PUNCAK AJARAN TAUBAT ADALAH KITA MENYATAKAN DIRI KITA SUDAH MATI (Part. 2)

Ilustrasi
Puncak ajaran taubat adalah kita menyatakan bahwa diri kita sudah mati seperti yang dijelaskan pada surat Al-Baqoroh ayat 54:

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqoroh ayat 54).

dan firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 66-70 dijelaskan:
"Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui." (QS. An-Nisa ayat 66-70)
 
Bila pada surat An-Nisa ayat 66-70 dijelaskan selain kita harus menyatakan bahwa diri kita sudah mati (BUNUHLAH DIRIMU), juga kita harus bersedia mau singgah di kain kafan atau alam kubur (KELUARLAH KAMU DARI KAMPUNGMU).


Ketika diri telah menyatakan bahwa diri telah mati maka pernyataan itu harus disyahkan oleh penduduk langit dengan bergelar sebagai mayit.

Lantas bagaimana supaya kita bisa bergelar dengan gelar sebutan MAYIT itu..???, 

Untuk memperoleh gelar MAYYIT yang di syahkan oleh penduduk langit maka kita harus menunggu rontoknya daun sidrotul muntaha. Jika pada kejadian umumnya, bila ingin memperoleh gelar mayyit adalah dg menunggu rontoknya daun sidrotul muntaha. Maka kita janganlah menunggu rontoknya daun sidrotul muntaha tapi hendaknya kita merontokkannya sendiri, bilamana benar-benar kita menginginkan syahnya gelar itu.

testimoniQumMania.com

testimoniQumMania.com

testimoniQumMania.com

testimoniQumMania.com

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
1 Komentar

1 komentar:

komentar