YAKINLAH DAN PERCAYALAH JANJI ALLAH PASTI

YAKINLAH DAN PERCAYALAH JANJI ALLAH PASTI
Was-was adalah sebuah keadaan di mana seseorang tidak bisa bersikap tegas atas keadaan dirinya, sehingga keadaan jiwanya terombang-ambing.

Was-was merupakan salah satu jajaran musuh terbesar pada amaliyyah Wali Makhtum Ulya ini. Bila para pengamal terkena seranganNya maka pengamal bisa mengabaikan keberadaan SANG PENCIPTA dan yang tragisnya yaitu tidak mempercayai adanya SANG PENCIPTA.

Bila sudah mengabaikan keberadaan Sang Pencipta maka kerusakan selanjutnya yaitu hancurnya kebaktian dan pengabdian kepada Sang Pencipta. Setelah bisa mengabaikan keberadaan Sang Pencipta maka kerusakan selanjutnya yaitu akan meniadakan Sang Pencipta.

Was-was bisa hadir ke diri kita karena tidak adanya sebuah tuntutan diri demi untuk Allah atau menuntut diri demi untuk Allah. Hadirnya was-was itu karena adanya sebuah tuntutan diri kepada Allah atau menuntut Allah demi untuk diri kalian sendiri. Bagaimana cara melawan was-was ini..???

Cara melawanNya yaitu KALIAN JANGAN MEMPERCAYAI OMONGANNYA DAN JANGAN SEKALI-KALI MAU MENDENGARKAN PERKATAANNYA.

Rekan Qum Mania, Sesungguhnya burung walet tidak akan mau mendatangi sebuah tempat yang gaduh, Burung walet hanya akan mau membuat sarang pada tempat yang hening dan tenang.

Bila jiwa kalian gaduh dan tidak tenang maka bagaimana rezeki akan mau bersarang pada diri kalian.
Perlu kalian ketahui juga, air liur yang tercipta karena sebuah munajat kepada Sang Pencipta, sesungguhnya itu mempunyai nilai yang lebih tinggi dan lebih berharga dari pada air liur burung walet di sisi Sang Pencipta. Allah-lah yang akan membeli air liur munajat kalian itu.

Air liur burung walet bisa tercipta pada dirinya karena sebuah aktifitas munajat yang dilakukan oleh dirinya dan adalah burung walet hanya akan mau membuat sarang pada tempat yang hening dan tenang.

Maka hendaknya-lah hening, tenangkan-lah jiwa kita (yakin dan percaya), jangan ada kegaduhan di jiwa kita, supaya rezeki bersarang pada diri kita.

Barang siapa menguat besarkan niatnya menuju ke Allah maka Allah akan memberikan kekuatan besar pada niatnya.

Apapun hajat kalian, jadikanlah hanya sebatas undangan awal saja dalam menuju menghadap ke Allah bukan menjadi tujuan akhir pencapaian yang harus kalian raih dan kalian capai. Jika was-was menghampiri perjalananmu maka janganlah sama sekali mempercayai ucapannya.

Saya mengenal baik dengan salah satu rekan kita, rekan kita ini rela meninggalkan semua keilmuannya, beliau tidak mau jadi sakti lagi tapi mau jadi orang kaya yang suka bersedekah.
Ingin tahu berapa yang sudah dihasilkannya..???, yang sudah dihasilkannya yaitu senilai Rp.#### Milyar....gkgkgk.

Rekan kita ini berani mengeluarkan sedekah 30% dari penghasilanNya, Dan salah satu rekan kita juga Ahmad Hoiri Kaula Alit berani mengeluarkan 70% hasil dari QumNya.

Ayo bagi siapa saja yang ingin seperti rekan kita tersebut, Silahkan keluarkan 30% dari penghasilanNya untuk di sedekahkan, gkgkgk. Mengeluarkan sedekah 30% dari penghasilanNya dan dilakukan perminggu olehnya, Ayo rekan-rekan QumMania jangan mau kalah dengan beliau ini,..gkgkgk.

Oleh karena mari kita semua melandasi amaliyyah wali makhtum ulya ini dengan beriman terlebih dahulu, baru kemudian mengamalkanNya. Landasan pondasi mengenai “Beriman dulu baru beramal” ( Alladzina amanu wa 'amilush sholihati) bisa kita temui dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـنُدْخِلَـنَّهُمْ فِى الصّٰلِحِيْنَ
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka pasti akan Kami masukkan ke dalam (golongan) orang yang saleh.” (QS. Al-Ankabut: Ayat 9).

Allah SWT berfirman:
فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَهُمْ فِيْ رَوْضَةٍ يُّحْبَرُوْنَ
“Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.” (QS. Ar-Rum: Ayat 15).

Allah SWT berfirman:
اَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ جَنّٰتُ الْمَأْوٰى  نُزُلًاۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: Ayat 19).

Allah SWT berfirman:
اَ لَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ  وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوْا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
“Orang-orang yang kafir, mereka akan mendapat azab yang sangat keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Fatir: Ayat 7).

Allah SWT berfirman:
فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِيْ رَحْمَتِه  ذٰ لِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِيْنُ
“Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Demikian itulah kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Jasiyah: Ayat 30).

Allah SWT berfirman:
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: Ayat 6).

Allah SWT berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: Ayat 7).

Allah SWT berfirman:
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-Asr: Ayat 3).

Tidak disarankan untuk mengamalkan amaliyyah wali makhtum ulya ini, bila tanpa di dasari sebuah keimanan. Pentingnya sebuah keimanan adalah penting dan meyakini bahwa segala sesuatu atas izin kehendak Allah, jaga istiqomahnya dan optimis bahwa segala hajat pasti Allah ijabah.

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar