tahun

Jadi dari 63 tahun hidup kita di dunia hanya 2 tahun digunakan untuk beribadah (sholat). Bila menggunakan perhitungan akhirat = 2 x 0,024 = 0,048 jam waktu akhirat atau setara dengan 2,8 menit.

Untuk mendapatkan surga yang kekal abadi di akhirat kita hanya menggunakan waktu selama 2,8 menit untuk beribadah kepada Allah SWT, pantaskah..??

Untuk itu mari kita gunakan waktu yang sangat singkat ini untuk beribadah dan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk bekal kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Semoga Allah SWT membimbing kita menuju RidhoNya, Aamiin yaa robbal aalamiin.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM

Semoga bermanfaat

RAHASIA TERSEMBUNYI DALAM JAHE

Sebelum membahas faedah Jahe untuk kesehatan alangkah baiknya kita mentadabburi dulu firman Allah SWT berikut:
وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا
"Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe".(QS. Al-insan:17).

Allah Swt menyebut JAHE dalam firmanNya diatas tentu mengandung manfaat yang sangat baik bagi hambaNya. Untuk itu jahe nantinya akan menjadi campuran minuman bagi para penghuni surga (Semoga kita semua menjadi penghuni surga. Aamiiiin).

Baiklah sekarang marilah kita perhatikan faedah-faedah jahe yang mungkin jarang kita ketahui.
١.فاتح للشهية.
1. Meningkatkan nafsu makan

٢.يساعد على ازالة التهابات المعدة.
2. Membantu menghilangkan infeksi lambung

٣. ينشط الكبد عن طريق مادة الكبريت الموجودة فى الزنجبيل, ويطرد السموم , ويساعد على بناء الدم.
3. Mengaktifkan kerja hati dengan belerang yang terdapat pada jahe, juga menghilangkan racun, dan membantu dalam memproduksi darah.

 ٤. مضاد للغثيان والدوار.
4. Melawan rasa mual dan pusing.

٥. يساعد على علاج القولون او التخفيف من امراضه, لانه يوازن البكتيريا الموجودة فى القولون التى تسبب المرض
5. Membantu dalam mengobati penyakit kolon/usus besar atau dapat meringankan penyakit kolon, karena jahe menyeimbangkan bakteri yang terdapat pada kolon yang menyebabkan penyakit tersebut.

٦. يساعد فى علاج مرض الشقيقة ( نصف الرأس)
6. Membantu mengobati migrain

٧. يزيد من نسبة المناعة فى الجسم , لانه يوجد فى الزنجبيل
7. Menambah kadar imunitas dalam tubuh, karena faedah ini terdapat pada jahe

٨. يساعد على تقوية الذاكرة ويقلل من ضعفها
8. Membantu menguatkan ingatan dan memperkecil kelemahannya

٩. يساعد على علاج العيون ( مثل الماء الازرق والابيض)
9. Membantu mengobati penyakit mata

١٠.يعالج امراض الربو و الجهاز التنفسى
10. Membantu menyembuhkan penyakit asma dan saluran pernafasan.

١١. مركب مضاد مفيد للجسم ويعالج مرض الزكام و البرد
11. Senyawa yang bermanfaat bagi tubuh dan mengobati pilek dan menghangatkan tubuh

١٢.يساعد على علاج امراض الجهاز التناسلى
12. Membantu mengobati penyakit sistem reproduksi

١٣. يمنع من تجمد الاطراف خاصة فى المناطق الباردة
13. Menghindari pembekuan ujung kaki dan tangan akibat cuaca didaerah dingin

١٤.يعالج امراض المفاصل
14. Mengobati penyakit persendian

١٥. يعالج او يقلل من مرض النقرص ( داء الملوك)
15. Menyembuhkan atau meringankan penyakit encok

١٦. يساعد على علاج ( عرج النسا) , الام التى تصاحب الدسك
16. Membantu mengobati pegal linu

١٧. يمنع تجلط الدم فى الاوعية الدموية و بذلك
يساعد على توسعة الاوعية وهذا مفيد جدا لمرض ضغط الدم ومرض تجلط الدم وايضا يساعد على زيادة القدرة الجنسية

17. Dapat mencegah membekunya darah di pembuluh darah, dan itu bermanfaat sekali bagi orang yang memiliki penyakit darah tinggi, dan penyakit membekunya darah, juga jahe dapat meningkatkan kemampuan seksual.

١٨. اذا مزجت ملعقة صغيرة مع الحليب يكون مركب مفيد جدا , لانه يساعد الجسم على هضم اللكتوز الموجود فى الحليب
18. Bila satu sendok kecil jahe di campurkan dengan susu, maka campuran ini akan menjadi senyawa yang sangat bermanfaat untuk membantu tubuh dalam mencerna laktosa yang terdapat pada susu.

Catatan:
Laktosa adalah bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa ada di dalam kandungan susu, dan merupakan 2-8 persen bobot susu keseluruhan.

Berikut beberapa cara membuat air jahe:
Kupas kulit jahe lalu iris dengan ketebalan sekira 1¼ inci. Masukkan irisan jahe lalu tempatkan dalam sebuah panci kecil, tambahkan air sesuai keinginan. Letakkan panci di atas kompor dan biarkan mendidih. Saring air jahe ke dalam gelas. Tambahkan 4 sdm madu, aduk rata lalu tutup air jahe dengan selembar tisu. Biarkan hingga dingin.


jahe sangat baik untuk lambung
SEMOGA BERMANFAAT
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM

DOA YANG SERBA MENCAKUP SEGALA DOA


Abu Umamah R.a bercerita bahwa Rasulullah SAW banyak berdoa tapi kami sedikitpun tak ada yang hafal. Lalu aku berkata, “Ya Rasulullah engkau memanjatkan banyak doa tapi tak ada satu pun yang dapat kami hafal.”
Beliau Nabi SAW berkata, “Maukah kutunjukkan satu doa yang mencakup semua doa itu..?


Abu Umamah R.a bercerita bahwa Rasulullah SAW banyak berdoa tapi kami sedikitpun tak ada yang hafal. Lalu aku berkata : “Ya Rasulullah engkau memanjatkan banyak doa tapi tak ada satu pun yang dapat kami hafal.”

Beliau Nabi SAW berkata, “Maukah kutunjukkan satu doa yang mencakup semua doa itu..?  
Katakanlah :
Allohumma innaa nas-aluka min khoiri maa sa-alaka minhu nabiyyuka Muhammad shollolloohu alaihi wa sallam wa na-‘uudzu bika min syarri mas ta-‘aadzaka minhu nabiyyuka Muhammad shollol-loohu ‘alaihi wa sallam, wa antal musta-‘aan wa ‘alaikal balaaghu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

"Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohon oleh nabi-Mu Muhammad Saw, dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Nabi-Mu Muhammad Saw memohon perlindungan-Mu darinya, dan hanya Engkaulah tempat memohon pertolongan dan hanya kepada-Mu permohonan itu disampaikan, dan tak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah". (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

SEMOGA DOA TERSEBUT KITA BISA AMALKAN DALAM SETIAP DOA KITA SEHABIS SHALAT FARDHU DAN SUNNAH, AAMIIN



DAHSYATNYA MEMBACA MANAQIB

Syekh Abdul Qadir Al-Jaylani
Khabbab R.a berkata :
Kami mengeluh kepada Rasulullah SAW ketika beliau sedang berbaring di bawah bayangan Ka’bah, berbantalkan kain yang beliau miliki, lalu kami berkata:
“Tidakkah engkau memohon pertolongan untuk kami..? Tidakkah engkau mendo’akan kami..?”


Rasulullah SAW bersabda :
قَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ يُؤْخَذُ الرَّجُلُ فَيُحْفَرُ لَهُ فِي الْأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهَا فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُجْعَلُ نِصْفَيْنِ وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ مَا دُونَ لَحْمِهِ وَعَظْمِهِ فَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ
"Sungguh ada di antara orang-orang yang beriman sebelum kalian yang ditangkap, lalu digalikan tanah dan ditanam di sana, kemudian dibawakan gergaji dan diletakkan di atas kepalanya, lalu orang itu dibelah dua, daging dan urat yang berada di bawah kulit disisir dengan sisir besi, namun itu semua tidak menghalanginya dari din (agama)Nya. (HR. Bukhari).

Disamping membaca Maulid, masyarakat kita lazim membaca manaqib. Kata Manaqib adalah bentuk jamak dari "Mufrod Manqabah", yang artinya cerita kebaikan amal dan akhlak perangai terpuji seseorang.

Membaca manaqib artinya mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan riwayat hidup sosok panutan dengan tujuan untuk menjadikannya sebagai pelajaran yang baik.

Rasulullaah SAW acapkali menceritakan kisah orang-orang terdahulu yang memiliki keteguhan iman untuk meneguhkan hati para sahabat seperti dalam hadits utama di atas. Metode kisah seperti ini efektif dalam membentuk kepribadian.

Allah SWT berfirman :
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal…” (QS. Yusuf: 111).

Hal ini dikarenakan ketika kita menyebutkan riwayat hidup seseorang yang mulia maka seakan mereka kembali hidup bersama kita dengan akhlak terpuji mereka.

Tersebut sebuah hadits diriwayatkan dari As-Sakhawi :

مَنْ وَرَّخَ مُؤْمِناَ فَكَأَنمَّاَ اَحْياَهُ
"Siapa membuat riwayat hidup orang mukmin (yang sudah meninggal) maka sama halnya ia menghidupkannya". (Kasyfudz Dzunun).

Al-Imam Abu Hanifah R.a berkata :

الحكايات عن العلماء ومجالستهم أحب إلي من كثير من الفقه ؛ لأنها آداب القوم وأخلاقهم

“Kisah-kisah (keteladanan) para Ulama dan duduk di majelis mereka lebih aku sukai dari pada kebanyakan (masalah-masalah) fikih, karena kisah-kisah tersebut (berisi) adab dan tingkah laku mereka (untuk diteladani).” (Jami’u Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlih libni ‘Abdil Barr).

Salah satu sosok panutan yang layak dipelajari riwayat hidupnya adalah Syeikh Abdul Qadir Al-Jaylani Q.s. Beliau terkenal memiliki berbagai macam karomah. Namun hal ini terkadang menjadikan seseorang tertarik untuk memiliki karomah layaknya beliau padahal beliau sendiri tidaklah mengejar karomah tersebut dan tidak menjadikan karamah sebagai tujuan.

Bukankah istiqamah itu sendiri lebih baik dari 1000 karamah..??.

Abu Ali Al-Jawjaza’i R.a berkata :
كن صاحب الاستقامة، لا طالب الكرامة،

“Jadilah engkau sebagai pemilik istiqamah jangan kau menjadi pencari karomah”.
Boleh jadi kau tergerak untuk mencari karomah padahal Allah memerintahkanmu istiqamah. (Risalah Qusyairiyah).

Maka ketertarikan seseorang kepada sosok mulia Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani Q.s janganlah terhenti pada karomah-karomah beliau karena pada hakikatnya letak kemuliaan beliau bukan terletak pada karamah beliau.

Kalau tolak ukur kemuliaan seseorang adalah kesaktian yang dimilikinya maka syetan boleh jadi di Nobatkan sebagai makhluk yang paling mulia karena ia mampu menempuh perjalanan yang amat jauh, dari ujung timur ke ujung barat hanya ditempuh dengan beberapa menit saja.

As-Syinqithi R.a menukil perkataan Ulama :
إذا رأيت رجـلاً يطير وفوق ماء البحر قد يسيرُ ولم يقف عند حدود الشرع فإنه مستدرجٌ أو بدعي

"Jika engkau melihat seseorang mampu Terbang ataupun Mampu berjalan di atas air. Sedang dia tidak berdiri di batas-batas hukum Syara’ maka sesungguhnya dia adalah seorang yang di istidrajkan atau seorang Pelaku Bid’ah". (Adhwa’ul Bayan).

Oleh karena, itu seyogyanya yang harus mendapat perhatian lebih besar dalam membaca manaqib (Riwayat hidup) beliau adalah bagaimana keistiqomahan dan perilaku beliau sebab itulah pondasi sebenarnya yang dapat kita teladani dalam hidup sehari-hari.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani Q.s berkata :
بَنَيْتُ أمري على الصدق
“Aku membangun urusanku di atas kejujuran”.

Selanjutnya beliau mengisahkan :
"Tatkala aku pergi dari mekkah ke baghdad untuk menuntut ilmu, Ibuku memberiku bekal empat puluh dinar (Sekitar Rp.75 Juta) dan ibuku berpesan kepada agar menjaga sifat jujur.

Ketika kami tiba di daerah Hamdan, tiba-tiba orang pedalaman menghadang dan merampok kafilah. Seorang diantaranya bertanya kepadaku :

"Apa yang kau miliki..?"

Aku menjawab : "Uang 40 dinar".

Namun ia menyangka aku bergurau dan iapun meninggalkanku.

Perampok yang lain melihatku dan membawaku ke pimpinan mereka dan pemimpin itu lalu menanyakan hal yang sama dan akupun menjawab dengan yakin bahwa aku membawa uang 40 dinar.

Kemudian pemimpin itu bertanya: "apa yang membuatmu jujur..?"

Maka aku menjawab: "Aku telah berjanji kepada ibu untuk berlaku jujur maka aku takut mengkhianati janji kepada ibuku".

Mendengar jawabanku ini, pemimpin itu menangis tersedu-sedu sambil berkata :
"kau takut untuk mengkhianati janji kepada ibumu lantas bagaimana aku tidak takut untuk mengkhianati janjiku kepada Allah!".

Sang pimpinan perampok tadi menyuruh mengembalikan barang-barang kepada kafilah dan iapun berkata :
"aku bertaubat kepada Allah di hadapanmu (dengan bimbinganmu)!:.

Anak buahnya pun berkata :
أنت كبيرنا في قطع الطريق، وأنت اليوم كبيرنا في التوبة

"Engkau adalah pemimpin kami dalam hal merampok dan hari ini engkau menjadi pemimpin kami dalam taubat".

Lalu semua perampok tadi bertaubat sebab kejujuran Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani Q.s. (Nuzhatul Majalis).

Disamping kejujuran yang merupakan pondasi kehidupan, beliau juga terkenal dengan keluasan ilmunya.

Dikisahkan Syaikh Ja’far bin Hasan Al-Barzanji R.a dalam Al-Lujain Ad-Dani, Beliau mengajar 13 bidang keilmuan yaitu Tafsir, hadits, Nahwu, Qiraat dan lain-lain. Beliau menjadi Mufti Madzhab Imam Syafii kemudian Madzhab Imam Ahmad. Fatwa beliau menjadikan Ulama Iraq saat itu terkagum-kagum dan berkata :

سبحان من أعطاه
“Maha suci Allah yang memberinya Ilmu” (Al-Lujain Ad-Dani).

Kealiman beliau mendapat perhatian khusus dari khalifah sehingga sang khalifah banyak mengirimkan hadiah namun apa yang dilakukan oleh Syeikh..?

وما وقف بباب وزير ولا سلطان ولا قبل الهدية من الخليفة قط
"Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani tidak pernah sama sekali berdiri di depan pintu mentri ataupun raja dan beliau tidak pernah mau menerima hadiah dari khalifah". (Al-Lujain Ad-Dani).

Beliau juga pernah didatangi cahaya yang diiringi dengan suara:
يا عبد القادر أنا ربك، وقد أبحت لك المحرمات
"Wahai Abdul Qadir, Aku adalah tuhanmu dan aku telah menghalalkan untukmu perkara-perkara yang haram".

Sontak, Syeikh membaca ta’awwudz dan berkata: "Menyingkirlah wahai yang terlaknat!".
Lalu cahaya tadi menjadi gelap dan berupa kepulan asap dan bersuara:
"Wahai Abdul Qadir engkau selamat dari godaanku sebab kamu mengetahui hukum tuhanmu dan kesadaranmu akan kedudukanmu. Padahal aku telah menyesatkan 70 orang ahli thariqat dengan cara yang sama". (Al-Lujain Ad-Dani).

 اللّٰهُمَّ انْشُـرْ نَّفَحَاتِ َالرِّضْوَانِ عليه ، وَأَمِدَّنَا بِالأَسْرَارِ التي أودعتها لديه
"Ya Allah, Tebarkanlah harumnya keridlaanMu kepadanya dan anugerahilah kami rahasia-rahasia yang telah kau berikan kepadanya".

Wallahu A’lam.
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHI WASALLIM

KALIMAT SEJUTA PAHALA KEBAIKAN

kalimat dzikir sejuta pahala kebaikan
Pahala merupakan balasan yang diterima ketika manusia berbuat suatu amal kebaikan. Nantinya pahala akan menjadi bekal untuk meraih surga pada hari kiamat. Namun kadarnya merupakan ketetapan Allah dan tidak diketahui oleh makhluk.

Ada amalan yang dianggap bepahala besar justru tidak bernilai dimata Allah. Sebaliknya, amalan yang dianggap tidak berarti justru mendapatkan pahala tinggi. Namun Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadist menjabarkan tentang satu amalan yang mendapat jumlah pahala yang pasti.

Dengan amalan ini, manusia dijamin mendapatkan satu juta pahala, satu juta dosa kecil yang diampuni, serta mendapatkan satu istana di dalam surga. Tidak butuh waktu lama, karena amalan ini bisa dilakukan hanya dalam waktu 7 detik. Seperti apa amalan tersebut.

Barangsiapa membaca kalimat berikut ini, maka akan mendapatkam Satu Juta Kebaikan, dihapus satu juta kesalahan dan diangkat satu juta derajat :
لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير
Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wa yumiitu, wahuwa hayyun laa yamuutu, Bi yadihil khoir, wahuwa ala kulli syai'in qodiir

Dari Abdullah ibnu Umar R.a, bahwa Nabi Muhammad S.A.W bersabda :
"Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wahuwa hayyun laa ya yamuut, Bi yadihil khoir, wa huwa ala kulli syai'in qodiir” (Tiada sembahan yang benar kecuali Alloh semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milikNyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagiNya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Mampu/ Kuasa atas segala sesuatu)”,

Maka Alloh akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat. Dalam riwayat lain: "dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga". (HR At-Tirmidzi (no. 3428 dan 3429), Ibnu Majah (no. 2235), Ad-Daarimi (no. 2692) dan al-Hakim (no. 1974) .

Hadist di atas menjelaskan bagaimana besarnya keutamaan dan pahalan orang-orang yang berdizikir saat berada di pasar. Menurut kitab Faidhul Qadiir (1/170), pasar merupakan tempat terjadinya jual beli berbagai macam barang dagangan. Jika diaplikasikan pada zaman kini, pasar tersebut bisa seperti toko, pasar swalayan, pasar-pasar tradisional, mall atau tempat keramaian lain yang menjadi tempat aktivitas keduniawian.

Ternyata pasar menjadi salah satu tempat yang dibenci Allah. Dalam Hadist Riwayat Muslim Rasulullah SAW bersabda “Tempat yang paling dicintai Allah adalah mesjid dan yang paling dibenci-Nya adalah pasar” (HR Muslim (no. 671).

Dalam kitab Tuhfatul ahwadzi dan Faidhul Qadiir disebutkan bahwa tingginya tingkat kesibukan yang terjadi di pasar, membuat orang melalaikan Allah jika berada di tempat ini. Disni setan beserta bala tentaranya bekerja keras agar manusia melalaikan Allah. Membaca lafadz zikir diatas sama seperti memerangi setan dan bala tentaranya. Tidak heran jika Allah memberikan keutamaan demikian besar kepada hamba-Nya.

Sebenarnya usaha perdagangan yang terjadi di pasar menjadi salah satu usaha yang diberkahi Allah. Apalagi jika dalam pelaksanaannya seorang hamba mampu berlaku jujur dan mencari rezeki halal. Sebagaimana sabda Rasululaah shallallahu alaihi wasallam,

“Sungguh sebaik-baik rizki yang dimakan oleh seorang laki-laki adalah dari usahanya sendiri (yang halal)” (HR An-Nasa-i no. 4452).

Semoga kita termasuk dalam hamba-Nya yang selalu mengingat Allah dalam segala situasi dan kondisi, kapanpun dan dimanapun kita selalu mengingat Allah untuk mendapatkan Ridha dan kasih sayangnya. Karena tidak sulit untuk bisa meraih banyaknya pahala ini. Cukup dengan 7 detik.

Semoga kita semua bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHI WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM
kalimat berpahala sejuta kebaikan

AMPUNAN DOSA KARENA MEMANDANG ULAMA.

memandang wajah para ulama
وقال صلى الله عليه وسلم: من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة
Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa memandang wajah orang ‘alim dengan pandangan yang menyenangkan maka Allah akan menciptakan malaikat dari pandangan tersebut yang akan memohonkan ampunan kepada orang tersebut di hari kiamat.”

Disarikan dari Tanqihul Qaul Al-Hatsits karya Syaikh Nawawi Al-Bantani, syarh atas Lubabul Hadits karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi.

Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan kepada kita semua dalam hidup dan mati dalam membawa iman serta termasuk di dalam fadhilah hadits ini, Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ دَلَّ عَلىَ خَيْرٍفَلَهُ مِثْلُ أَجْرِفَاعِلِهِ
"Barangsiapa yg menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya". (HR.Muslim).


ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM

DOA KERAMAT IBU SANGAT MUSTAJAB BAGI ANAKNYA, MINTALAH DOA DAN RIDHONYA DARI KERAMAT HIDUPMU

doa keramat seorang ibu
DOA seorang IBU adalah doa yang selalu dinantikan seorang anak dan doa seorang IBU adalah doa yang MUSTAJABAH. Karena seorang ibu memiliki banyak sekali keutamaan dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadits nabi SAW yang tentunya ALLAH Swt mengangkat derajat tinggi seorang IBU yang telah berjuang keras dan berjihad untuk membesarkan anak-anaknya dengan ilmu dan kasih sayang.

Akan tetapi ada hal yang berbeda dengan Doa dari seorang ibu. Doa ibu tentu saja berbeda dengan doa yang dipanjatkan oleh orang lain yang bukan merupakan orang tua kandung atau bagian terpenting dalam hidup kita. Dimana hal ini sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadist bahwa, Rasulullaah SAW bersabda:
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi (kemakbulannya), yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Daud)

Untuk itu, sangat logis dan rasional jika seorang anak diminta untuk selalu berbakti kepada orang tuanya dan memberikan yang terbaik untuk orang tua yang telah membesarkannya, karena orang tua khususnya ibu telah berjasa besar untuk diri kita sehingga bisa memiliki kedewasaan hingga kini.

Didalam Al-Qur'an dan informasi dari hadist banyak dijelaskan mengenai keutamaan orang tua khususnya ibu. Keutamaan-keutamaan inilah yang membuat doa seorang ibu menjadi doa mujarab dan doa yang memiliki keistimewaan.

Untuk mendapatkan doa seorang ibu, tentu saja kita harus membuat agar ibu kita benar-benar mendoakan yang terbaik dan berasal dari perasaan yang paling mendalam dari lubuk hatinya. Jangan sampai kita membuat ibu kita berdoa dengan hal keburukan atau mengatakan hal yang buruk pada diri kita.

Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW telah mengajarkan banyak hal tentang keutamaan seorang Ibu, keutamaan inilah yang harus dipahami dan kita ambil hikmahnya.

1). MERAWAT ANAK SEJAK DALAM KANDUNGAN
Allah SWT berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗ حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوْنَ شَهْرًا ۗ حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰٮهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ ۚ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim." (QS. Al-Ahqaf: Ayat 15).

Allah Swt memerintahkan manusia untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua khususnya ibu yang telah mengandung. Mengandung selama 9 bulan, memberikan Asi, dan membesarkan seorang anak bukanlah hal yang mudah melainkan membutuhkan banyak pengorbanan dan perjuangan yang besar. Untuk itu, betapa kita seorang anak yang durhaka dan berdosa ketika tidak menghiraukan ibu apalagi berbuat baik terhadap ibu.

Untuk itu, kewajiban seorang anak agar mendapat doa yang terbaik dari ibu adalah senantiasa mendoakan kebaikan pula dan menyenangkan hati ibu-nya agar merasakan kebahagiaan. Tentu hal ini akan memberikan dampak yang baik bagi keluarga.
Telah Melahirkan AnakNya.

Didalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembaliMu."
(QS. Luqman: Ayat 14)

IBU telah melahirkan anak-anaknya dengan susah payah dan memberikan ASI selama 2 tahun. Hal ini disampaikan oleh Allah bahwa kita wajib untuk berbuat baik dan tidak menyia-nyiakan orang tua selagi masih ada di dunia. Doa seorang ibu yang memiliki keistimewaan ini membuat kita tentunya akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Untuk itu, sangat mahal doa seorang ibu, khususnya ibu yang benar-benar memberikan kita pendidikan terbaik.

2). KATA IBU DISEBUT 3 KALI OLEH RASULULLAH SAW
Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu anhu, beliau berkata: “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali..?’

Nabi shalallaahu alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi..?’

Nabi shalallaahu alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi..?’

Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali,

‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu'. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibu memang memiliki keutamaan yang berkali lipat sebagaimana Rasulullah SAW menyebut namanya sebanyak 3 kali, baru kemudian ayah. Hal ini menunjukkan bahwa ibu benar-benar memiliki keutamaan yang luar biasa dan membuat kita bisa mendapatkan DOA terbaiknya yang mustajab dihadapan Allah SWT.

Untuk itu, mendapatkan DOA terbaik seorang IBU hendaknya kita memanjatkan terus doa untuknya, berbuat yang menyenangkan hatinya serta tidak menyakiti hati seorang ibu.

Banyak sekali orang-orang yang sering kali melupakan seorang IBU saat dirinya sudah sukses dan berkembang pesat. Padahal, dibalik kesuksesan diri kita ada seorang ibu yang benar-benar sangat mendukung dan memberikan banyak pengorbanan untuk kita.

SEBUAH KISAH NYATA, MUSTAJABNYA DO'A SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA
=====================================================================
Ingatkah anda dari kisah Syekh Abdurraham As-Sudais, seorang Imam besar Masjidil Haramain di Mekkah Arab Saudi, dimana ketika Syekh Abdurrahman As-Sudais semasa kecilnya seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang IBU sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.

Tatkala sang IBU masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, "idzhab ja'alakallahu imaaman lil haramain," (Pergi kamu...! Biar kamu jadi imam di Haramain...!")

Dan Subhanallah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram. Dan tahukah kalian, Siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu...??

Beliau adalah Syeikh Abdurrahman As-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

Ini adalah teladan bagi para ibu, calon ibu, ataupun orang tua, hendaklah selalu mendoakan KEBAIKAN untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu DOA yang tak terhalang adalah DOA ORANG TUA untuk anak-anaknya.

Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.

Rasullaah SAW bersabda :
"Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu. Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian..." (HR. Abu Dawud).

DOA IBUMU LEBIH MULIA DARI ULAMA BESAR SEKALIPUN
==================================================
Sekedar renungan untuk kita semua, Di Hadromaut (Yaman), Setiap orang yang datang menghadap Sulthanul ulama wal ilmi Al Habib Salim Asy-Syathiri atau Habaib Sepuh yang Alim di Tarim untuk minta di doakan, selalu mendapat pertanyaan yang sama :

"Apakah kamu masih memiliki permata (Ibu) di rumahMu...??", Jika jawabannya, Masih.

Maka beliau dengan halus mengatakan :
"Tahukah kamu, bahwa Doa ibu untukmu, lebih mulia dan Makbul dari pada Doa seorang Wali Besar sekalipun..?".

Ketika Al-Habib Umar Bin Hafidz dan abangnya Al-Habib Ali Masyhur Bin Hafidz masih bayi dan sering menangis, Ibunda mereka Hubabah Zahra, akan memeluk dan membelai anak anaknya sambil mengusap kepala mereka.

Kepada Al-Habib Ali Masyhur, beliau sering berbisik: "Mufti, Mufti", dan sekarang Al-Habib Ali Masyhur telah menjadi Mufti Yaman.

Kepada Habib Umar sang ibu selalu berdoa: "Da’i, Da’i", dan kini Al-Habib Umar telah menjelma menjadi seorang Da’i Islam terkenal di zaman ini.

Rasulullaah ﷺ bersabda :
"Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia". (HR. At-Tirmidzi).

Saudaraku, IBU adalah PINTU SURGA bagi anak-anaknya, dan AYAH adalah jembatan menuju kepadaNya.

AIR SUSU IBU yang kita minum adalah saripati makanan hasil Jerih payah keringat seorang Ayah yang mencari nafkah untuk keluargaNya, karena itu Muliakan mereka berdua bila mereka masih hidup.

Mau keluar rumah, Jangan lupa untuk mencium tangan IBU dan AYAH-MU agar mendapatkan KERIDHOANNYA. Ingatlah, ketika kita masih kecil, kita selalu dipeluk dan diciumnya.

Bila kita sudah bekerja dan berkeluarga, atau tak tinggal serumah lagi denganNya, sering-seringlah mengunjunginya. Bila tidak memungkinkan, Telponlah, agar beliau senang dan ridho, atas seluruh jerih payah dan setiap tetesan susu yang telah menjadi darah daging kita.

Setidaknya, berikanlah hadiah berupa barang atau uang setiap bulannya untuk menyenangkan hatinya.

Bila orang tua anda sudah kembali berpulang ke Rahmatullah, Kirimkanlah hadiah Al-Fatihah dan Doa untuknya, Bila anda mempunyai rezeki lebih bersedekahlah dan niatkan pahala sedekah tersebut untukNya.

Banyak minta Doa Kepada Habib/Kyai lupa dengan Minta Doa "KERAMAT" kita sendiri yang ada di rumah!

Guru mulia kita bersama Al-Habib Salim Bin Abdullah as-syatiri berpesan :
"... Wajib hukumnya berbakti kepada kedua orang tua, berapa banyak mereka lupa untuk mencium tangan kedua orang tuanya, berapa banyak kita minta di Do'akan (Bib minta di doakan airnya bib). Kita lupa air (do'a) yang mujarab adalah air ORANG TUA kita sendiri..."

"Du'a ul waalidi li waladihi, ka du'ainnabi li ummatihi" (Al-Hadits)
"Doanya orang tua terhadap anak-anaknya, seperti doa Sang Nabi kepada Ummatnya" (Al-Hadits)

Adalah menjadi kebiasaan Al-Imam Ali bin Muhammad Al-Habsyi, selesai menuntut ILMU dari Al-Habib Abubakar bin Abdullah Al-Athas, beliau menjumpai orang tuanya (Ibundanya), lalu memohon kepada bundanya untuk mengangkat tangannya ke langit, memohon di doakan agar seperti Gurunya (Al-Habib Abubakar) menjadi Alim, Adiib, Sholeh dan seterusnya.

Demikianlah ORANG TUA, meskipun tidak terlihat Sholeh, tetapi bagi seorang anak LISAN dan HATI mereka adalah KERAMAT bagi buah hatinya.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHI WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM, ROBBIGHFIRLII WALI WALIDAYYA WARHAMHUMMA KAMAA ROBBAYANII SHOGHIRO

Semoga ALLAH SWT Meridhoi kita dan keluarga tercinta kita. Aamiin yaa robbal aalamiin.
doa ibumu lebih mulia dari seorang ulama besar sekalipun

MENGGAPAI KECINTAAN ALLAH DENGAN SELALU MEMBACA AL-QUR'AN

membaca al-qur'an
Sesungguhnya di antara sebab yang bisa mendatangkan kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah membaca Al-Qur'an dengan khusyu dan berusaha memahaminya. Sehingga tidak mengherankan, apabila kedekatan dengan Al-Qur'an merupakan perwujudan ibadah yang bisa mendatangkan cinta Allah.

Para salafush-shalih, ketika membaca Al-Qur'an, mereka sangat menghayati makna ini. Sehingga ketika membaca Al-Qur'an, seolah-olah seperti seorang perantau yang sedang membaca sebuah surat dari kekasihnya.

Terkisah dari Ibnu Arabi dalam Futuhat Al-Makkiyah.
Di suatu pagi, seorang santri menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi. “Wahai Tuan Guru, semalam aku mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sholat malamku.”

Sang Guru tersenyum. “Bagus Nak. Nanti tolong hadirkan bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Al-Qur'an itu. Rasakanlah seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.”

Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya. “Tuan Guru,” katanya, “Semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Al-Qur'an itu.”

“Engkau sungguh telah berbuat baik,” ujar sang guru sembari menepuk pundaknya.

“Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para sahabat Nabi yang telah mendengar Al-Qur'an itu langsung dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bayangkanlah baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu.”

Pagi-pagi buta, sang murid kembali menghadap dan mengadu. “Duh Guru,” keluhnya, “Semalam bahkan hanya sepertiga Al-Qur'an yang dapat aku lafalkan.”

“Alhamdulillah, engkau telah berbuat baik,” kata sang guru mengelus kepala si santri. “Nanti malam bacalah Al-Qur'an dengan lebih baik lagi, sebab yang akan hadir di hadapanmu untuk menyimak adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri. Orang yang kepadanya Al-Qur'an diturunkan.''

Seusai shalat Shubuh, sang guru bertanya, “Bagaimana shalatmu semalam..?” “Aku hanya mampu membaca satu juz, Guru,” kata si santri sambil mendesah, “Itu pun dengan susah payah.”

“Masya Allah,” kata sang guru sambil memeluk sang santri dengan bangga. “Teruskan kebaikan itu, Nak. Dan nanti malam tolong hadirkan Allah di hadapanmu.
Sungguh, selama ini pun sebenarnya Allah-lah yang mendengarkan bacaanmu. Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an. Dia selalu hadir di dekatmu. Jikapun engkau tidak melihatNya, Dia pasti melihatmu. Ingat baik-baik. Hadirkan Allah, karena Dia mendengar dan menjawab apa yang engkau baca.”

Keesokan harinya, ternyata santri itu jatuh sakit. Sang Guru pun datang menjenguknya. “Ada apa denganmu..?” tanya Sang Guru.

Sang santri berlinang air mata. “Demi Allah, wahai Tuan Guru,” ujarnya, “Semalam aku tak mampu menyelesaikan bacaanku. Walaupun, Cuma al-Fatihah aku tak sanggup menamatkannya. Ketika sampai pada ayat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” lidahku kelu. Aku merasa aku sedang berdusta. Di mulut aku ucapkan “KepadaMu ya Allah, aku menyembah” tapi jauh di dalam hatiku aku tahu, aku sering memperhatikan yang selain Dia. Ayat itu tak mau keluar dari lisanku. Aku menangis dan tetap saja tak mampu menyelesaikannya.”

“Nak...,” kata sang guru sambil berlinang air mata, “Mulai hari ini engkaulah guruku. Dan sungguh aku ini muridmu. Ajarkan padaku apa yang telah kau peroleh. Sebab meski aku membimbingmu di jalan itu, aku sendiri belum pernah sampai pada puncak pemahaman yang kau dapat di hari ini.
عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ »

“Aisyah radhiyallahu anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al-Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

عَن اَبي مُوُسى رَضي اللٌهُ عَنهُ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم مَثَلُ المُومِنِ اٌلَذِي يَقَراُ القُرانَ مَثَلُ الآترُجَةِ رِيحُهَا طيِبُ وَطَعمُهَا طَيِبُ وَمَثَلُ الموُمِنِ اٌلَذِي لآيَقرَاٌ القُرانَ كَمَثَلِ التَمرَة لآريَح لَهَا وَطَعمُهَا حُلوٌ وَمَثَلُ المُنَافِقِ اٌلَذِي يَقرَأ القُرانَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيْحُهَا طَيّبٌ وَطَعْمُهَا مُرُّ وَمَثَلُ المُنَافق اّلذِي لا يَقْرَأُ القُرْانَ كَمَثِلِ الحَنُظلَةِ لَيسَ لَهَا رِيحُ وطعمها مُرُّ. (رواه البخارى ومسلم والنسائي وابن ماجة)
Dari Abu Musa R.a. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “perumpamaan orang mu’min yang membaca Al-Qur’an adalah seperti jeruk manis yang baunya harum dan rasanya manis. Perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti kurma, tidak berbau harum tetapi rasanya manis.

Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti bunga, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seumpama buah pare, tidak berbau harum dan rasanya pahit.”
(HR. Bukhari, Muslim, Nasai, dan Ibnu Majah).

Hadits diatas menunjukan perbandingan antara sesuatu yang abstrak dengan yang nyata, sehingga dapat lebih mudah dibedakan antara orang yang membaca Al-Qur’an dan yang tidak membacanya.

Padahal jelas kelezatan tilawah Al-Qur’an jauh berbeda dengan kelezatan apa pun di dunia ini, seperti jeruk dan kurma. Tetapi banyak rahasia dibalik tamsil hadits tersebut karena begitu luasnya pemahaman Rasulullah SAW terhadap Al-Qur'an.

Misalnya: jeruk mengharumkan mulut, menguatkan pencernaan, membersihkan lambung, dan sebagainya. Semua manfaat itu juga dihasilkan oleh pembaca Al-Qur’an, yaitu mewangikan mulut, membersihkan batin, dan menguatkan ruhani.

Keistimewaan lainnya dari buah jeruk adalah bahwa jin tidak dapat memasuki rumah yang didalamnya terdapat jeruk. Jika benar maka hal ini merupakan suatu keserupaan khusus pada Al-Qur’an.

Saya mendengar dari beberapa dokter ahli yang mengatakan bahwa jeruk manis dapat menguatkan ingatan. Dan menurut riwayat Ali R.a.dalam Al-Ihya disebutkan bahwa ada 3 hal dapat menguatkan ingatan, yaitu:
1. Bersiwak.
2. Shaum, dan
3. Membaca Al-Qur'an.


Semoga kita semua bisa istiqomah membaca Al-Qur'an dan mencintainya. Aamiin yaa robbal aalamiin.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM
doa khatam qur'an
 

DOA NABI KHIDIR A.S UNTUK SEGALA KEMUDAHAN

Nabi Khidir as
Diceritakan oleh AI-lmam Al-Yafi'i dalam kitabnya “Raudhur rayaahiin” dari seseorang bahwa ia berkata: "Kami mengalami bencana dan ketakutan yang sangat. Maka aku keluar dalam keadaan bingung. Aku menempuh jalan menuju Makkah tanpa bekal dan kendaraan. Aku berjalan selama tiga hari".

Pada hari keempat aku merasa sangat haus dan panas. Aku takut diriku binasa dan tidak menemukan pohon untuk Kemudian aku bermimpi seorang lelaki mengulurkan tangannya kepadaku seraya berkata: "Berikan tanganmu kepadaku".

Maka aku ulurkan tanganku kepadanya dan ia menjabat tanganku.

Orang itu berkata: "Gembiralah engkau selamat. Engkau akan sampai ke Baitullah Al Haram dan berziarah ke kubur Nabi shallallahu alaihi wasallam".

Maka aku berkata: "Siapa engkau...?"

Orang itu menjawab: "Aku Al-Khidhir".

Aku katakan kepadanya: "Doakanlah aku".

Al-Khidhir berkata: "Ucapkanlah :
 
يَالَطِيْفًا بِخَلْقِهِ, يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ, يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ, أُلْطُفْ بِنَا يَالَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ
Yaa lathiifan bikhalqihii, Yaa aliiman bi khalqihii, Yaa khabiiran bikhalqihii. Ulthuf binaa yaa lathiifu yaa aliimu yaa khabiir

"Wahai Tuhan Yang Maha Lemah Lembut kepada makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Mengetahui kepada makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Waspada kepada makhluk-Nya. Berilah kami (perlakuan) lemah lembut-Mu, Wahai Yang Lemah Lembut, Wahai Yang Maha Mengetahui, WahaiYang Waspada".


Maka aku ucapkan kalimat itu. Kemudian Al-Khidhir berkata :
"lni adalah pemberian yang menimbulkan kecukupan untuk selamanya. Apabila engkau ditimpa kesulitan atau musibah ucapkanlah kalimat ini, maka engkau akan dicukupi dan sembuh".

Kemudian orang itu menghilang dariku. Tiba-tiba aku mendengar suara seorang berseru : "Hai orang tua, hai orang tua",
Maka aku terbangun. Ternyata ada seorang lelaki menaiki seekor unta. Orang itu berkata: "Hai orang ini, apakah engkau melihat seorang pemuda yang sifatnya begini dan begini Aku katakan kepadanya : Aku tidak melihat seorangpun.

Orang itu berkata : "Seorang pemuda dari keluarga kami keluar sejak tujuh hari, ia beritahu kami bahwa ia pergi menuju Makkah untuk menunaikan haji".

Ia berkata: "Kemana engkau menuju.?"

Aku menjawab: "Kemanapun yang dikehendaki Allah".

Maka ia berhentikan kendaraannya dan turun darinya. la ulurkan tangannya ke kantung kulit, lalu mengeluarkan dua potong roti yang bercampur manisan dan menurunkan wadah berisi air.

la berkata: "Minumlah, Maka aku minum air dan makan sepotong roti yang cukup bagiku".

Kemudian ia berkata kepadaku: "Naiklah dan ia pun menaiki kendaraannya di depanku".

Kami melakukan perjalanan selama dua malam dan satu hari. Kami berhasil menyusul kafilah. la menanyakan tentang pemuda itu.

Maka ia diberitahu bahwa pemuda itu ada di dalam kafilah. la tinggalkan aku dan pergi. Kemudian ia datang setelah itu bersama pemuda itu.

Orang itu berkata: "Wahai anakku, Allah telah memudahkan bagi kita perjumpaan denganmu seperti perjumpaanku dengan orang ini". Kemudian aku berpamitan dengan kedua orang itu dan pergi.

Kemudian seorang lelaki menyusulku dan memberiku sebuah wadah berisi uang. la mencium tanganku dan meninggalkan aku. Aku dapatkan di dalamnya uang sebanyak lima dinar Misri. Aku gunakan uang itu untuk menyewa kendaraan menuju Mekkah dan menggunakan sisanya sebagai bekal. Aku pergi haji pada tahun itu dan berziarah ke makam Nabi shallallahu alaihi wasallam dan kembali ke kota Al-Khalil.

Setiap kali aku mengalami kesulitan atau ditimpa musibah, aku menyebut kalimat-kalimat yang diajarkan Al-khidhir alaihis salam kepadaku, aku mengakui keutamaannya dan aku bersyukur kepada Allah subhaanahu wa ta'ala atas nikmatnya.

Semoga Bermanfaat.
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM
 

SATU KALI DZIKIR SIRR SEBANDING DENGAN 35 JUTA DZIKIR LISAN

dzikir khofi
Jika Asma Allah diucapkan sekali saja dengan lisan, itu disebut dzikir (mengingat) lisan, namun jika Nama Allah diingat dengan hati, maka itu akan sebanding dengan dengan tiga puluh lima juta ucapan-ucapan (dzikir) lisan. Itulah dzikir hati atau dzikir sirr.

Ada 35 juta pembuluh darah dalam tubuh, dan semua terhubung ke jantung. Jika Nama Allah diucapkan bahkan sekali saja (dengan hati) maka semua yang mengalir mengucapkan juga.

Rasulullaah SAW bersabda :
“Wahai Abu Dzar! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir khamilan!”,

Abu Dzar bertanya : “Apa itu khamilan..?”
Sabda Rasul : “Khafi (dalam hati)” (Mizan al-Hikmah 3 : 435)

Tahap pertama dzikir adalah dzikir lisan. Kemudian zikir kalbu yang cenderung diupayakan dan dipaksakan. Selanjutnya, zikir kalbu yang berlangsung secara lugas, tanpa perlu dipaksakan.

Serta yang terakhir adalah ketika Allah sudah berkuasa di dalam kalbu disertai sirnanya zikir itu sendiri.

Inilah rahasia dari sabda Nabi SAW : ”Siapa ingin bersenang-senang di taman surga, perbanyaklah mengingat Allah”.
Tanda bahwa sebuah zikir sampai pada Sirr (nurani yang terdalam yang menjadi tempat cahaya penyaksian) adalah ketika pelaku zikir dan objek zikirnya lenyap tersembunyi. Zikir Sirr terwujud ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya. Tandanya, apabila engkau meninggalkan zikir tersebut, ia takkan meninggalkanmu.

Zikir tersebut terbang masuk ke dalam dirimu untuk menyadarkanmu dari kondisi tidak sadar kepada kondisi hudhur (hadirnya kalbu). Salah satu tandanya, zikir itu akan menarik kepalamu dan seluruh organ tubuhmu sehingga seolah-olah tertarik oleh rantai. Indikasinya, zikir tersebut tak pernah padam dan cahayanya tak pernah redup.

Namun, engkau menyaksikan cahayanya selalu naik turun, sementara api yang ada di sekitarmu senantiasa bersih menyala. Zikir yang masuk ke dalam Sirt terwujud dalam bentuk diamnya si pelaku zikir seolah-olah lisannya tertusuk jarum. Atau, semua wajahnya adalah lisan yang sedang berzikir dengan cahaya yang mengalir darinya.

Ketahuilah, setiap dzikir yang disadari oleh kalbumu didengar oleh para malaikat penjaga. Sebab, perasaan mereka beserta perasaanmu. Di dalamnya ada Sitr sampai saat dzikirmu sudah gaib dari perasaanmu karena engkau sudah sirna bersama Tuhan, zikirmu juga gaib dari perasaan mereka.

Kesimpulannya, berzikir dengan ungkapan kata-kata tanpa rasa hudhur (kehadiran hati) disebut zikir lisan, berzikir dengan merasakan kehadiran kalbu bersama Allah disebut zikir kalbu, sementara berzikir tanpa menyadari kehadiran segala sesuatu selain Allah disebut Zikir Sir. Itulah yang disebut dengan Zikir Khafiy.

Allah SWT berfirman:
“Dan berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika) dengan merendahkan dirimu dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai” (QS. Al-A'araf : 205)

Rezeki lahiriah terwujud dengan gerakan badan, rezeki batiniah terwujud dengan gerakan kalbu, rezeki sirr terwujud dengan diam, sementara rezeki akal terwujud dengan fana dari diam sehingga seorang hamba tinggal dengan tenang untuk Allah dan bersama Allah.

Nutrisi dan makanan bukanlah konsumsi rohani, melainkan komsumsi badan. Adapun yang menjadi konsumsi rohani dan kalbu adalah mengingat Allah Zat Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.

Allah SWT berfirman: “Orang-orang beriman dan kalbu mereka tenteram dengan mengingat (zikir kepada) Allah.”
Semua makhluk yang mendengarmu sebenarnya juga ikut berzikir bersamamu. Sebab, engkau berzikir dengan lisanmu, lalu dengan kalbumu, kemudian dengan nafasMu , kemudian dengan rohmu, selanjutnya dengan akalmu, dan setelah itu dengan Sirr-mu.

Bila engkau berzikir dengan lisan, pada saat yang sama semua benda mati akan berzikir bersamamu.

Bila engkau berzikir dengan kalbu, pada saat yang sama alam beserta isinya ikut berzikir bersama kalbumu.

Bila engkau berzikir dengan nafasMu, pada saat yang sama seluruh langit beserta isinya juga turut berzikir bersamamu.

Bila engkau berzikir dengan rohmu, pada saat yang sama singgasana Allah (Arsy) beserta seluruh isinya ikut berzikir bersamamu.

Bila engkau berzikir dengan akalmu, para malaikat pembawa Arsy dan roh orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Allah juga ikut berzikir bersamamu.

Bila engkau berzikir dengan Sirr-mu, Arsy beserta seluruh isinya turut berzikir hingga zikir tersebut bersambung dengan zatNya.

Imam Al-Baqir dan Imam Ash-Shadiq a.s berkata : “Para malaikat tidak mencatat amal shalih seseorang kecuali apa-apa yang didengarnya, maka ketika Allah berfirman : “Berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika)”, tidak ada seorangpun yang tahu seberapa besar pahala zikir di dalam hati dari seorang hambaNya kecuali Allah Ta’ala sendiri”.

Didalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Zikir diam (khafiy) 70 kali lebih utama daripada zikir yang terdengar oleh para malaikat pencatat amal“. (Al-Hadits)

Bila sang hamba mampu melanggengkan Zikir Khafi serta meyakini bahwa semua Alam Lahir dan Alam Batin merupakan pengejewantahan dari nama-namaNya maka ia akan merasakan kehadiranNya di semua tempat dan merasakan pengawasanNya dan jutaan nikmat-nikmatNya.

Perasaan akan kehadiranNya ini akan mencegah sang hamba dari berbuat dosa dan maksiat. Jika di hadapan anak yang sudah akil baligh saja manusia malu untuk berbuat dosa dan membuka auratnya, maka bagaimana ia tidak malu untuk membuka auratnya dihadapan Sang Khaliq..?

Mengapa kita tidak merasa sungkan dan malu berbuat hal-hal yang tidak layak di hadapan Sang Khaliq..?, Itu karena keyakinan kita atas kehadiranNya di setiap eksistensi tidak sebagaimana keyakinan kita ketika kita melihat kehadiran sang anak yang akil baligh tersebut.

Apabila kita ingin mencapai keyakinan seperti ini kita mesti mempersiapkan latihan-latihan untuk melaksanakan Zikir Khafi sampai pada suatu tahapan di mana hati kita berzikir secara otomatis seperti gerak detak jantung dan tarikan-tarikan nafas kita (yang tidak kita kendalikan)

Imam Ali Zainal Abidin as di dalam do’anya :
“Ilahi, Ilhamkanlah kepada kami Zikir kepadaMu, di kesendirian maupun di keramaian, di malam hari maupun di siang hari, secara terang-terangan, maupun secara rahasia (sembunyi), disaat gembira maupun di saat kesusahan, jadikanlah hati kami menjadi senang dengan berzikir al-khafi". (Bihar al-Anwar 94 : 151)

Semoga kita semua bisa melanggengkan berdzikir kepada Allah SWT, Aamiin yaa robbal aalamiin.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM

AMALAN SHALAWAT UNTUK MEMUDAHKAN REZEKI DAN MENYAMPAIKAN HAJAT DARI RASULULLAH SAW KEPADA AL-HABIB QURAISY BAHARUN

habib quraisy baharun
Shalawat tersebut sudah di ijazahi dari beliau, bagi siapapun boleh untuk mengamalkannya

Saya mendengar langsung cerita ini dari salah seorang santri senior Al-Habib Quraisy, yang bersyukur telah menjadi santrinya, dia berkata:

"Tidak seperti biasanya disaat sholat subuh wajah Habib begitu berseri bahagia, pagi itu saat saya menjadi orang pertama yang bersalaman denganNya beliaupun langsung memberi hadiah uang Rp.500.000 kepada saya, agak bingung saya menerimanya, beliau berkata: "Hadiah buat kamu karena saya hari ini dapat rizki, sambil tersenyum".
Saya pun penasaran dan dihari yang sama saya beranikan diri untuk bertanya mengapa hari itu beliau begitu lembut dan bahagia, beliau terlihat agak ragu untul berkata namun dengan mata berkaca-kaca sesekali terlihat wajahnya terharu yang pada akhirnya beliau bercerita :

"Dihari minggu itu tgl 13Desember 2014 saya keluar dari rumah jam 07.00 pagi seperti biasa melaksanakan kewajiban sebagai pengasuh Pesantren lalu berangkat untuk berdakwah dibeberapa tempat dipelosok dan pegunungan Kabupaten Kuningan Jawa Barat dimana didaerah itulah saya ditunjuk Guru mulia Al-Habib Umar bin Hafidz untuk menetap dua tahun terakhir ini,

Sepanjang pagi siang dan malam saya berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dan tanpa terasa saat kembali masuk rumah saya melihat jam sudah menunjukkan hampir 02.00 dini hari, ada rasa malu untuk mengeluh lelah saat teringat bagaimana junjunganku Nabi Muhammad SAW sangat prihatin penuh derita dalam berdakwah.

Maka saat itu saya hanya bisa berdoa: "Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw dan balaslah kebaikan beliau kepada kami dengan sebaik-baik balasan yang pernah Engkau berikan kepada hambaMu".

Lalu sayapun bersiap untuk istirahat dan tidur mumpung masih ada sedikit waktu menjelang adzan subuh.

Namun, Subhanallah Senin dini hari 14 Desember 2014 sekitar jam 03.00 saat tidur itulah saya bermimpi, Seakan saya sangat lelah karena sedang menanggung beban dan berbagai permasalahan berat yang nyaris saya tidak sanggup lagi memikulnya, saya coba mencari Habib Gasim Baharun (Almarhum ayah saya) untuk curhat sekaligus minta doa pada beliau, saya pun bergegas mencarinya dan ternyata beliau sedang menghadiri majelis yang dipimpin oleh Rasulullaah SAW.

Tampak wajah Nabi Muhammad SAW sangat indah rupawan bersinar bagaikan bulan purnama di malam yang amat cerah.

Di majelis itupun juga hadir Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz, saya mendekati Almarhum Ayah saya sambil menunggu kesempatan yang tepat untuk membicarakan masalah saya, saat majelis selesai dan jamaah mulai lengang saya coba beranikan diri sambil berbisik menceritakan beban yang sedang saya alami selama ini.

Lalu beliau berkata dengan suara yang jelas hingga didengar oleh Rasulullaah SAW juga oleh habib Umar bin Hafidz:
"Ceritakan pada gurumu mumpung dia sekarang sedang dihadapanmu, terkejut saya dengan suara Almarhum ayah dan dengan sebab suara itu pula Rasulullaah SAW beserta Habib Umar menoleh ke arah saya.

Subhanallah, walhamdulillah, wajah lembut dan teduh Nabi Muhammad SAW ibarat lautan biru seorang pelindung hakiki, dan senyumannya yang tulusnya itu, Ya Allah.

Ingin rasanya memeluknya dan menangis dipangkuan mulianya sambil menumpahkan segala apa yang selama ini saya rasakan sangat menghimpit dada.

Tiba-tiba beliau berkata: "katakanlah hai Quraisy, aku adalah Nabimu dan kakekmu.....",
tak kuasa air mata ini mengalir deras dihadapannya tanpa saya mampu berkata.

Masih tetap dengan pandangan dan senyuman yang terlihat teduh dari bibir dan wajah sucinya beliau berkata: "Hai Quraisy, ucapkanlah; "ASH-SHOLAATU WAS-SALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA ROHMATULLAHI WABAROKATUH".

Saya pun dengan terbata dan diiringi derasnya cucuran air mata mengucapkan; "Ash-sholaatu was-salaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh".

Tiba-tiba guru mulia Al-Habib Umar meminta izin kepada Nabi SAW untuk berbicara kepada saya dan Nabipun mengangguk mengiakan.

Kata Habib umar: Quraisy, "Jika kamu atau teman-temanMu atau siapapun dari umat ini membaca "Ash-sholaatu was-salaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh" hingga 100 kali dalam sehari, maka mustahil Nabimu tidak memperhatikanMu", kata guru mulia dibarengi dengan anggukan kepala Nabi SAW yang bersorban putih bersih berkali-kali tanda setuju.

Ya Allaaah, Saya kaget dan terbangun dari tidur dengan perasaan bahagia dan gembira, walaupun masih jelas terdengar isak tangis dengan deras linangan air mata yang terbawa dari mimpi.

Alhamdulillah Ya Allah, Maha Agung Engkau dengan sifat Rohman dan RohimMu, manusia sekotor saya ternyata masih diperhatikan dan didatangi juga oleh Rasulullaah Sang Nabi pembawa Rahmat walau hanya dalam mimpi. Lanjutnya sambil terus menyeka air matanya.

Tanpa terasa saya pun menangis, air mata deras mengalir dipipi saat saya dengan seksama mendengarkan tutur mimpi beliau Al-Habib Quraisy, guru yang sangat saya cintai.

Dalam hati ini saya menjerit, Ya Rabb, kapan saya bisa bermimpi Rasulullah SAW seperti guru saya.

Salam kepadamu Ya Rasulallaah.
Salam kepadamu Ya Nabiyallah
Salam kepadamu Duhai kekasih Allah.

Cerita Ini disampaikan oleh Ustadz Muhammad Pontianak
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHI WASHOHBIHII WA UMMATIHI WASALLIM

Semoga Bermanfaat.
shalawat al-habib quraisy baharun

MENGENANG PENGORBANAN SAYYIDATUNA KHADIJAH R.Anha

mengenang siti khadijah al-kubro
Suatu ketika Rasulullaah SAW pulang dalam keadaan sangat letih dari medan dakwah. Ketika hendak masuk rumah, Sayyidah Khadijah biasanya menyambut beliau berdiri di depan pintu. Ketika Sayyidah Khadijah hendak berdiri menyambut Suami tercinta, Rasulullaah SAW berkata: “Wahai Khadijah tetaplah di tempatmu.”

Saat itu Sayyidah Khadijah sedang menyusui anaknya Sayyidah Fatimah yang masih bayi. Rasulullah SAW paham dengan kesetiaan Sayyidah Khadijah, Rasulullaah SAW Takjub dengan pengorbanan Sayyidah Khadijah.

Meskipun dalam keadaan LELAH menjaga rumah tangganya. Meskipun dalam keadaan LETIH dalam memelihara anaknya, Sayyidah Khadijah masih sempat menunjukkan KESETIAANNYA kepada sang Suami walau dengan hal yang SEDERHANA.

Bahkan seluruh harta bendanya diberikan kepada Nabi SAW demi perjuangan Islam dan bahkan lebih dari itu, jiwa dan raganya diperuntukkan untuk Islam.

Tidak jarang Sayyidah Khadijah menahan lapar sambil menyusui anaknya Sayyidah Fatimah Ra, sehingga yang keluar bukan air susu lagi tapi DARAH yang keluar yang masuk kemulut Sayyidah Fatimah. Melihat Sayyidah Khadijah letih menyusui anaknya, Rasulullaah SAW mengambil Sayyidah Fatimah dan diletakkan di tempat tidurnya.

Gantilah Rasulullaah SAW berbaring dipangkuan sang Istri. Karena Rasulullaah SAW begitu lelah dan letih dari mendakwahkan islam kepada umatnya yang menolak seruannya, beliaupun tertidur dipangkuan sang istri.

Ketika itulah Sayyidah Khadijah dengan belaian kasih sayang membelai rambut beliau. Tak terasa AIR MATA Sayyidah Khadijah Al-Kubro menetes mengenai pipi Rasulullaah SAW. Nabi SAW pun terjaga.

“Wahai Khadijah kenapa engkau menangis..?, Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad..? Dahulu engkau Wanita Bangsawan, Engkau mulia, Engkau hartawan, Tetapi hari ini engkau telah dihina orang, semua orang telah menjauh darimu, seluruh harta bendamu habis. Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad..?”

Sayyidah Khadijah Al-Kubra berkata, “Wahai suamiku, wahai Nabi Allah, bukan itu yang aku tangiskan. Dulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki kebangsawanan, kebangsawanan itupun aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, seluruh harta kekayaan itu aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

Wahai Rasulullah, sekarang ini aku tidak memiliki apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, seandainya aku telah MATI sedangkan perjuanganMu ini belum selesai, kemudian engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, engkau hendak menyebrangi sebuah sungai dan engkau tidak menemukan satu perahu pun ataupun jembatan, maka engkau gali lubang kuburku, engkau gali kuburku, kemudian ambillah TULANG BELULANGKU, engkau jadikanlah jembatan sebagai jalan menyeberangi sungai itu untuk menemui umatmu."

DAN RASULULLAH PUN MENANGIS.
=============================
"Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, sang cahayaMu yang selalu bersinar dan pemberianMu yang tak kunjung putus dan kumpulkanlah kami semua kepada sang cahaya di yaumil Qiyamah yaitu Rasulullaah SAW".

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM

JANGAN PERNAH SEKALIPUN KALIAN MENYALAHKAN RENCANA ALLAH SWT YANG TERBAIK UNTUKMU

rencana Allah adalah yang terbaik
Sahabat, begitu banyak hal-hal yang menimpa kita ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Mungkin sahabat semua pernah mengalaminya, usaha dan ikhtiar pun telah kita maksimalkan, tapi apa daya hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan.

Boleh jadi kita akan kecewa, menyesali diri, atau bahkan lebih ekstrem lagi ada yang sampai berprasangka buruk atas ketentuan Allah pada kita, ungkapan-ungkapan kekecewaan, keluhan sering kali meluncur dari lisan-lisan kita, kita beranggapan bahwa Allah tidak Adil, Allah tidak menyayangi kita karena hasil yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Semoga kita semua terhindar dari sikap yang demikian. Sadarkah bahwa Allah lebih mengetahui skenario yang terbaik bagi hamba-hambaNya. Yang skenario itu mungkin tidak akan bisa dijangkau oleh akal pikiran kita, kita baru tersadar ketika hari telah berganti, waktu telah berlalu, ternyata hal yang terjadi pada kita mengandung berbagai hikmah yang luar biasa, ternyata kita baru sadar bahwa itulah yang terbaik bagi kita.

Sekali lagi Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hambaNya, akal manusia sangatlah terbatas, tidak mampu mengungkap seluruh hikmah dari ketentuan Allah, boleh jadi apa yang kita inginkan, apa yang kita cintai, apa yang kita sukai ternyata itu buruk bagi kita, begitu juga sebaliknya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman:
كُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّـكُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْن
َ"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)

Kita sebagai manusia memang mempunyai suatu rencana, Akan tetapi Allah-pun punya rencana lain untuk kita, rencana yang terbaik buat kita, walaupun mungkin kita menganggapnya itu sebuah musibah ataupun hal yang tidak kita sukai, tetapi sekali lagi, akal manusia, nalar kita sering dihadapkan akan keterbatasan-keterbatasan yang tidak mampu mengungkap hikmah dibalik itu semua.

Wahai sahabat perisai mukmin, kita harus senantiasa siap menghadapi itu semua, mengkondisikan diri kita terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di luar perkiraan dan harapan kita. Tugas kita hanyalah menyempurnakan ikhtiar, berdoa, lalu bertawakal kepada Allah, hasil Allah lah yang menentukan.

Boleh jadi Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan sekarang tetapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan, Allah lebih mengetahui kebutuhan hamba-hamba-Nya. Sahabat, itulah yang harus kita yakini bahwa semua yang terjadi adalah ketentuan terbaik dari Allah sehingga apapun yang terjadi hati kita senantiasa Ridha dan ikhlas serta lapang dada atas ketentuan Allah.

SahabatKu sekalian, memang dalam keinginan tak semudah kita berkhayal, berbuat tak semudah keinginan berbicara terwujud, akan tetapi sahabat marilah senantiasa kita berupaya dengan sungguh-sungguh agar kita senantiasa ridha dan ikhlas serta lapang dada atas segala ketentuan Allah SWT kepada kita, sehingga kita terhindar dari prasangka-prasangka buruk terhadap Allah, yang itu merupakan sebuah perbuatan dosa yang akan mengotori jiwa-jiwa kita

Sahabat Perisai mukmin, apapun yang terjadi semoga kita senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah untuk Ridha dan Ikhlas menerima ketentuanNya, karena Sesungguhnya Allah Lebih tahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya.

SEBUAH KISAH UNTUK MENJADI RENUNGAN
========================================
Ada seorang penjual Tahu, Setiap hari ia selalu menjual dagangannya ke pasar, Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya, dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah.

Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris. Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.

Pada suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba-tiba ia terpeleset kecemplung sawah, semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan!. Jangankan untung, modal pun buntung.!.

Mengeluh ia kepada Tuhan, bahkan "MENYALAHKAN" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini..? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi. Akhirnya ia pun pulang dan tidak jadi berdagang.

Tapi dua jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yang setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya ia satu-satunya calon penumpang yang selamat, "Gara-gara" TAHU-nya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang dan membawa pulang tahu-tahunya yang sudah remek dan hancur tadi.

Sorenya ada seorang peternak Bebek mencari dia dan yang hendak membeli tahu untuk makanan bebekNya. Namun anehnya peternak bebek itu mencari tahu yang rusak/hancur hanya untuk campuran makanan bebekNya saja. Secara spontan bapak itu menangis bahagia karena tahuNya yang remek dan telah hancur dibeli semua oleh peternak bebek tersebut.

SahabatKu, Doa kadang tidak harus di kabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh ALLAH SWT dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang dimintaNya. Allah SWT Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri.

Karena itu, janganlah jemu dan putus asa dalam berdoa, Juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk dan menyalahkanNya, Allah MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG, Dia tidak akan menyengsarakan setiap HambaNya!.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Ingat!!, Tuhan Maha Mengetahui, sedang manusia tidak mengetahui”.

“Jika Tuhan menjawab Doamu, Ia sedang menambahkan imanmu. Jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranMu. Jika Ia tidak menjawab Doamu, Ia sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu.”

Semoga bisa menjadi renungan untuk kita semua untuk selalu khuznudzon kepada Sang Pemilik Alam Semesta Raya ini, dan Mensyukuri segala apa yang telah dicurahkanNya. Aamiin Birohmatika Yaa Arhamar-rohimiin.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM.

KISAH SEORANG ANAK YANG BERTANYA TENTANG SHALAT

Ada seorang anak yang bertanya : "Ayah apakah sholat itu wajib".
Lalu aku menatap anakKu sambil bertanya apakah mereka sedang mengujiKu.

Lalu aku jawab pada mereka sambil tertawa kecil, "Tidak..", mereka heran dan nampak sekali alis mata mereka berkerut.

"Ayah bukankah sholat itu wajib bagi seluruh kaum muslimin". Benarlah dugaanku, mereka mengujiku, hehe.

Kukatakan pada mereka: "Wahai anakku sholat itu tidak wajib, tapi keperluan jika engkau adalah seorang hamba, tetapi jika engkau seorang muslim sholat itu adalah wajib yang telah ditentukan waktunya".
Sang anak bertambah heran-Nya, dia mengatakan: "Apa beda diantara keduanya".

"Wahai anakku dengarkanlah, seorang muslim sholat adalah tuntunan agama-Nya dan berkewajiban seorang muslim untuk sholat sebagaimana yang telah diajarkan islam kepada kita, maka engkau mengerjakan sholat.

Engkau takut akan hukuman karena orang yang tidak mengerjakan sholat itu adalah dosa dan seorang pendosa itu di akherat kelak tempatnya adalah Neraka tiada pembalasan yang lebih pedih dan hina daripada masuk Neraka, kadang engkau mengerjakannya karena engkau ingin dapat PAHALA, dengan banyaknya pahala engkau akan masuk kedalam surga, tiada balasan di akherat kelak yang lebih baik dan terpuji kecuali masuk ke dalam SURGA.

Seorang hamba sholat merupakan cara dia untuk menjumpai Tuhan-Nya, dimana dia akan mengadu segala Aib dan kelemahan-Nya, tanpa Tuhan-Nya hamba itu tiadalah memiliki arti apa-apa, dia hanyalah seonggok tulang yang dilapisi daging, dia sadar hamba itu lemah, bodoh, fakir dan miskin. Dengan kebodohannya, kefakirannya, juga kelemahannya sebab itulah ia butuh Tuhan. Hanya dengan sholat cara yang paling dekat dengan Tuhannya.

Buah dari pendekatan kepada Tuhannya itu tidak lagi pahala yang ia rasakan, tetapi taat kepada perintah Tuhan-Nya, tiada melalaikannya, tiada lagi keterpaksaannya akan menjalankan perintah, ia sadar apapun yang ia miliki hari ini tidak lain hanya kepunyaan Tuhannya, hartanya, jabatannya, bahkan apa yang ada pada dirinya, seperti akal, tenaganya, keahliannya, maupun kepintaraannya, dia sangat sadar kalau kelak jabatannya akan hilang, dia sadar hartanya akan diwarisi orang, akalnya tak berfungsi lagi, tenaganya akan lenyap.

Kapan.??, saat ia telah menjadi mayat, sebelum masa itu datang buru-buru ia menyempatkan diri untuk taat dan tunduk pada Tuhan-Nya, ketika ia punya jabatan dilaksanakan seperti apa yang diperintahkan, juga pada hartanya, akalnya dll.

Ia gunakan secara layak hanya mencari keridhoan Tuhannya, Mumpung ketika segala amanah ini masih belum diambil oleh yang punya.

Wahai anakku, ketika engkau dapati sholat adalah kewajiban, maka menyegerakanlah dirimu untuk menyempurnakan tentang tata cara dan hukumnya, tentang adab dan tempatnya, begitu juga hendaknya pada kewajiban-kewajiban lainnya.

Jika engkau mendapati sholat adalah keperluan maka itulah hikmah dari sholatmu maka menyegerakankanlah engkau akan memperbaiki akhlakmu, tiada lagi bangga diri, tiada lagi ketamakan, segeralah menuju pada akhlak yang mulia.

Wahai anakku, tiadalah engkau mengaku rumahmu bersih sementara engkau membuang sampah rumahMu sekedarnya saja, walau seberapa hebatnya pengetahuan dan pengakuanmu tentang kebersihan itu, tentulah tidak sesempurna ketika engkau teliti dan rapi dalam membersihkan rumahmu, tak perlu engkau mengatakan pada semua orang rumahmu bersih, orang lainpun akan mengetahuinya melalui apa yang telah engkau kerjakan.

Begitulah ikhtibarnya wahai anakku, tiadalah engkau dapati hal yang kedua ketika engkau mengabaikan yang pertama, sempurnakan yang pertama maka yang kedua akan menyertaimu dengan baik.

Kebaikan yang palsu adalah perangai yang dibuat-buat, sedikit diuji maka ia akan kembali pada titik awalnya.

Wahai anakku, bukannya engkau diwajibkan berbuat baik tetapi engkau telah merasakan hikmahnya berbuat baik, juga bukannya engkau menjauhi perbuatan buruk tetapi engkau merasakan hikmahnya perbuatan buruk, jika engkau dapati kebaikkanmu dibalas orang dengan kejahatan tiadalah menggusarkan hatimu, tiadalah engkau membalas keburukan dengan keburukan, karena hatimu telah menemukan hikmah dari kebaikan itu, bukan pada orang lain tetapi pada diri sendiri, setiap kebaikan akan bisa dirasakan hikmahnya apabila hati kita telah menjadi baik.

Ketika engkau dapati hikmah didalam setiap kelakuanMu tentulah engkau tidak ingin menjadi orang yang merugi, karena setiap kejelekan tentulah akan menyengsarakan diri sendiri, tiadalah engkau dapati kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup, meski dengan jabatan yang tinggi ataupun harta yang melimpah.

Sementara orang yang mengejar jabatan tinggipun, mengumpulkan harta yang banyak tujuan akhirnya tentulah kebahagian dan ketentraman, sementara, tiadalah ketentraman dan kebahagiaan itu sempurna engkau rasakan kecuali engkau mengikuti segala kebaikan, cinta kasih pada sesama, taat akan perintah Tuhan-Mu, tunduk pada ajaran Nabimu.

Wahai anakku, dengan begitu tentu engkau akan membuang segala keburukan seperti engkau membuang kulit kacang, sangat menyesal apabila engkau memungutnya kembali karena akan menyusahkanMu sementara dia tiada memiliki manfaat apa-apa melainkan kemudharatan saja.

Sempurnakan RUKUN ISLAM sebagai kewajibanMu, dan sempurnakan juga RUKUN IMAN menjadi landasannya.

Kitalah sebagai manusia yang membutuhkan Allah sebagai tempat memohon segala Doa dan Harapan kita.

Di saat kesulitan melanda, di saat hati telah merasa putus asa, yang diharap hanyalah pertolongan Allah. Hamba hanyalah seorang yang fakir. Sedangkan Allah adalah Al-Ghoniy, Yang Maha Kaya, yang tidak butuh pada segala sesuatu. Bahkan Allah-lah tempat bergantung seluruh makhluk.

Sebagaimana dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
“Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Dalam ayat yang mulia ini, Allah SWT menerangkan bahwa Dia itu Maha Kaya, tidak butuh sama sekali pada selain Dia. Bahkan seluruh makhluklah yang sangat butuh padaNya. Seluruh makhluk-lah yang merendahkan diri di hadapan-Nya.

Semoga bermanfaat kisah ini sebagai renungan kita. Aamiin yaa robbal aalamiin.

ALLOHUMM SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM.