TAYAMMUM

tayammum
Rekan-rekan QumMania, biasakanlah untuk bertayamum 7x setiap hari guna membersihkan najis diri. Mudah-mudahan dengan melakukan tayamum bisa membersihkan diri dan memudahkan ngeQum. Niat tayamumnya bukan untuk mengerjakan sholat tapi untuk membersihkan diri


Niat-nya seperti berikut :
"Aku niat melakukan tayammum untuk membersihkan najis diri karena Allah ta'ala".

Dengan melakukan tayamum maka liang lahat akan mengenal kita dan juga bisa menjadikan kita akrab dengan bumi. Setiap kali tayamum hadiahkan Al-Fatihah ke masing-masing pemuda ashabul kahfi.

1. Tamlikho
2. Maktsalina
3. Matslina
4. Marnusy
5. Dabarnusy
6. Syadzanusy
7. Kafsyathothoyusy


Setelah tayamum 7x ditutup dengan wudhu. Kenapa bertayamum sampai 7x, karena memang dianjurkan najis diri kita harus disucikan dengan 7 tanah lapis bumi.Di hari kiamat nanti banyak manusia yang kepalanya akan diserupakan dengan kepala anjing, minimal kita menjadi anjing Qitmir.

Tubuh jasmani manusia tercipta dari bahan baku tanah, dengan bahan baku tanah ini pula kita pakai untuk membersihkan najis diri, manusia selain memiliki dosa diri juga mempunyai hadas diri dan najis diri. Bila dihari kiamat nanti kita diserupakan dijadikan berkepala anjing. Mudah-mudahan kita menjadi golongan anjing seperti qitmir yang masuk surga.

Kisah Syaikh Abu Yazid Al Bustami dan Seekor Anjing
Pada suatu hari Abu Yazid sedang menyusuri sebuah jalan, ketika itu seekor anjing berlari-lari di sampingnya. Melihat hal itu Abu Yazid segara megangkat jubahnya, tetapi anjing itu berkata, “Tubuhku kering dan aku tidak melakukan kesalahan apa-apa. Seandainya tubuhku basah, engkau cukup mensucikan dengan air yang bercampur tanah tujuh kali. Selesailah persoalan diantara kita.Tetapi apabila engkau menyingkirkan jubah sebagai seorang Persi yang sombong dirimu, tidak akan menjadi bersih walau engkau membasuhnya dalam tujuh samudera”.

Abu Yazid menjawab: “Engkau kotor secara lahiriah, tetapi aku kotor secara batiniah. Marilah kita bersama-sama berusaha agar kita berdua menjadi bersih”.

Anjing itu menyahut,: “Engkau pantas untuk berjalan bersama-sama dengan diriku dan menjadi sahabatku. Karena semua orang menolak kehadiranku dan menyambut kahadiranmu. Siapa pun yang bertemu denganku akan melempariku dengan batu tetapi siapa pun yang bertemu denganmu akan menyambutmu sebagai raja di antara para mistik. Aku tidak pernah menyimpan sepotong tulang tetepi engkau memiliki sekarung gandum untuk makan esok hari”.

Abu Yazid berkata :
”engkau tidak pantas berjalan bersama seekor anjing ! Bagaimana aku dapat berjalam bersama Dia Yan Abadi dan Kekal ?, Maha Besar Allah yang telah memberi pengajaran kepada yang mulia diantara makhlu-Nya melalui yang terhina di antara semuanya “.

Syaikh Abu Yazid Al Bustami Dan Seekor Anjing (2)
Suatu hari Abu Yazid berjalan-berjalan dengan beberapa orang muridnya. Jalan yang sedang mereka lalui sempit dan dari arah yang berlawanan datanglah seekor anjing. Abu Yazid menepi ke pinggir untuk memberi jalan kepada binatang itu. Salah seorang muridnya, tidak menyetujui perbuatan Abu Yazid ini dan berkata:

”Allah Yang Maha Besar yang telah memuliakan manusia di atas segala makhluk-makhluk-Nya. Abu Yazid adalah raja diantara kaum mistik’, tetapi dengan ketinggian martabatnya itu, dia beserta murid-muridnya yang taat masih, memberi jalan kepada seekor anjing. Apakah pantas perbuatan seperti itu ?”.

Abu Yazid menjawab:
”Anak muda, tadi secara diam-diam anjing itu telah berkata kepadaku, “Apa dosaku dan apakah pahalamu pada awal kejadian sehingga aku berpakaian kulit anjing dangan engkau mengenakan jubah kehormatan sebagai raja di antara para mistik ?”.

“Begitulah yang sampai ke dalam pikiranku dan karena itulah aku memberikan jalan kepadanya”.

Al-hallaj dan anjing hitam
Suatu hari seorang syaikh sufi yang terkenal keshalihan nya pergi menemui para muridnya di pesantren.Ia kemudian memerintahkan sesuatu kepada seorang murid.

"..... Pergilah ke pinggiran kota, carilah seorang musafir bernama AL HUSAIN IBNU MANSHUR AL HALLAJ, sampaikan salam dariku dan mintailah berkah serta nasehat. Sesungguhnya dia seorang wali (kekasih) ALLAH yang utama dan bergegaslah, bisa jadi ia tidak lama singgah di kota ini..."

Tak seberapa lama kemudian, sang murid pun pergi menuju tempat yang di tunjuk kan gurunya. Setelah mencari kesana kemari, bertemulah ia dengan sang musafir. Ternyata Al Hallaj hanyalah seorang lelaki berpakaian serba kumuh dan sedang makan roti kering bersama 2 ekor anjing hitam.

Melihat hal itu, sang murid pun merasa tidak senang dan langsung kembali tanpa berkata apapun. Setiba di pesantren,ia pun segera menghadap sang guru.

"...Bagaimana? Apakah engkau sudah bertemu dan meminta nasehat dari Al Hallaj.... ??" tanya syaikh.

"..sudah Tapi ternyata Al Husain itu hanyalah seorang pengemis biasa dan ia pun makan bersama anjing hitam, bagaimana mungkin orang seperti itu adalah wali Allah yang utama ...??" murid menjawab sambil mengutarakan pendapatnya.

Mendengar penjelasan murid, sang syaikh manggut-manggut dan tersenyum. Ia pun menepuk pundak murid nya dan berkata : "....wahai, anak ku ! Tidak tahukah bahwa engkau telah mendapat perkataan dari Al Husain ?? Sesungguhnya orang semulia dia, anjing hitam nya telah bebas ia tuntun di luar dirinya dan hanya di beri makan remah roti kering, Tapi orang-orang seperti kita, memiliki anjing-anjing hitam di dalam diri kita yang bebas liar berbuat sesukanya, makan semua makanan yang paling baik, Inilah perbeda'an kita dengan dia (hallaj) ,nak....." syaikh berkata dengan nada sedih.

Bila anjing-anjing hitam didalam diri kita belum bisa kita tuntun keluar dari diri kita maka minimal kita mensucikan najisnya dengan cara melakukan tayamum sebanyak 7x dalam satu hari.

Salam QumMania
By. Anjen Elwintoro

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar