MAKAM SYEKH SULTAN MAULANA HASANUDIN BANTEN

Sultan Maulana Hasanuddin banten
Masjid Agung Banten didirikan pertama kali pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin pada tahun 1566, atau tanggal 5 Zulhijah 966 H. Masjid Agung ini terletak di sebelah barat alun-alun Banten, di atas lahan seluas 0,13 hektar. Pembangunan masjid kemudian dilanjutkan pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf.

Bangunan induk masjid ini berdenah segi empat dengan atap bertingkat bersusun 5 atau dikenal dengan istilah atap tumpang, pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan dan sebagai menara pandang ke lepas pantai. Selain itu terdapat pula bangunan tambahan yang terletak di selatan masjid yaitu Tiyamah (Paviliun) dan pada zaman dahulu berfungsi sebagai sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi mengenai keagamaan. Ribuan peziarah dari berbagai daerah sering datang mengunjungi masjid ini, karena terdapat komplek makam para Sultan Banten dan keluarganya, seperti Makam Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Abdul Mufachir Muhammad Aliyudin, dan lain-lain. Para peziarah yang datang berdoa dan membaca tahlil yang dipandu juru kunci dari kerabat kesultanan. Usai bermunajat, beberapa peziarah ada yang memasuki ruang makam untuk melihat pusara sultan, di antaranya Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan An-Nasr Abdul Kahar, dan kerabat sultan lainnya.
masjid agung banten lama
Kesultanan Banten banyak meninggalkan jejak sejarah yang kuat di Provinsi Banten. Berbagai situs peninggalan kerajaan Banten masih dapat dijumpai di beberapa titik di kawasan Banten. Seperti terdapat di kawasan Banten Lama, Serang, makam raja-raja Banten masih ada dan ramai dikunjungi masyarakat. Ada tiga lokasi pemakaman raja-raja Banten yang terletak di Kasunyatan, Desa Banten, dan Kenari. Makam-makam tersebut kerap digunakan peziarah dari berbagai tempat sebagai termpat berdoa kepada Tuhan, untuk memohon keselamatan bagi diri peziarah. Pemakaman di kawasan Kesunyatan sendiri merupakan sebuah kompleks pekuburan keluarga raja yang berisi makam Sultan Maulana Yusuf, cucu dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Djati, pendiri Kesultanan Banten. Makam Sultan Maulana Yusuf inilah salah satu lokasi yang disinggahi Ratu Atut menjelang gelaran Pilkada. Di dalam kompleks makam, selain makam sang raja, terdapat pula makam dari ajudan-ajudan raja dan keturunan-keturunannya.
MAKAM SYEKH SULTAN MAULANA HASANUDIN BANTEN

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar