MENGKAJI SIAPA MALAIKAT ARHAM Part 5

rumah masa depan
Ulama sufi berkata: "jika dirimu mengetahui tempat letak keberadaan malaikat Arham didalam dirimu maka dirimu akan mengetahui kapan dirimu akan mati dan dimana kamu akan mati".

Dari Muhammad bin Sulaiman Al-Dailami dari ayahnya dari Abu Abdillah as berkata, "Abdullah bin Qais Al-Mâshir datang kepada Abu Ja'far as, lalu dia berkata, 'Kabarkanlah kepadaku tentang mayyit, mengapakah dimandikan dengan mandi janabah..?'

Maka berkatalah Abu Ja'far as kepadanya, 'Aku tidak mengabarkan kepadamu.'

Lalu dia keluar dari sisinya dan kemudian dia berjumpa dengan sebagian para pengikut (Abu Ja'far as), lalu dia berkata, 'Aneh bagi kalian ini wahai para pengikut setia (Abu Ja'far), kalian mengikuti orang ini dan kalian taat kepadanya, dan kalaulah dia menyeru kalian untuk mengabdi kepadanya niscaya kalian memenuhinya. Sungguh saya telah bertanya kepadanya mengenai satu persoalan, tetapi dia tidak memberikan jawaban.

Tatkala pada tahun berikutnya dia datang lagi kepadanya, lalu dia bertanya tentang masalah itu, tetapi beliau berkata, 'Saya tidak akan menceritakan kepadamu.'


Maka berkatalah 'Abdullah bin Qais kepada seorang lelaki dari sahabatnya, 'Pergilah kamu kepada para pengikut lalu sertailah mereka dan tampakkanlah pada mereka kepemihakan kepada mereka dan laknatku dan ketidak berpihakkanku dariku, maka apabila waktu haji telah tiba datanglah kepadaku sehingga saya menyerahkan kepadamu apa yang dengannya kamu berhaji dan mintalah kepada mereka supaya mereka membawamu kepada Muhammad bin 'Ali (Abi Ja'far as), dan apabila kamu sudah berada di sana maka tanyakanlah tentang mayyit mengapakah dimandikan dengan mandi janabah.

Maka pergilah lelaki itu kepada para pengikut (nya), maka dia bersama mereka sampai tiba musim haji, lalu dia memperhatikan ajaran orang-orang itu dan dia menerima dengan penerimaannya.

Ibnu Qais menyembunyikan urusannya karena khawatir dilarang haji, maka tatkala haji tiba, dia mendatanginya, lalu dia memberinya hajjah dan dia keluar, ketika dia berada di Al-Madînah, berkatalah para sahabatnya kepadanya, tinggallah kamu di rumah sehingga kami menyebutkanmu kepada beliau, dan kami memintanya supaya dia memberi izin kepadamu,

Ketika mereka datang ke Abu Ja'far as, dia bertanya, "Mana sahabat kamu itu, apakah kalian telah menyadarkannya..?"

Mereka berkata, 'Kami tidak tahu bahwa dia setuju kepadamu dari hal ajaran itu."

Maka beliau menyuruh sebagian yang hadir untuk membawanya. Tatkala dia datang beliau berkata kepadanya, "Selamat datang bagaimana menurutmu sekarang.

dia berkata, 'Wahai putra Rasulullah, saya tidak apa-apa.'

Beliau berkata, 'Ibadahmu pada hari itu lebih enteng dari ibadahmu pada hari ini, sebab kebenaran itu berat dan Syai-thân diserahkan kepada para pengikut kami, dan semua manusia yang lain telah mencukupinya bagi diri-diri mereka, sesungguhnya aku akan mengkabarkan kepadamu wahai Ibnu Qais sebelum engkau bertanya kepadaku tentangnya, dan aku menjadikan perkara dalam pengetahuannya akan dia kepadamu, jika kamu mau kamu menceritakannya, dan jika kamu mau kamu tidak menceritakannya, sesungguhnya Allah yang maha tinggi telah menciptakan para (malaikat) pencipta, maka apabila Dia menghendaki untuk menciptakan suatu ciptaan (jasad manusia) Dia perintahkan mereka, lalu mereka mengambilnya dari tanah yang Dia berfirman di dalam kitab-Nya, Darinya Kami menciptakan kamu dan padanya Kami mengembalikan kamu dan darinya Kami mengeluarkan kamu pada kali yang lain.

Maka Dia mencampurkan nuthfah dengan tanah tersebut yang Dia menciptakan darinya setelah Dia menempatkannya di dalam rahim selama empat puluh malam, maka apabila telah sempurna baginya empat bulan, mereka (para malaikat) berkata, 'Wahai Rabbi, kami menciptakan apa?' Maka Dia memerintahkan mereka dengan apa yang Dia kehendaki laki-laki atau perempuan, berkulit putih ataukah berkulit hitam.

Maka jika ruh telah keluar dari badan (meninggal), keluarlah nuthfah (sperma) ini darinya baik dari yang kecil maupun dari yang besar, laki-laki maupun perempuan, oleh sebab itulah mayyit dimandikan dengan mandi janabah.

Orang itu berkata, 'Wahai putra Rasulullaah tidak, demi Allah, aku tidak menceritakan hal ini kepada Ibnu Qais Al-Mâshir untuk selamanya.'

Maka beliau berkata, "Itu terserah kepadamu".

Dari Harun bin Hamzah dari sebagian sahabat kami dari 'Ali bin Al-Husain as berkata, "Sesungguhnya makhluk tidak mati sehingga keluar nuthfah (sperma) darinya yang dia telah diciptakan darinya (ia keluar) dari mulutnya atau dari matanya."

Salam QumMania
By. Anjen Elwintoro

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar