HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS (Part 2)

Diriwayatkan dalam suatu hadist bahwa tatkala maut diciptakan oleh Allah SWT, dihijab-Nya maut itu dengan sejuta hijab, tubuh maut itu besarnya lebih besar daripada tujuh lapis langit dan bumi. Dan sebelumnya ia dirantai dengan 70.000 rantai, jarak dari tiap-tiap rantainya berjarak sama dengan tujuh ratus perjalanan, tidak ada seorang pun dari para malaikat yang mendekati dan mengetahui wujudnya. Hanya terkadang suaranya saja yang terdengar. Hingga ketika nabi Adam tercipta, Allah SWT menyerahkan pengurusan maut kepada Malaikat Izrail.

Izrail bertanya mengenai maut itu, "Ya Tuhanku, siapakah itu..?"

hikayat malaikat ismail part 2
Kemudian Allah menyibakkan hijab Maut itu, sehingga terlihatlah sang maut oleh Malaikat Izrail dan para Malaikat lainnya juga diperintahkan oleh Allah SWT untuk berdiri melihat maut.

Lalu maut diperintahkan oleh Allah SWT untuk terbang agar dapat disaksikan oleh seluruh Malaikat.

Lantas para malaikat jatuh pingsan melihat wujud maut itu, seribu tahun kemudian baru siuman.

Malaikat bertanya kepada Allah SWT : ,"ya Tuhanku, adakah Kau ciptakan makhluk-Mu yang lebih besar daripada maut itu".

Allah menjawab : "Aku (Allah) yang menciptakan dan Aku (Allah) jugalah yang lebih besar daripada dia, sesungguhnya seluruh makhluk merasakan maut juga".

Allah SWT berfirman kepada Izrail: "sesungguhnya Aku (Allah) menyerahkan pengurusan Maut itu kepada engkau. 

Sahut Izrail: "Ya TuhanKu, dengan kekuatan yang mana hamba-Mu memegang sebab dia lebih besar daripada hamba".

Allah pun mengkaruniai Izrail kekuatan yang lebih besar daripada Maut, sehingga Izrail dapat memegang maut tadi. Maut itu pun pasrah terhadap pemeliharaan oleh Izrail tersebut,karena memang kehendak Allah semata.

DARI DIRI ALMAUT, ALLAH MENCIPTAKAN ALHAYYA

Sebelum bernama hidup, diri kita dahulunya bernamakan mati (Al-maut), dari diri almaut kemudian Allah keluarkan hidup (alhayya) dg tujuan menjadi khalifah dimuka bumi
وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup (QS.3 : 27)

Sehingga muncul-lah kata mutiara kelahiran secara NABI ADAM itu diturunkan nya di surga. Sedang kelahiran secara BANI ADAM itu diturunkanNya dibumi.  Adapun kenapa kita hrs ada menempuh sebuah kematian...???, yaitu karena supaya para BANI ADAM yang terlahir dibumi bisa dilahirkan secara NABI ADAM, jadi kematian adalah nama lain nya yaitu dilahirkan secara NABI ADAM. Bagi yang menginginkan surga maka mau tidak mau, harus bersedia dilahirkan secara Nabi Adam supaya bisa diturunkan di surga. Pantas para ulama thoriqoh sufi mengatakan bahwa kematian adalah puncak kenikmatan terbesar didunia. adalah Malaikat Maut, Malaikat Jibril dan para Malaikat yang lain-nya sangat hormat dan segan terhadap Malaikat Ismail.

Share artikel

Artikel terkait

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
Komentar
0 Komentar