MENGKAJI SIAPA MALAIKAT ARHAM Part 3

Detik-detik wafatnya Rasulullah SAW
-------------------------------------------------
Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril.

“Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW.

Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

“Bolehkah saya masuk..?” tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku..?”.

“Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.

Rasulullah SAW. tahu bahwa diperintahkan kepada Izrail, jika Rasulullah menolak untuk diambil Nyawanya maka Rasulullah boleh mengusir Izrail.

Maka keluarlah kalimat dari Beliau bahwa beliau belum berkenan Dicabut Nyawanya, sebelum Beliau bertemu Malaikat Jibril Alaihi Sholatu Wassalam.

“Ya Izrail aku belum Ridho kau ambil Nyawaku sebelum kau Hadirkan Jibril dihadapanku”

ini menyalahi aturan, kematian Rasulullah SAW tidak Lazim, Harusnya tidak boleh Izrail menghadap orang yang akan Dicabut Nyawanya kecuali ditemani Malaikat Jibril dan ini sudah ada di Hadist.

Rasulullah SAW peernah bersabda : “Tidak ada satupun diantara kalian apakah muslim atau kafir, kecuali kau meninggal Dunia dengan didatangi Malaikat Jibril dan Izrail.

Kenapa perlu malaikat Jibril itu datang..?
Rasulullah meriwayatkan, Malaikat Jibril pun tidak datang sendiri melainkan dengan tiga Kelompok Kematian”

Bukan hanya satu tapi ada tiga kelompok kematian, Izrail hanya tingga eksekusi ketika tinggal di tenggorokan.

Bukan Izrail yang mengerjakan, selama ini kita beranggapan bahwa Izrail yang mengerjakan semua tapi tidak, melainkan tiga kelompok kematian.

Kelompok yang pertama mengeksekusi dari jempol kaki hingga ke lutut. Dimatikannya saraf-saraf kita satu persatu, malaikat yang kedua melanjutkan mencabut nyawa dari lutut hingga ke pusar, selesai kemudian malaikat ketiga mencabut Nyawa dari pusar hingga tenggorokan. Barulah Malaikat Jibril dan Izroil mengeksekusi dari tenggorokan.

Izrail mempersilahkan Jibril untuk maju terlebih dahulu,untuk apa...?

Rasulullah Saw. Berkata kalau yang didatangi ini adalah suami yang menyayangi istrinya, memberi rizki dengan jalan yang halal, taat dia beribadah sholatnya tekun, senang dia meminta ampun kepada Allah.

kalau yang didatangi adalah seorang anak yang taat kepada orang tuanya patuh kepada gurunya dia jaga Sholatnya dia keluarkan zakatnya dia cari jalan-jalan Rizki yang halal disisinya,.

kalau yang dia datangi adalah seorang istri yang menjaga aib suaminya, menjaga kehormatan suaminya, pokoknya Kata Rasulullah kalau yang didatangi ini adalah orang yang sholeh. Maka Jibril akan mendatangi Si Fulan yang mau meninggal dunia ini dari sisi kanan.

Kemudian Jibril mengepakan sayapnya yang kanan dan tampaklah Surga yang bertingkat-tingkat disana. Saking senangnya orang itu kata Rasulullah Saw. Orang ini tidak dapat mengatakan sepatah katapun, tidak bisa ingat dengan siapapun dan kemudian memutihlah dan bersinarlah wajahnya karena saking bahagianya. Subhanallah.

Sebaliknya kalau yang didatangi adalah orang-orang yang durhaka, suka meninggalkan Sholat suka berbohong suka berjudi main perempuan mencuri dan belum Bertaubat kepada Allah Swt. Sebelum dia mati maka Jibril akan mendatanginya dari sebelah kiri dan Mengepakan sayapnya yang sebelah kiri. Dan di Neraka lah mereka tinggal.

Bedanya saat mencabut Nyawa Rasulullah Jibril tidak datang, kemanakah dia...?

Karena tidak perlu lagi dia mengepakan Sayapnya sudah jelas tempat Rasulullah adalah di Surga yang terbaik, tapi dimanakah Jibril bukankah seharusnya dia turun bersama Izrail.

Memang dia turun bersama dengan Izrail dari Baitul Makmur tetapi di langit yang Pertama Dia bilang kepada Izrail “Teruskan ya Izrail aku tidak tega melihat kau mencabut orang yang paling aku cintai.

Tapi karena Rasulullah menginginkan kehadiran Jibril akhirnya Izrail kembali lagi menuju langit yang pertama mengundang Kembali Jibril untuk datang menjemput Rasulullah.

Begitu sampai Jibril bertanya kepada Rasulullah “ Ada apa Ya Rasulullah engkau memanggilku....?”

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah..?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu”
kata malaikat Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini..?” Tanya malaikat Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak..?” tanya Rasulullah.

Wahai Jibril aku belum Ridho kau cabut Nyawaku sebelum aku tahu bagaimana Nasib Umatku sepeninggal Diriku“

Jibril menjawab “Itu bukan Hakku ya Rasul Ijinkan Aku kembali dulu nanti akan kukabarkan jawaban dari Allah “.

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.

Barulah kemudian keluarlah Hadist dari Rasulullah Bahwa kita Umatnya akan selamat kalau kita memegang Kitabullah dan memegang Sunnahnya Rasulullah.

Barulah kemudian Rasulullah menjawab “ Saya Ikhlas dan Ridho dicabut Nyawanya “.

Kemudia Rasulullah balik kanan dan Izrail pun bekerja langsung bukan diwakili oleh yang lain.

Begitu Izrail bekerja mengambil Nyawa Rasulullah Jibril memalingkan Mukanya kekanan, dan ditanyalah Jibril oleh Izrail.

“Kenapa wahai engkau Jibril, Mengapa kau Memalingkan Mukamu..? “

Jibril menjawab “Teruskanlah saja, Aku tidak tega melihat kau Mengambil Nyawa Orang yang paling aku Cintai“

Ketika Izrail mencabut Nyawa Rasulullah dari ujung kaki.

Rasulullah berkata “Umatku Umatku Umatku“

Rasulullah SAW tidak menyebut Ibunya, Istrinya atau Keluarganya. Tapi Baginda Rasulullah menyebut kita Semua “Umatku Umatku Umatku“

Sampai di lutut Rasulullah SAW masih menyebut kata yang sama. Seolah-olah Rasulullah juga ingin mengatakan kepada kita “Bagaimana Nasibmu nanti..?”.

Begitu sampai di pusar / begitu sampai di pinggang kalimat Beliau ganti “Asholat Asholat Asholat“.

Dari Pusar ke tenggorokan Beliau mengatakan “Alaikum Bissholat Alaikum Bissholat Alaikum Bissholat“

Sampai di tenggorokan mestinya Rasulullah SAW tidak bisa berkata lagi seperti yang Beliau katakan bahwa tak akan ada lagi manusia yang bisa berbicara.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”.

Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”.

Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.

Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotul maut Seluruh umat Nabi Muhammad sudah dilimpahkan kepada Sayyidina Muhammad.


Salam QumMania
By. Anjen Elwintoro

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar