KUKU ADALAH KULIT KITA YANG SEBENARNYA

cara mengoles minyak wangi di tubuh
Tatkala Allah meniupkan ruh ke tubuh Adam dengan cara memerintahkan ruh tersebut masuk ke dalamnya. Ruh itu masuk dari bagian otak Adam. Lalu, berputar-putar terlebih dahulu di dalam otak tersebut sekitar 200 tahun, selanjutnya turun ke kedua matanya.

Pada saat ruh sampai di kedua matanya, Adam dapat menyaksikan wujud jasadnya yang masih berupa tanah liat kering. Ketika ruh itu sampai di kedua telinganya, Adam mendengar bacaan tasbih para malaikat. Selanjutnya, ruh itu terus turun ke bawah. Kemudian, ketika ruh itu sampai di lubang hidungnya, Adam pun bersin-bersin.

Sementara itu, ruh itu terus turun ke mulut. Pada saat ruh sampai di lidahnya, Allah Swt menuntun Adam mengucapkan kalimat ‘Alhamdulillaah’, Ruh itu pun terus turun ke bagian bawah. Ketika ruh sampai di dadanya, tiba-tiba Adam mencoba untuk berdiri, tetapi dia gagal melakukan. Oleh karena itulah Allah berfirman,”Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” Tatkala ruh sampai di perutnya, Adam mulai merasa lapar dan menginginkan makanan.

Demikian seterusnya. Kemudian, saat ruh telah merasuk ke seluruh bagian tubuh Adam,maka jasad Adam yang sebelumnya berasal dari tanah liat kering itu pun berubah menjadi kesatuan daging, darah, tulang, dan otot-otot. Setelah itu, Allah menutupi (membungkus) jasad tersebut dengan suatu pembungkus yang bahannya terbuat dari sejenis kuku. Hari demi hari, jasad yang terbungkus itu terlihat semakin bagus dan elok.

Beberapa waktu kemudian, Adam melakukan suatu dosa. Allah Swt pun menghukumnya. Pembungkus tubuhnya yang semula berasal dari bahan KUKU diganti menjadi kulit. Namun, masih ada beberapa bagian kecil yang tidak berubah, yaitu pada bagian ujung jari-jemarinya. Hal ini, tidak lain dimaksudkan agar Adam selalu ingat bentuk awal tubuhnya.

Rasulullah SAW bersabda:
Taburkanlah hanuth (pewangi mayat) pada tubuhku. Janganlah kalian tebarkan hanuth pada kafanku.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik wewangian adalah minyak kasturi” (Hadis Riwayat Muslim).

”Ketika aku berjalan di dalam surga, aku berada di sungai yang kedua pinggirnya terbuat dari kubah yang terbuat dari mutiara cekung.

Lalu aku bertanya, ‘Apa ini Jibril..?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah al-kaustar yang diberikan kepadamu.’. Lalu malaikat memukul dengan tangannya, maka kulihat tanahnya adalah parfum dari minyak kasturi.” (HR Bukhari dan Ahmad).

Aisyah binti Abu Bakar berkata, ”Seorang perempuan dari kaum Anshar bertanya kepada Rasulullah mengenai cara mandi sesudah haid,

Rasulullah SAW bersabda, ”Ambillah sedikit kasturi (minyak wangi), lalu engkau gunakan untuk bersuci (HR. Al-Jama’ah kecuali at-Tirmidzi).

Dari ‘Aisyah r.a, “Seorang wanita bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang cara mandi dari haid.

Beliau lalu memerintahkan wanita itu bagaimana cara mandi. Beliau SAW bersabda: “Ambillah sepotong kapas yang diberi kasturi lalu bersucilah.”

Wanita itu bertanya, “Bagaimana aku bersucinya...?

Beliau menjawab: “Bersucilah dengan kapas itu!”

Wanita itu berkata lagi, “Bagaimana caranya aku bersuci..?”

Beliau bersabda: “Bersucilah dengan menggunakan kapas itu!”

Wanita itu bertanya lagi, “Bagaimana caranya..?”

Maka Beliau berkata, “Subhaanallah. Bersucilah kamu!”

Lalu aku menarik wanita itu kearahku, lalu aku katakan, “Kamu bersihkan sisa darahnya dengan kapas itu.” (HR. Al-Bukhari).

Mujiz pengijazah:
Anjen Elwintoro

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar