KANDUNGAN DAUN PANDAN

daun pandan jenis Pandanus Candelabrum
Pandan jenis "Pandanus Candelabrum" telah di akui para ilmuan bahwa dibawah tanahnya terdapat "Berlian", sedang menurut orang kalimantan "Pandan Hitam" juga mengandung "Berlian" didalam tanahnya. Tikar pandan atau tikar mayat dibuat dari pandan jenis "Pandanus Tectorius"

Para pengamal ilmu mati punya keyakinan bahwa pandan jenis "pandanus tectorius" juga bisa menghasilkan berlian atau menarik bebatuan berlian.

Jika para ilmuwan berkeyakinan bahwa pandan jenis "pandanus candelabrum" bisa menghasilkan berlian, maka para pengamal ilmu mati juga punya keyakinan yang sama bahwa pandan jenis "pandanus tectorius" bisa menghasilkan berlian.

Pandanus tectorius itu nama lainnya disebut pandan duri, pandan tikar, pandan samak, atau pandan pudak, tikar mayat dibuatnya dari jenis pandan ini. Dari literatur yang saya dengar sebetulnya semua jenis pandan bisa menghasilkan berlian, tinggal bagaimana cara kita mengolahnya.
Apakah semua jenis pandan..??
Menurut beberapa praktisi semua jenis pandan bisa, tinggal bagaimana keilmuannya untuk meraih berliannya, yang berbeda dari hasilnya hanya karatnya saja.

Mengenai tikar pandan kalau bisa cari tikar pandan yang sudah terpakai buat memandikan jenazah. Tapi bila tidak bisa, tikar pandannya harus yang sudah terkena jenazah/mayyat. Maksud tersentuh/terkena mayyat yaitu tikarnya pernah dipakai untuk mengurus mayyat, karena tikar yang pernah dipakai untuk mengurus mayyat energi sifat kematiannya akan tersimpan pada tikarnya atau tikarnya akan menyimpan jejak rekam energi kematian.

Pada sisi segi supranatural untuk pengaktifan tikar mayat dilakukan dengan cara :
1. Sudah pernah dipakai untuk membungkus mayat atau harus sudah pernah tersentuh mayat.
2. Dicuci pada air sungai yang mengalir.
3. Direndam dengan air pandan.

Tikar mayat yang dicuci pada sungai yang mengalir biasanya tikar tersebut langsung punya daya mistis, mengenai hal ini bisa ditemukan pada kisah legenda leled samak.

Cerita tentang Leled Samak ini berawal dari mitos atau kepercayaan di daerah tersebut yang mengatakan bahwa di sungai-sungai yang mengalir pasti ada makhluk halus yang menghuninya.

Tikar yang dipergunakan untuk memandikan jenazah yang masih belum rela meninggalkan dunia inilah yang kemudian dipercaya menjadi Leled Samak atau makhluk halus penghuni sungai yang selanjutnya bergentayangan mencari mangsa.

Orang pada zaman dahulu sering membuang tikar mayat di sungai, setelah jatuh banyak korban yaitu orang-orang yang sering berada dipinggir sungai (yang dipercaya akibat perbuatan Leled Samak), akhirnya dibuatlah larangan untuk tidak membuang tikar bekas memandikan jenazah ke sungai agar tidak membahayakan orang lain.

Dahulu tikar mayat dipakai untuk ceremonial memandikan jenazah, tikar pandan yang dipakai untuk memandikan jenazah inilah yang punya daya mistis kuat dan bila dicuci atau dibuang di sungai yg mengalir maka tikar tersebut seperti menjadi hidup.

Untuk pengamal ilmu mati, untuk menenangkan daya mistis yang ada pada tikar maka sebelum dipakai tikarnya harus salam kepada 4 malaikat kubur. Kain kafan yg berdampingan dengan tikar mayat maka kain kafannya jadi punya daya power yang lebih besar.

Kalau untuk zaman sekarang tikar mayat dipakai sebagai pelapis saat mengangkat jenazah, sewaktu saya kecil tikar mayat dipakai untuk alas disaat memandikan jenazah, sebetulnya masih ada beberapa kampung yang memakai untuk buat memandikan jenazah.

Salam QumMania
By. Anjen Elwintoro

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar