MAKAM KERAMAT HABIB KUNCUNG JAKARTA

gubah maqom habib kuncung kalibata
Wisata ziarah ke maqom para waliyullah di jakarta tidak lengkap rasanya bila anda belum mengunjungi maqom Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung) yang terletak di Jln. Rawajati timur II No.70 Rt.03/Rw.08 Kelurahan Rawajati, Kec. Pancoran, Kalibata Jakarta selatan. Para pengamal AWMU pasti akan berziarah dan wiridan ditempat ini.

Waliyullah dengan segala karomah yang dimiliki selama hidup hingga beliau berpulang ke rahmatullah. Kurangg lebih 85 tahun sudah usia maqom  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung), dan tidak pernah sepi dikunjungi para peziarah. Sejak beliau meninggal di tahun 1926 hingga sekarang 2017, pesona dan rahmat Allah kepadanya masih tetap terpancar dan mengundang kedatangan para peziarah dari seluruh wilayah indonesia untuk berziarah berkali-kali ditempat tersebut.
Masjid a-taubah makam habib kuncung
Mengunjungi maqom waliyullah  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung) kita akan disambut dengan sebuah bangunan Masjid agung yang memiliki pesona luar biasa yaitu Masjid At-Taubah. Konon masjid ini berdiri lebih tua daripada maqom  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung).
makam Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad

Ketika berkunjung ke maqom  Habib Kuncung, saya menjumpai Bpk. Hasan Al-Haddad, cucu dari Abdullah Al-Haddad. Bpk. Hasan Al-Haddad adalah penjaga makam  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung), dan makam keluarga abdullah bin Ja'far Al-Haddad. Letak makam Al-Habib Abdullah Al-Haddad adalah disebelah kiri makam Al-Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad  (Habib Kuncung).

Melalui Habib Hasan Al-Haddad diketahui bahwa maqom  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung) ini ramai di kunjungi sejak beliau wafat, tidak ada yang memungkiri kewalian dari  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung), dan dari mulut ke mulut karomah dari Habib Kuncung ini kian tersebar, sehingga banyak peziarah yang datang dari berbagai daerah dan datang siang maupun malam silih berganti.
Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad Habib Kuncung
Salah satu cerita mengenai karomah Habib Kuncung, Habib Hasan Al-Haddad menceritakan bahwa ketika Habib Kuncung hendak naik kereta, tetapi oleh petugas kereta yang kala itu adalah orang belanda, beliau dilarangan naik. Alasannya adalah karena Habib Kuncung tidak menggunakan pakaian yang bagus selayaknya orangnya yang naik kereta. Ketika hendak diberangkatkan mesin kereta tidak mau di hidupkan, petugas kereta pun mengetahui perihal karomah Habib Kuncung, lalu tanpa melihat pakaian yang ia pakai  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung) dipersilahkan naik kereta dan mesin kereta pun dapat di hidupkan.

Menurut Habib Hasan Al-Haddad, Habib Kuncung selalu hidup berpindah-pindah, tidak ada yang dapat memastikan Habib Kuncung menetap disatu tempat tertentu, beliau hadir dan pergi sesukanya. Habib Kuncung sering muncul di majelis ulama kalangan Habaib di jakarta yang dipusatkan di kediaman Habib Ali Al-Habsyi Kwitang Jakarta. Nama beliau dikenal di masyarakat bogor, karena banyak menghabiskan waktu disana di rumah gurunya yaitu Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas. Sebutan "Kuncung" yang menjadi gelarnya juga berasal dari bogor, masyarakat disana menyebutnya seperti itu karena beliau selalu mengenakan topi kuncung.

 Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung) dikenal dengan sikap "Aneh" menurut manusia awam, akan tetapi menurut bahasa kewalian sikap tersebut adalah sikap "MAJEDUB", dimana bertindak sesuai dengan adanya. Oleh sebab itu masyarakat mengenal Habib Kuncung sebagai pribadi yang terhormat dan shaleh. Hal-hal yang dilakukannya merupakan salah satu bentuk ketawadhuan dan sikap rendah hati, beliau tak pernah mau menerima hadiah, baik uang maupun pakaian, beliau hanya ingin dapat tampil seperti biasa dan apa adanya. Sekalipun begitu tak ada orang yang meragukan kapasitas  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung) sebagai waliyullah yang Majdub atau disebut juga dengan ahli Darkah, maksudnya disaat orang dalam kesulitan dan sangat memerlukan bantuan maka beliau muncul dengan tiba-tiba.

Salah satu ritual yang dilakukan peziarah di maqom  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung) adalah meminum air karomah yang disediakan di gentong persis didepan maqom Habib Kuncung, ketika saya minum air tersebut rasa airnya adalah tawar seperti air mineral pada umumnya. Yang menyebabkan air tersebut sangat spesial adalah gentong tempat penyimpanan air karomah tersebut sudah berusia 85 tahun, dan terus menerus di isi doa oleh para peziarah yang mendatangin areal maqom  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung).
gentong air di areal maqom Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad Habib Kuncung
Berita mengenai  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung), saya mendengar bahwa beliau adalah murid Al-Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Athas Empang Bogor. Kecintaan Habib Kuncung dengan gurunya bagaikan ayah dan anaknya, sehingga dimanapun ada Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Athas, pasti disitu ada Habib Kuncung.

Dikisahkan ketika Habib Kuncung datang ke Empang Bogor bertemu guru beliau, Habib Abdullah bin Mukhsin al-Athas, sewaktu itu Habib Abdullah bin Mukhsin al-athas sedang sarapan pagi, tiba-tiba Habib yang berkharisma tinggi yang bermaqom mulia inipun tersenyum, lalu ditanya oleh murid beliau, Al-Habib Alwi Al-Haddad, "Ada apa dikau tersenyum wahai guruku yang mulia...?"

"Lihatlah ya Alwi, itu Ahmad sedang menari-nari", Seru beliau.
Habib Alwi pun melihatnya seraya beliaupun tersenyum, 

"Apakah kau lihat ya Alwi..?", Seru Habib Abdullah bin Mukhsin al-athas Empang bogor.
"Apa wahai guruku..?" Tanya Habib Alwi.

Beliau menjawab : "Ya Alwi, itu Habib Ahmad menari-nari dengan bidadari".
 Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung)
 Mengenai riwayat  Al-Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad (Habib Kuncung) adalah waliyullah yang memiliki khoriqul a'dah yaitu diluar kebiasaan manusia pada umumnya dan beliau wafat pada usia 93 tahun, tanggal 29 Sya'ban 1345 H (1926 M), Oleh karena itu Habib Kuncung sekaligus termasuk silsilah keilmuan amaliyah wali makhtum, bagi rekan QumMania yang ingin membooster AWMU bisa berziarah ke maqom tersebut dan mengamalkanya ditempat tersebut.


Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar