KEBAHAGIAAN DAN KEINDAHAN BULAN SUCI RAMADHAN

Puasa, bukan sekedar kewajiban tahunan, dengan menahan lapar dan berbuka, kemudian setelah itu hampir tidak berbekas dalam jiwa ataupun dalam perilaku dalam bersosialisasi di masyarakat, namun puasa lebih kepada kewajiban yang mampu menggugah moral, akhlak, dan kepedulian kepada hal social kemasyarakatan. Puasa merupakan kewajiban yang universal, dan sebagai orang yang beragama Islam, maka perlu diyakini bahwa puasa merupakan kewajiban yang disyariatkan untuk setiap muslim/mukmin, seperti layaknya sebagai umat dari Nabi Muhammad SAW.Puasa, merupakan satu cara untuk mendidik individu dan masyarakat untuk tetap mengontrol keinginan dan kesenangan dalam dirinya walaupun diperbolehkan. Dengan berpuasa seseorang dengan sadar akan meninggalkan makan dan minum sehingga lebih dapat menahan segala nafsu dan lebih bersabar untuk menahan emosi, walaupun mungkin terasa berat melakukannya.

Puasa juga merupakan kewajiban yang konkret sebagai pembina suatu kebersamaan dan kasih sayang antar sesama. Sesama orang Islam akan merasakan lapar, haus, kenyang, dan sulitnya menahan emosi dan amarah diri. Puasa dalam satu bulan, seharusnya dapat membawa dampak positif berupa rasa solidaritas dan kepedulian antar saudara, rasa kemanusiaan yang mendalam atas penderitaan sesama manusia. Perasaan sama-sama lapar, haus, kesabaran yang lebih, dan kesucian pikiran juga kata-kata, mampu membuat manusia memiliki rasa kebersamaan dalam masyarakat, dan menghasilkan cinta kasih antar sesama tanpa memandang latar belakang, warna kulit, dan agama.

Keistimewaan Bulan Puasa
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, bulan penuh berkah, dan segala amal baik umat-Nya di dunia akan dibalas berlipat ganda oleh Tuhan. Semangat untuk menjalankan ibadah puasa, mampu membentuk karakter untuk memperbanyak amal kebajikan maupun amal ibadah spiritual dalam diri. Selain itu, bulan puasa merupakan bulan yang dapat digunakan untuk membuat mental menjadi tetap konsisten dan istiqamah dalam sebelas bulan berikutnya.

Namun, apapun yang diperbuat di bulan puasa ini, semuanya kembali kepada kesadaran diri masing-masing, untuk memahami makna puasa, dan makna-makna lain yang akan menentukan sikap dan perilaku diri ke depan setelah berlalunya bulan puasa. Oleh karena itu, apa yang sampai di mata dan telinga Allah, adalah niat, maka hati dan pikiran kita untuk menjalankan ibadah puasa, bukan penampilan lahiriah atau materi peribadatan yang dilakukan.

Keistimewaan bulan ramadhan merupakan hal yang sangat di inginkan oleh setiap orang. Tetapi ini adalah beberapa keistimewaan bulan ramdhan bagi ummat muhammad saja, bukan untuk ummat yang lain :

Pada awal-awal bulan ramadhan. Allah akan senantiasa memperhatikan ummat muhammad dengan detail. Segala amal perbuatan baik akan dilipat gandakan. Yang sunnah-sunnah seakan mejadi wajib sedangkan amalan-amalan wajib akan menjadi lebih dari biasanya. Dan barangsiapa yang diperhatikan oleh allah niscaya dia akan terhindar dari adzab.

Bau mulut orang yang berpusa yang berbau tidak sedap akan berubah menjadi wangi sekali melebihi wangi kasturi pada saat hari kiamat nanti. Pada setiap malam bulan ramadhan akan ada berpuluh puluh ribu malaikat yang tuun ke bumidan senentiasa memohonkan ampun bagi mereka orang orang yang memanfaatkan malmnya dengan bersimpuh, berdzikir serta beribadah pada allah.

Allah swt akan memerintahakn surga untuk berhiasa diri, sehingga ummat muhammad yang akan masuk surganya allah akan senatiasa merasa nyaman dan tenang. Pada akhir-akhir bulan ramadhan allah akan melebur dosa-dosa bagi orang yang selalu bertakwa dan beriman pada allah.

A.  Pengenalan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)
.             
 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”,(QS. Al-Baqarah : 183 ).

Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa. Bulan yang ditunggu-tunggu pecinta surga. Pernahkan kita berpikir mengapa demikian,? Hal tersebut karena pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu ibadah, amal, dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Ilahi terbuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu. Bulan dimana dijanjikan oleh_Nya rahmat (karunia), maghfirah (ampunan), dan itqun min al-nar (pembebasan dari api neraka). 

Puasa akan membangunkan hati Mukmin yang ‘tertidur’ merasa selalu diawasi Allah sehingga mencegah kemungkaran. Perut yang kenyang dapat memandulkan perasaan sehingga menjadikan hati keras, menyuburkan sikap liar, dan maksiat kepada Allah dan sesama manusia tetapi dengan puasa kita dapat merasakan kelaparan sesama sehingga menimbulkan empati bagi sesama dan solidaritas sesama muslim. Betapa indahnya bulan ini yang merupakan wahana memupuk solidaritas antar umat manusia. Dan pada akhir bulan keutamaannya disempurnakan dengan kewajiban membayar zakat fitrah sebagai manifestasi puncak solidaritas sosial tersebut.

Betapa mulianya bulan ini, dimana di dalamnya Allah yang Maha Pemurah menjadi lebih pemurah lagi. Dilipat gandakan-Nya perhitungan pahala orang yang berbuat kebajikan. Siapa saja yang melakukan ibadah sunnah dihitung melakukan kewajiban dan yang melakukan kewajiban dilipatkangandakan pahalanya. Sesungguhnya engkau akan dinaungi bulan yang senantiasa besar lagi penuh berkah, bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Ramadhan adalah bulan sabar dan sabar pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan pemberian pertolongan dan bulan Allah menambah rezeki orang Mukmin. (HR al-Bukhari dan Muslim).

B. Makna Puasa (Ramadhan)
Apa yang akan kita peroleh dari bulan yang mulia ini tergantung pada diri kita masing-masing. Semuanya tentu berpulang pada bagaimana kita memaknai puasa Ramadhan itu sendiri. Bila puasa dimaknai sekadar tidak makan dan minum serta  tidak melakukan yang membatalkan puasa, tentu hanya itu pula yang bakal didapat.  Betapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan betapa banyak orang yang menghidupkan malam tidak mendapatkan apa-apa kecuali begadangnya saja. Apakah itu pilihan kita saudaraku?? Tentu tidak. Puasa harus dimaknai lebih dari sekedar itu, puasa adalah amal ibadah dimana didalamnya penuh dengan kebaikaan, kebajikan dan berkah dimana kita harus senantiasa menjaga ibadah puasa kita dari perkara-perkara yang sia-sia. Mau melewatkan waktu selama Ramadhan dengan sia-sia atau meraih keutamaan-keutamaannya adalah tergantung kemauan dan pilihan kita.

Kata puasa berasal dari Bahasa Sansekerta. Menurut Bahasa Arab, puasa berasal dari kata shaum atau shiam. Menurut Bahasa Indonesia, puasa artinya menahan diri. Kata menahan diri mencakup beberapa makna, seperti menahan diri tidak makan dan minum serta tidak melakukan hubungan suami istri selama waktu tertentu. Puasa sendiri dikenal oleh seluruh bangsa di dunia, seperti Indonesia, Mesir kuno, Tionghoa, Tibet, Arab, dan sebagainya, juga dilakukan oleh hampir seluruh penganut agama, baik Katholik, Kristen, Hindhu ataupun Budha.

C. Nilai-Nilai Pendidikan dalam bulan Ramadhan
Puasa, bukan sekedar kewajiban tahunan, dengan menahan lapar dan berbuka, kemudian setelah itu hampir tidak berbekas dalam jiwa ataupun dalam perilaku dalam bersosialisasi di masyarakat, namun puasa lebih kepada kewajiban yang mampu menggugah moral, akhlak, dan kepedulian kepada hal social kemasyarakatan. Puasa merupakan kewajiban yang universal, dan sebagai orang yang beragama Islam, maka perlu diyakini bahwa puasa merupakan kewajiban yang disyariatkan untuk setiap muslim/mukmin, seperti layaknya sebagai umat dari Nabi Muhammad SAW.

Puasa, merupakan satu cara untuk mendidik individu dan masyarakat untuk tetap mengontrol keinginan dan kesenangan dalam dirinya walaupun diperbolehkan. Dengan berpuasa seseorang dengan sadar akan meninggalkan makan dan minum sehingga lebih dapat menahan segala nafsu dan lebih bersabar untuk menahan emosi, walaupun mungkin terasa berat melakukannya.

Namun, apapun yang diperbuat di bulan puasa ini, semuanya kembali kepada kesadaran diri masing-masing, untuk memahami makna puasa, dan makna-makna lain yang akan menentukan sikap dan perilaku diri ke depan setelah berlalunya bulan puasa. Oleh karena itu, apa yang sampai di mata dan telinga Allah, adalah niat, maka hati dan pikiran kita untuk menjalankan ibadah puasa, bukan penampilan lahiriah atau materi peribadatan yang dilakukan

D. Indah dan Nikmatnya Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, bulan penuh berkah, dan segala amal baik umat-Nya di dunia akan dibalas berlipat ganda oleh Tuhan. Semangat untuk menjalankan ibadah puasa, mampu membentuk karakter untuk memperbanyak amal kebajikan maupun amal ibadah spiritual dalam diri. Selain itu, bulan puasa merupakan bulan yang dapat digunakan untuk membuat mental menjadi tetap konsisten dan istiqamah dalam sebelas bulan berikutnyaBulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, bulan penuh berkah, dan segala amal baik umat-Nya di dunia akan dibalas berlipat ganda oleh Tuhan. Semangat untuk menjalankan ibadah puasa, mampu membentuk karakter untuk memperbanyak amal kebajikan maupun amal ibadah spiritual dalam diri. Selain itu, bulan puasa merupakan bulan yang dapat digunakan untuk membuat mental menjadi tetap konsisten dan istiqamah dalam sebelas bulan berikutnya.

Berikut ini adalah cara-cara memaknai Ramadhan yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir ar-Ruhaili di Masjid Dzun Nurain Madinah, yang berjudul Agar Ramadhan Kita Bermakna Indah.

Cara Pertama Memaknai Ramadhan : Bertawakal kepada Allah Ta’ala
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Dalam menyambut kedatangan musim-musim ibadah, seorang hamba sangat membutuhkan bimbingan, bantuan dan taufik dari Allah ta’ala. Cara meraih itu semua adalah dengan bertawakal kepada-Nya.”

Cara Kedua Memaknai Ramadhan: Banyak Bertaubat Sebelum Ramadhan Tiba
Banyak sekali dalil yang memerintahkan seorang hamba untuk bertaubat, di antaranya: firman Allah ta’ala:
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,(QS. At.Tahrim. 8 ).

Kita diperintahkan untuk senantiasa bertaubat, karena tidak ada seorang pun di antara kita yang terbebas dari dosa-dosa. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan isnadnya oleh Syaikh Salim Al Hilal)

Cara Ketiga Memaknai Ramadhan : Membentengi Puasa Kita dari Faktor-Faktor yang Mengurangi Kualitas Pahalanya

Sisi lain yang harus mendapatkan porsi perhatian spesial, bagaimana kita berusaha membentengi puasa kita dari faktor-faktor yang mengurangi keutuhan pahalanya. Seperti menggunjing dan berdusta. Dua penyakit ini berkategori bahaya tinggi, dan sedikit sekali orang yang selamat dari ancamannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatannya, maka niscaya Allah tidak akan membutuhkan penahanan dirinya dari makanan dan minuman (tidak membutuhkan puasanya).” (HR. Bukhari)

Cara  Keempat Memaknai Ramadhan : Memprioritaskan (Menyempurnakan) Amalan yang Wajib
Hendaknya orang yang berpuasa itu memprioritaskan amalan yang wajib. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam suatu hadits qudsi, bahwa Allah ta’ala berfirman:
“Dan tidaklah seseorang mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan-amalan yang Ku-wajibkan.” (HR. Bukhari)

Seandainya kita termasuk orang-orang yang amalan sunnahnya tidak mampu diperbanyak pada bulan puasa, maka setidaknya kita berusaha untuk memelihara shalat lima waktu dengan baik, dikerjakan secara berjamaah di masjid (bagi pria), serta berusaha sesegera mungkin berangkat ke masjid sebelum adzan dikumandangkan. Sesungguhnya menjaga amalan-amalan yang wajib di bulan Ramadhan adalah suatu bentuk ibadah dan taqarrub yang paling agung kepada Allah.

Sungguh sangat memprihatinkan, tatkala kita dapati orang yang melaksanakan shalat tarawih dengan penuh semangat, bahkan hampir-hampir tidak pernah absen, namun yang disayangkan, ternyata dia tidak menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah. Terkadang bahkan tidur, melewatkan shalat wajib dengan dalih sebagai persiapan diri untuk shalat tarawih!!? Ini jelas-jelas merupakan suatu kejahilan dan bentuk peremehan terhadap kewajiban! Sungguh hanya mendirikan shalat lima waktu berjamaah tanpa diiringi dengan shalat tarawih satu malam, lebih baik daripada mengerjakan shalat tarawih atau shalat malam, namun berdampak menyia-nyiakan shalat lima waktu. Bukan berarti kita memandang sebelah mata terhadap shalat tarawih, akan tetapi seharusnya seorang muslim menggabungkan kedua-duanya; memberikan perhatian khusus terhadap amalan-amalan yang wajib seperti shalat lima waktu, lalu baru melangkah menuju amalan-amalan yang sunnah seperti shalat tarawih.

Cara  Kelima Memaknai Ramadhan: Berusaha untuk Mendapatkan Lailatul Qadar
Setiap muslim di bulan berkah ini berusaha untuk bisa meraih lailatul qadar. 
Dialah malam diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Qadar: 1, dan QS. Ad-Dukhan: 3), dialah malam turunnya para malaikat dengan membawa rahmat (QS. Al-Qadar: 4), dialah malam yang berbarakah (QS. Ad-Dukhan: 3), dialah malam yang lebih utama daripada ibadah seribu bulan! (83 tahun plus 4 bulan) (QS. Al-Qadar: 3).

Barang siapa yang beribadah pada malam ini dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh-Nya (HR. Bukhari dan Muslim).

Cara  Keenam Memaknai Ramadhan: Jadikan Ramadhan Sebagai Madrasah untuk Melatih Diri Beramal Saleh, yang Terus Dibudayakan Setelah Berlalunya Bulan Suci Ini

Bulan Ramadhan ibarat madrasah keimanan, di dalamnya kita belajar mendidik diri untuk rajin beribadah, dengan harapan setelah kita tamat dari madrasah itu, kebiasaan rajin beribadah akan terus membekas dalam diri kita hingga kita menghadap kepada YangMahaKuasa.Jangan sampai amal ibadah kita turut berakhir dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Kebiasaan kita untuk berpuasa, shalat lima waktu berjamaah di masjid, shalat malam, memperbanyak membaca Al-Qur’an, doa dan zikir, rajin menghadiri majelis taklim dan gemar bersedekah di bulan Ramadhan, mari terus kita budayakan di luar Ramadhan.

Allah ta’ala memerintahkan: “Dan sembahlah Rabbmu sampai ajal datang kepadamu.” (QS. Al-Hijr: 99).

Semoga kita tergolong orang-orang yang mampu menikmati keutamaan Ramadhan dan memperoleh hikmahnya, khususnya hikmah lailatul qadar.

Ciri utama diterimanya puasa kita di bulan Ramadhan dan tanda terbesar akan keberhasilan kita meraih lailatul qadar adalah berubahnya diri kita menjadi lebih baik daripada kondisi sebelum Ramadhan.

Di antara hikmah dirahasiakannya waktu lailatul qadar adalah:
- Agar amal ibadah kita lebih banyak. Sebab dengan dirahasiakannya kapan waktu lailatul qadar, kita akan terus memperbanyak shalat, dzikir, doa dan membaca Al-Qur’an di sepanjang malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan terutama malam yang ganjil.

- Sebagai ujian dari Allah ta’ala, untuk mengetahui siapa di antara para hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam mencari lailatul qadar dan siapa yang bermalas-malasan serta meremehkannya (Majaalisu Syahri Ramadhaan, karya Syaikh al-’Utsaimin hal: 163).

Maka seharusnya kita berusaha maksimal pada sepuluh hari itu; menyibukkan diri dengan beramal dan beribadah di seluruh malam-malam itu agar kita bisa menggapai pahala yang agung itu. Mungkin saja ada orang yang tidak berusaha mencari lailatul qadar melainkan pada satu malam tertentu saja dalam setiap Ramadhan dengan asumsi bahwa lailatul qadar jatuh pada tanggal ini atau itu, walaupun dia berpuasa Ramadhan selama 40 tahun, barangkali dia tidak akan pernah sama sekali mendapatkan momen emas itu. Selanjutnya penyesalan saja yang ada.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan teladan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika memasuki sepuluh (terakhir Ramadhan) beliau mengencangkan ‘ikat pinggangnya’, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Penutup.
Semoga saja pamaparan diskusi ini bermanfaat buat kita. Segala kekuran tentunya mohon banyak maaf.

KAJI MAKRIFAT HAKIKAT SAKIT

KAJI MAKRIFAT HAKIKAT SAKIT
Rasulullah SAW bersabda:
“ Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”

Rasulullah SAW bersabda :
“ Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 (empat) malaikat untuk datang padanya.”

Allah SWT memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya, maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah SWT memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba mukmin. Namun untuk malaikat ke 4, Allah SWT tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin, maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah SWT seraya berkata : “Ya Allah, mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah SWT menjawab: “ Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam LAUT.”

Dalam Islam sejatinya sakit itu adalah tanda kasih sayang Allah. Sakit, sebagaimana juga setiap ujian, bukan menguji ketangguhan dan kemampuan. Sebab sakit Allah beri sudah sesuai dengan takaran dan daya tahannya. Ia sejatinya menguji kemauan untuk memberi makna. Tetap berharap pada Allah atau menerima jalan pintas iblis laknatullah.

Maka bagi dia yang mampu memberi makna terbaik bagi sakit, insya Allah kemuliaannya diangkat dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub.

=>SAKIT ITU DZIKRULLOH
Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya.

=>SAKIT ITU ISTIGHFAR
Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.

=>SAKIT ITU TAUHID
Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar...?

=>SAKIT ITU MUHASABAH
Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.

=>SAKIT ITU JIHAD
Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah.. diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya dijalan Allah.

=>SAKIT ITU ILMU
Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

=>SAKIT ITU NASIHAT

Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya.

=>SAKIT ITU SILATURRAHIM
Saat jenguk, bukankah keluarga, atasan , teman bahkan ikhwah fillah yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh doa, senyum dan rindu mesra..? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah Islamiyah.

=>SAKIT ITU GUGUR DOSA
Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya.

=>SAKIT ITU MUSTAJAB DOA
Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh yang sakit.

=>SAKIT MENYULITKAN SYETAN UNTUK BERBUAT MAKSIAT

Salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan, diajak maksiat tak mampu atau tak mau, membiasakan diri menahan hawa nafsu, dosa yang lalu di sesali kemudian insya Allah diampuni Allah.

=>Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis.
Ini satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

=>Sakit meningkatkan kualitas ibadah.
rukuk-sujud lebih khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi lebih lama.

=>Sakit itu memperbaiki akhlak.
Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu.

Akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambut datangnya kematian yang bisa kapan saja, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan.
Rekan QumMania, cucilah kain kafan kalian di LAUT atau cucilah dengan air kayu manis atau air pohon bidara dan jangan pelit ya rekan-rekan, jika suatu waktu, dosa kalian diminta dengan cara kalian mengalami sakit.!!!!

KETIKA SAKIT SELALU BERSIKAP IKHLAS DAN JANGAN BERKELUH KESAH ATAS KEADAAN YANG DITERIMA SEBAGAI PENGGUGUR DOSA.
Yaitu ketika kita mengalami sakit itu, menit ke menit berikutnya dosa akan berguguran atau diambil dari diri kita. Ketika terburu-buru ingin sembuh dengan cara berkeluh kesah berarti dosa yang ada pada diri kita gak mau diambil alias pelit untuk diambil dari diri kita. Tetap semangat dan jaga stamina khusnuzhon dan istiqomah.

ASAPILAH DAN UKUPILAN KAIN KAFAN-MU

ASAPILAH DAN UKUPILAN KAIN KAFANMU
Dari Asma binti Abu Bakar bahwa dia berkata kepada keluarganya;
"Berilah uap kayu gaharu (ukuplah) pakaianku jika aku meninggal. Taburkanlah hanuth (pewangi mayat) pada tubuhku. Janganlah kalian tebarkan hanuth pada kafanku, dan janganlah mengiringiku dengan membawa api."

Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam bersabda : “Apabila kalian mengukup mayyit, maka ukuplah dengan bilangan ganjil ”

Dari Abi Hurairah radliyalahu anhu, bahwa Rosulullah Shallallahu alayhi wa Sallam bersabda : "Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, … (sampai ucapan beliau) …, nyala perdupaan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yaman berkata, maksudnya adalah kayu gaharu” (HR. Imam Bukhari).

Dari Nafi’, ia berkata: "Apabila Ibnu Umar mengukup mayat (membakar kemenyan), maka beliau mengukupnya dengan kayu gaharu yang tidak dihaluskan, dan dengan kapur barus yang dicampurkan dengan kapur barus. Kemudian beliau berkata, “Beginilah cara Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam ketika mengukup jenazah (membakar kemenyan untuk mayat)”. (HR. Muslim).

YAKINLAH DAN PERCAYALAH JANJI ALLAH PASTI

YAKINLAH DAN PERCAYALAH JANJI ALLAH PASTI
Was-was adalah sebuah keadaan di mana seseorang tidak bisa bersikap tegas atas keadaan dirinya, sehingga keadaan jiwanya terombang-ambing.

Was-was merupakan salah satu jajaran musuh terbesar pada amaliyyah Wali Makhtum Ulya ini. Bila para pengamal terkena seranganNya maka pengamal bisa mengabaikan keberadaan SANG PENCIPTA dan yang tragisnya yaitu tidak mempercayai adanya SANG PENCIPTA.

Bila sudah mengabaikan keberadaan Sang Pencipta maka kerusakan selanjutnya yaitu hancurnya kebaktian dan pengabdian kepada Sang Pencipta. Setelah bisa mengabaikan keberadaan Sang Pencipta maka kerusakan selanjutnya yaitu akan meniadakan Sang Pencipta.

Was-was bisa hadir ke diri kita karena tidak adanya sebuah tuntutan diri demi untuk Allah atau menuntut diri demi untuk Allah. Hadirnya was-was itu karena adanya sebuah tuntutan diri kepada Allah atau menuntut Allah demi untuk diri kalian sendiri. Bagaimana cara melawan was-was ini..???

Cara melawanNya yaitu KALIAN JANGAN MEMPERCAYAI OMONGANNYA DAN JANGAN SEKALI-KALI MAU MENDENGARKAN PERKATAANNYA.

Rekan Qum Mania, Sesungguhnya burung walet tidak akan mau mendatangi sebuah tempat yang gaduh, Burung walet hanya akan mau membuat sarang pada tempat yang hening dan tenang.

Bila jiwa kalian gaduh dan tidak tenang maka bagaimana rezeki akan mau bersarang pada diri kalian.
Perlu kalian ketahui juga, air liur yang tercipta karena sebuah munajat kepada Sang Pencipta, sesungguhnya itu mempunyai nilai yang lebih tinggi dan lebih berharga dari pada air liur burung walet di sisi Sang Pencipta. Allah-lah yang akan membeli air liur munajat kalian itu.

Air liur burung walet bisa tercipta pada dirinya karena sebuah aktifitas munajat yang dilakukan oleh dirinya dan adalah burung walet hanya akan mau membuat sarang pada tempat yang hening dan tenang.

Maka hendaknya-lah hening, tenangkan-lah jiwa kita (yakin dan percaya), jangan ada kegaduhan di jiwa kita, supaya rezeki bersarang pada diri kita.

Barang siapa menguat besarkan niatnya menuju ke Allah maka Allah akan memberikan kekuatan besar pada niatnya.

Apapun hajat kalian, jadikanlah hanya sebatas undangan awal saja dalam menuju menghadap ke Allah bukan menjadi tujuan akhir pencapaian yang harus kalian raih dan kalian capai. Jika was-was menghampiri perjalananmu maka janganlah sama sekali mempercayai ucapannya.

Saya mengenal baik dengan salah satu rekan kita, rekan kita ini rela meninggalkan semua keilmuannya, beliau tidak mau jadi sakti lagi tapi mau jadi orang kaya yang suka bersedekah.
Ingin tahu berapa yang sudah dihasilkannya..???, yang sudah dihasilkannya yaitu senilai Rp.#### Milyar....gkgkgk.

Rekan kita ini berani mengeluarkan sedekah 30% dari penghasilanNya, Dan salah satu rekan kita juga Ahmad Hoiri Kaula Alit berani mengeluarkan 70% hasil dari QumNya.

Ayo bagi siapa saja yang ingin seperti rekan kita tersebut, Silahkan keluarkan 30% dari penghasilanNya untuk di sedekahkan, gkgkgk. Mengeluarkan sedekah 30% dari penghasilanNya dan dilakukan perminggu olehnya, Ayo rekan-rekan QumMania jangan mau kalah dengan beliau ini,..gkgkgk.

Oleh karena mari kita semua melandasi amaliyyah wali makhtum ulya ini dengan beriman terlebih dahulu, baru kemudian mengamalkanNya. Landasan pondasi mengenai “Beriman dulu baru beramal” ( Alladzina amanu wa 'amilush sholihati) bisa kita temui dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـنُدْخِلَـنَّهُمْ فِى الصّٰلِحِيْنَ
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka pasti akan Kami masukkan ke dalam (golongan) orang yang saleh.” (QS. Al-Ankabut: Ayat 9).

Allah SWT berfirman:
فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَهُمْ فِيْ رَوْضَةٍ يُّحْبَرُوْنَ
“Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.” (QS. Ar-Rum: Ayat 15).

Allah SWT berfirman:
اَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ جَنّٰتُ الْمَأْوٰى  نُزُلًاۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: Ayat 19).

Allah SWT berfirman:
اَ لَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ  وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوْا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
“Orang-orang yang kafir, mereka akan mendapat azab yang sangat keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Fatir: Ayat 7).

Allah SWT berfirman:
فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِيْ رَحْمَتِه  ذٰ لِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِيْنُ
“Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Demikian itulah kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Jasiyah: Ayat 30).

Allah SWT berfirman:
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.” (QS. At-Tin: Ayat 6).

Allah SWT berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: Ayat 7).

Allah SWT berfirman:
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-Asr: Ayat 3).

Tidak disarankan untuk mengamalkan amaliyyah wali makhtum ulya ini, bila tanpa di dasari sebuah keimanan. Pentingnya sebuah keimanan adalah penting dan meyakini bahwa segala sesuatu atas izin kehendak Allah, jaga istiqomahnya dan optimis bahwa segala hajat pasti Allah ijabah.

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS (Part 8)

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS Part 8
Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api.

"dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencuba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)".
(QS. Al-Jin: 8-9).

Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.
(QS Al-Jin: 10)

Dahulu sebelum Rasulullah SAW diutus, ketatnya penjagaan langit hanya jika akan turun azab saja. Maka pada zaman dahulu jika mengamalkan amalan tertentu mudah sekali turunnya dan setan juga mudah sekali keluar masuk langit. Wajar jika iblis pernah berhasil masuk lagi ke surga untuk menggoda nabi Adam AS. Setelah Rasulullah SAW diutus dan demi kebaikan umatnya Rasulullah SAW, maka Allah SWT memperketat penjagaan langit demi kebaikan umatnya Rasulullah SAW, hal ini supaya tidak terjadi azab pada umat Rasulullah SAW. dengan demikian itu, maka tidak ada orang yang seperti Qorun, Fir'aun, Namrud pada umatnya Rasulullah SAW.

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS (Part 7)

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS Part 7
Dahulu sebelum Rasulullah SAW diutus penjagaan langit tidak begitu ketat, setan dengan mudahnya keluar masuk bisa menembusnya atau ketika salafush sholeh berdoa maka akan segera turun hasil doa tersebut. Ketika Rasulullah diutus dan Al-Qur'an diturunkan penjagaan langit menjadi sangat ketat. 

Ketatnya penjagaan langit ditekankan dan difokuskan pada langit dunia, dimana penjagaan langit dunia ditugaskan kepada MALAIKAT ISMAIL AS. Ketatnya penjagaan langit dunia membuat repot kalangan jin dan juga kalangan para malaikat. 

Dari kalangan jin yaitu sulit untuk mencuri dengar berita dari langit sedang dari kalangan para malaikat yaitu para malaikat rahmat, malaikat rezeki tidak bisa membantu dan menolong secara totalitas, misalnya : ada seorang hamba Allah yang mengamalkan aurod tertentu semisal ismul a'zhom atau amalan yang lainNya, dari hasil mengamalkan tersebut, malaikat lantas berkeinginan ingin memberikan hadiah kepada pengamalnya tersebut, akan tetapi oleh malaikat Ismail AS hadiah tersebut diperiksa dan disaring terlebih dahulu olehnya. 

Contohnya saya mengamalkan AWMU dan ada malaikat yang berkeinginan ingin memberikan uang 10 juta kepada saya, akan tetapi setelah diperiksa dan disaring oleh malaikat Ismail AS, ternyata yang boleh diberikan kepada saya hanya 500 ribu saja.

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS (Part 6)

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS Part 6
Rasulullah SAW menggambarkan bahwa kematian di akhirat dihadirkan dalam wujud kambing yang sangat bagus. Kambing itu lantas ditambatkan diantara surga dan neraka . Lalu ditanyalah penghuni surga.

“Apakah kalian mengenal kambing ini..?”

“Ya kami mengenalnya. Itu adalah kematian”, ujar penghuni surga, setelah terlebih dahulu memperhatikan dengan seksama ditanya pula penghuni neraka.

“Hai penghuni neraka apakah kalian mengenal kambing ini..?”

“Ya itu adalah kematian” , ujar mereka.

Maka setelah dipahami bersama, diperintahkan agar kambing itu disembelih dan kambing itupun disembelih. Lalu di Firmankan :
“Hai penghuni surga tinggallah selama-lamanya karena kematian sudah tidak ada lagi .
"Hai penghuni neraka tinggallah selama-lamanya karena kematian sudah tidak ada lagi.”


Yang memotong Al Maut pada hari akhir nanti adalah malaikat Ismail AS. itulah kenapa malaikat Ismail AS disegani dan dihormati oleh kalangan para malaikat. Kata orang-orang bahwa dunia tidak akan dibawa mati tetapi bagi para pengkaji malaikat Ismail bahwa dunia harus dibawa mati.

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS (Part 5)

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS Part 5
"Tatkala Allah menciptakan bumi, maka bumi pun berguncang. Lalu Allah menciptakan gunung ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat heran dengan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya : Ya Rabbi, adakah sesuatu yang lebih kuat daripada gunung..?
Allah menjawab : Ada, yaitu besi.

Para malaikat bertanya lagi : Ya Rabbi, adakah sesuatu yang lebih kuat daripada besi...?
Allah menjawab : Ada , yaitu api

Para malaikat bertanya : Ya Rabbi, adakah yang lebih kuat daripada api...?
Allah menjawab : Ada , yaitu air.

Para malaikat pun bertanya : Ya Rabbi, adakah yang lebih kuat daripada air...?"
Allah menjawab : Ada , yaitu angin.

Akhirnya para malaikat pun bertanya :
Ya Allah, adakah yang lebih dahsyat dari itu semua itu...?

Allah menjawab : Ada , yaitu jika anak Adam bersedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak tahu". (HR. Ahmad). Ketika bumi sudah tercipta maka diutuslah malaikat Ismail AS sebagai penjaga langit dunia.

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS (Part 4)

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS Part 4
Sebelum izrail diserahi urusan maut siapakah pemegang sebelumnya ya..??. Dahulu iblis pernah bergelar Azroil ( yang mencabut nyawa/ memberi celaka pada makhluk lainnya).

Dalam kitab Sholawatul kabul akhbar dijelaskan bahwa Allah S.W.T. memerintahkan, memberi tugas, memberi mandat yang agung sangat mulia kepada iblis diantaranya sebagai berikut:
1. Iblis sebagai penjaga surga dalam kurun waktu 40.000 tahun.
2. Iblis pernah hidup bersama bergabung dengan Malaikat selama 80.000 tahun.
3. Iblis diangkat menjadi penasehat Malaikat selama 20.000 tahun.
4. Iblis menjadi pemimpin malaikat karobiyyun dalam waktu 30.000 tahun (tiga puluh ribu tahun).
5. Iblis melakukan thowaf (mengelilingi) arasy bersama para malaikat dalam waktu 14.000 (empat belas ribu tahun).

Jadi secara keseluruhan iblis beribadah melakukan semua perintah kepada Allah dalam kurun waktu 185.000 tahun lebih, selama dalam ibadahnya seperti kita umat Islam, melakukan sholat, puasa, thowaf dengan para malaikat (mengelilingi baitul makmur di Dan arasy), iblis tidak merasa lelah dan mengeluh menjalankan perintah Allah, tugas-tugas Allah yang termulia ini, iblis menjalankan dengan ikhlas, tidak ada niat apapun kecuali karena Allah SWT semata-mata. Pada masa itu iblis diberi gelar Al A’ziz (makhluk Allah yang termulia), ada yang memberi gelar 'Azazil (panglima besar malaikat).
Dalam kitab tafsir Munir dan Showi dijelaskan bahwa iblis pernah beribadah pada Allah dalam masa 80.000 tahun, thowaf di baitul Makmur dan Aras 14.000 tahun. Oleh karenanya dilangit pertama sampai ketujuh, iblis dihormati para malaikat, hingga terhormatnya iblis dilangit yang pertama berkibarlah bendera bertulis Al ‘abid (iblis ahli ibadah).

- Langit ke 2 berkibarlah tulisan Al Zahid (iblis ahli suci) tidak melanggar larangan Allah, dan mematuhi segala perintah Allah.
- Langit ke 3 berkibarlah tulisan Al Ar’rif (yang mengetahui segala kekuasaan kemulyaan Allah).
- Langit ke 4 berkibarlah tulisan Al Waliyu (yang dibebani dan dikasihi Allah).
- Langit ke 5 berkibarlah tulisan Attaqiyu (yang takut/ patuh perintah Allah).
- Langit ke 6 berkibarlah tulisan Alkazinu (yang mengawasi makhluk Allah yang bernyawa)
- Langit ke 7 berkibarlah tulisan Azroil (yang mencabut nyawa/ memberi celaka pada makhluk lainnya).

Mengenai sosok iblis Imam Ghazali turut menjelaskan juga Imam Ghazali menyebutkan bahwa iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai:
- al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama,
- pada langit yang kedua disebut az-Zahid.
- pada langit ketiga, namanya disebut al-Arif.
- pada langit keempat, namanya adalah al-Wali.
- pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi.
- pada langit keenam namanya disebut al-Kazin.
- pada langit ketujuh namanya disebut Azazil.

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS (Part 3)

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS Part 3
Pelantikan jabatan malaikat maut, Imam Tsa'labi bercerita dalam kitabnya :
Pada waktu Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS, maka Allah memberi wahyu kepada bumi bahwa sesungguhnya kami akan menciptakan mahluk dari inti sarimu, sebagian ada yang taat padaKu dan ada pula yang durhaka padaKu, maka barang siapa yang taat padaKu akan AKU masukkan di surga dan barang siapa yang durhaka padaKu maka akan Aku masukkan di neraka.

Kemudian Allah mengutus Jibril Alaihis Salam untuk ke bumi untuk membawa secakupan tanah dari bumi. Setelah Jibril sampai di bumi,maka bumi memberi sumpah pada Jibril dan berkata: “Sesungguhnya aku berlindung pada Allah Yang Maha Mulia Yang mengutusmu, saya minta agar kamu tidak mengambil sesuatu dariku yang mana dapat bagian masuk neraka.”

Setelah itu jibril tidak mau mengambil secakupan tanah dan kembali pada TUHAN serta berkata: “Bumi telah minta perlindungan atas nama besar-Mu, maka saya tidak berani untuk mengambil sesuatu darinya.”

Kemudian Allah mengutus Mikail agar meluncur ke bumi dan mengambil secakupan tanah darinya, kemudian bumi mengucapkan sumpah padanya sebagaimana sumpahnya pada Jibril. Kemudian Mikail memulyakan sumpahnya bumi dan tidak mau mengambil sesuatu darinya.

Kemudian Allah mengutus Izrail, ketika Izrail turun kebumi dan menancapkan tombak yang ada kantong yang ada padanya, maka bumi jadi guncang, kemudian Izrail mengulurkan tangannya, lalu bumi bersumpah pada Izrail sebagaimana sumpah yang disampaikan pada kedua saudaranya, maka Izrail menjawab: “Taat pada perintah Allah itu lebih baik daripada menuruti sumpahmu.”

Kemudian Izrail mengambil secakupan tanah dari empat sudut yang diambil dari inti sari bumi, hitamnya, putihnya dan merahnya, dari gunungnya, atasnya dan bawahnya.   Kemudian secakupan tersebut diserahkan kepada Allah.

Lalu Allah bertanya kepadanya : “Kenapa kamu tidak menuruti sumpahnya...? padahal dia bersumpah atas nama-KU...?”

Izrail menjawab: “Ya Tuhanku,,perintah-MU lebih berhak dilakukan dan takut pada-MU lebih diutamakan.”

Kemudian Allah SWT berfirman : “Mulai sekarang kamu menjadi malaikat maut dan malaikat pencabut nyawa serta malaikat pengambil nyawa dari jasad.”

Jabatan malaikat maut ini, memang disegani dikalangan para malaikat akan tetapi tetap tidak berpengaruh bagi malaikat Ismail karena pada hari kiamat nanti Al-maut akan disembelih oleh malaikat Ismail AS

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS (Part 2)

Diriwayatkan dalam suatu hadist bahwa tatkala maut diciptakan oleh Allah SWT, dihijab-Nya maut itu dengan sejuta hijab, tubuh maut itu besarnya lebih besar daripada tujuh lapis langit dan bumi. Dan sebelumnya ia dirantai dengan 70.000 rantai, jarak dari tiap-tiap rantainya berjarak sama dengan tujuh ratus perjalanan, tidak ada seorang pun dari para malaikat yang mendekati dan mengetahui wujudnya. Hanya terkadang suaranya saja yang terdengar. Hingga ketika nabi Adam tercipta, Allah SWT menyerahkan pengurusan maut kepada Malaikat Izrail.

Izrail bertanya mengenai maut itu, "Ya Tuhanku, siapakah itu..?"

hikayat malaikat ismail part 2
Kemudian Allah menyibakkan hijab Maut itu, sehingga terlihatlah sang maut oleh Malaikat Izrail dan para Malaikat lainnya juga diperintahkan oleh Allah SWT untuk berdiri melihat maut.

Lalu maut diperintahkan oleh Allah SWT untuk terbang agar dapat disaksikan oleh seluruh Malaikat.

Lantas para malaikat jatuh pingsan melihat wujud maut itu, seribu tahun kemudian baru siuman.

Malaikat bertanya kepada Allah SWT : ,"ya Tuhanku, adakah Kau ciptakan makhluk-Mu yang lebih besar daripada maut itu".

Allah menjawab : "Aku (Allah) yang menciptakan dan Aku (Allah) jugalah yang lebih besar daripada dia, sesungguhnya seluruh makhluk merasakan maut juga".

Allah SWT berfirman kepada Izrail: "sesungguhnya Aku (Allah) menyerahkan pengurusan Maut itu kepada engkau. 

Sahut Izrail: "Ya TuhanKu, dengan kekuatan yang mana hamba-Mu memegang sebab dia lebih besar daripada hamba".

Allah pun mengkaruniai Izrail kekuatan yang lebih besar daripada Maut, sehingga Izrail dapat memegang maut tadi. Maut itu pun pasrah terhadap pemeliharaan oleh Izrail tersebut,karena memang kehendak Allah semata.

DARI DIRI ALMAUT, ALLAH MENCIPTAKAN ALHAYYA

Sebelum bernama hidup, diri kita dahulunya bernamakan mati (Al-maut), dari diri almaut kemudian Allah keluarkan hidup (alhayya) dg tujuan menjadi khalifah dimuka bumi
وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup (QS.3 : 27)

Sehingga muncul-lah kata mutiara kelahiran secara NABI ADAM itu diturunkan nya di surga. Sedang kelahiran secara BANI ADAM itu diturunkanNya dibumi.  Adapun kenapa kita hrs ada menempuh sebuah kematian...???, yaitu karena supaya para BANI ADAM yang terlahir dibumi bisa dilahirkan secara NABI ADAM, jadi kematian adalah nama lain nya yaitu dilahirkan secara NABI ADAM. Bagi yang menginginkan surga maka mau tidak mau, harus bersedia dilahirkan secara Nabi Adam supaya bisa diturunkan di surga. Pantas para ulama thoriqoh sufi mengatakan bahwa kematian adalah puncak kenikmatan terbesar didunia. adalah Malaikat Maut, Malaikat Jibril dan para Malaikat yang lain-nya sangat hormat dan segan terhadap Malaikat Ismail.

HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS (Part 1)

Langit dunia penjaganya malaikat Ismail, langit dunia adalah pintu awal menuju ke langit 1 hingga ke langit 7. Pada langit ke 7 jika pada nabi maka yg menghuni adalah nabi Ibrahim sedang pada malaikat yg menghuni adalah malaikat maut. Malaikat maut itu namanya sama dengan nama asli nabi Ibrahim As.
HIKAYAT MALAIKAT ISMAIL AS Part 1
Jika pada langit dunia malaikat Ismail namanya sama dengan nama nabi Ismail maka pada langit ke 7 malaikat maut namanya sama dengan nama asli nabi Ibrahim. Malaikat Ismail AS punya andil dan peran besar terhadap turunnya rezeki ke bumi, beliau-lah analis yang menfilter turunNya rezeki ke bumi.

Rekan Qum Mania, sesungguhnya Allah SWT tidak pernah menahan sebuah doa, apalagi doa mengenai tentang rezeki, yang menahan rezeki kita adalah alam semesta.

Kenapa alam semesta menahannya..???, Karena alam semesta merasa takut dan malu kepada Allah SWT, takut disalahkan karena menjatuhkan kedudukan manusia dari posisi kemuliaan menjadi posisi kehinaan. Bukankah Allah SWT telah memuliakan manusia, ketika dimana para makhluk merasa keberatan pada awal penciptaanNya. Sesungguhnya dunia beserta isinya dlm pandangan Allah SWT telah dianggap sesuatu yang hina dan rendah. Maka jangan jatuhkan diri kita kepada kehinaan, dan tentu kita bersama telah mengetahui bahwa bagian dari tubuh jasmani kita berasal dari unsur-unsur alam, sewaktu bagian unsur-unsur alam semesta tersebut dipinjam, mereka merasa keberatan.

Keberatan bilamana suatu saat nanti, bagian dari alam yg dipinjam untuk menjadi tubuh jasmani tersebut dipakai untuk bermaksiat dan mendurhakai Allah SWT. Dan alam semesta merasa malu kepada Allah, bila bagian yang dipinjam tersebut dipakai untuk bermaksiat dan mendurhakai Allah SWT. Oleh karena itu, alam akan menahan terus jalanNya rezeki yang sampai kepada kita, bila kita mengarahkan tujuan hidup kita hanya kepada dunia saja. Sesungguhnya dunia beserta isinya dalam pandangan Allah SWT telah dianggap sesuatu yang hina dan rendah.

Maka barang siapa yang mengarahkan dunia untuk kemanfaatan (sedekah) dan untuk peribadahan kepada Allah SWT, maka bersiap-siaplah dikejar-kejar oleh dunia.

Kenapa hal demikian itu bisa terjadi...???, Karena kita telah membantu mengangkat harkat dunia yg tadinya berstatus hina dan rendah dlm pandangan Allah SWT, menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat buat kehidupan manusia dan menjadi mulia karena bagian yang dipinjam untuk menjadi tubuh jasmani dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

KAJI POHON SIDROTUL MUNTAHA

Ketika kalian melihat langit, pernahkah kalian berpikir di mana letak dari ujung semua semesta ini..?? Tentu sepertinya cukup sulit untuk menjawab pertanyaan itu karena yang seperti ini sudah di luar nalar. Bahkan semaju-majunya ilmu astronomi masih belum bisa memecahkan hal tersebut. Tapi, kita sebagai Muslim harusnya sudah tahu pasti di mana semua semesta ini berujung. Ya, Sidrotul Muntaha.
pohon-sidrotul-muntaha
Dalam berbagai literatur baik Al-Qur’an maupun Hadist dikatakan jika Sidrotul Muntaha adalah ujung dari semua semesta, lebih tepatnya bagian paling atas setelah langit ke tujuh. Tempat ini sendiri tak pernah bisa dimasuki oleh siapa pun, bahkan termasuk Malaikat Jibril. Namun, berkat izin Allah, Nabi Muhammad SAW jadi satu-satunya makhluk yang pernah melakukannya. Hal tersebut dikemas dalam sebuah perjalanan spiritual yang dikenal dengan Isra Mi’raj.

Kembali soal Sidrotul Muntaha, kira-kira seperti apa sih tempat ini..??? Apa saja yang pernah terjadi di sana..??? Semua pertanyaan ini bisa kamu temukan jawabannya lewat ulasan berikut.

1. Bentuk Sidrotul Muntaha Ternyata Adalah Sebuah Pohon
Mendengar kata Sidrotul Muntaha, kita pastinya akan membayangkan sebuah tempat yang luar biasa dan tak bisa di deskripsikan. Mungkin memang seperti itu, tapi dalam berbagai hadist, Rasulllaah SAW cukup jelas mengatakan bagaimana bentuk dari tempat satu ini. Ya, Sidrotul Muntaha adalah sebuah tempat yang berbentuk seperti pohon Bidara atau dalam bahasa Arabnya adalah Sidroh.
Soal detail, Rasullaah SAW tak mengatakan hal tersebut dengan cukup jelas. Hanya saja, beliau mengungkapkan jika tempat ini sangatlah indah.

Dari Anas bin Malik, Rasul bersabda, “Ketika aku di mi’rajkan ke langit ke tujuh, aku diajak ke Sidrotul Muntaha,… ketika pohon ini di liputi perintah Allah, dia berubah. Tak ada seorangpun manusia yang mampu menggambarkannya, karena sangat indah.”

2. Buah, Daun dan Akar Sidratul Muntaha
Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon, maka selayaknya pohoh ia juga memiliki daun, buah dan akar. Hal ini juga tersirat dalam hadist.

“Aku melihat Shidrotul Muntaha di langit ke tujuh. Buahnya seperti kendi daerah Hajar, dan daunnya seperti telinga gajah. Dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam.

Kemudian aku bertanya, “Wahai Jibril, apakah keduanya ini..??” Dia menjawab, “Adapun dua yang dalam itu ada di surga sedangkan dua yang di luar itu adalah Nil dan Eufrat.”

Tentang daun Sidratul Muntaha, ada juga riwayat yang menyebutkan kalau banyaknya daun di sana jumlahnya sama dengan bilangan makhluk yang Allah SWT ciptakan. Dari penjelasan ini makin terbayang seperti apa Sidrotul Muntaha, meskipun tetap saja terlalu susah sebenarnya kalau imajinasikan.

3. Letak dari Sidrotul Muntaha
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pohon ini adalah ujungnya semesta dan ia terletak setelah puncaknya langit ke tujuh. Hal ini juga ditegaskan oleh sebuah riwayat oleh Ibnu Mas’ud dari Rasul yang mengatakan bahwa Sidratul Muntaha adalah pangkal dari semua yang naik. Dari sini bisa disimpulkan jika pohon ini terletak di sebuah tempat yang sangat tinggi.
Tak hanya itu, Sidrotul Muntaha juga dikatakan sangat berdekatan dengan Surga. Hal ini dijelaskan di surat An-Najm 12-18. Makin jelas bagaimana gambaran Sidrotul Muntaha. Dan setelah mengetahui ini harusnya bikin kita makin kagum dan takjub dengan kebesaran Allah.

4. Tak Seorang pun Bisa Memasuki Sidrotul Muntaha Kecuali Nabi Muhammad
Sidrotul Muntaha adalah sebuah tempat istimewa di mana tak seorang pun bisa memasukinya selain yang di izinkan oleh Allah.Bahkan malaikat Jibril as yang notabene adalah pemimpin para malaikat serta penyampai wahyu tak bisa menempatkan dirinya di sini. Hal tersebut berawal pada peristiwa Isra Mi’raj di mana malaikat Jibril as tak sanggup lagi mengantarkan Nabi SAW setelah melewati langit ke tujuh. Ya, pada akhirnya hanya Nabi Muhammad yang di izinkan Allah untuk berada di sini dan di dalamnya Allah memberikan sesuatu yang sangat penting.

Telah bersabda Rasulullah S.A.W, Kekasihku Jibril berkata :
"Sesungguhnya perumpamaan agama (islam) ini seperti sebuah pohon yang kokoh,
- IMAN adalah akarnya,
- SHOLAT seumpama serat urat uratnya,
- ZAKAT seumpama air yang dikandungnya,
- PUASA seumpama pelepahnya,
- AKHLAK YANG BAIK seumpama dedaunannya,
- MENJAGA DIRI DARI HAL-HAL YANG HARAM seumpama buahnya,

Maka tidaklah sempurna sebuah pohon kecuali dengan buah, oleh karena itu tidaklah sempurna iman tanpa di iringi dengan penjagaan diri dari hal hal yang diharamkan."

Syarat syah sebuah keislaman manusia setelah menyatakan keislamannya adalah ditindak lanjuti dengan mandi besar memakai pohon sidrotul muntaha. Bila tidak dilanjuti dengan mandi maka dirinya seperti dalam keadaan jinabat.

Kira-kira bagaimana bila keadaan diri masih dalam keadaan jinabat maka apakah ibadahnya bisa diterima....Wallahu a'lam

Maka dengan adanya posting ini hendakNyalah untuk ditindak lanjuti agar kita bersegera menyempurnakan rukun islam yang pertama yaitu membaca 2 kalimat syahadat dan ditindak lanjuti dengan mandi dengan pohon sidrotul muntaha.

Kenapa Rasulullah SAW memerintahkan dan mewajibkan untuk mandi pohon sidrotul muntaha. Salah satunya berkaitan erat dengan malaikat ARHAM.

Salah satunya lagi berkaitan dengan PUSAKA KALIMOSODO (2 kalimat syahadat) yaitu dipergunakan untuk JAMASAN PUSAKA KALIMOSODO

Manusia selama hidup didunia ini wajib dimandikan dengan pohon sidrotul muntaha ini sebanyak 2x dalam hidupnya yaitu saat pertama kali membaca 2 kalimat syahadat atau saat dirinya menyatakan keislamannya dan yang kedua saat meninggal.

“Saya mendatangi Nabi shollallahu alaihi wa sallam untuk masuk Islam, maka Nabi SAW memerintahkan kepadaku untuk mandi dengan air dan daun sidroh”. (HR. Ahmad, Abu Daud,An-Nasa`i, At-Tirmidzy).

Ummu Athiyah r.a berkata : “Rasulullah SAW masuk kepada kami ketika kami sedang memandikan putri beliau seraya bersabda: ‘Mandikanlah dengan siraman yang ganjil yaitu tiga kali,lima kali tujuh kali atau lebih banyak dari itu-jika kamu memandang perlu dengan menggunakan air dan daun sidroh, berilah kapur barus di akhir kalinya".

Penjelasan karomah pohon sidroh

==========================
Pohon sidroh adalah merupakan salah satu pohon yang diberkahi dari diantara beberapa pohon-pohon yang diberkahi oleh Allah SWT. Pohon ini diceritakan didalam Al-Qur'an di surat Al-Waqi'ah, surat As-Saba dan surat An-Najm.

Induk dari pohon sidroh ini, menurut Rasulullah SAW berada dilangit ke 7 hingga menjulang sampai dibawah Arasy dan pohon ini disana bernama pohon SIDROTUL MUNTAHA. Dinamakan pohon sidrotul muntaha karena tidak ada pohon yang lebih besar di jagad semesta raya ini kecuali pohon sidrotul muntaha, dimana dedaunannya saja, jumlahnya sebanyak bilangan hitungan seluruh makhluk.

Sebagaimana telah diriwayatkan dalam sebuah hadist dari Ka’ab Al-Akbar:
"Sesungguhnya Allah telah menciptakan pohon di bawah Arasy (yaitu pohon sidrotul muntaha)dan di atas pohon itu tumbuh dedaunan yang jumlahnya sama dengan bilangan seluruh makhluk dan ketika telah sampai ajal seorang hamba dan umurnya hanya tersisa 40 hari. Maka, daun itu akan jatuh di atas tempat dimana malaikat Izra’il berada disitu. Maka, ia pun akan paham,sesungguhnya ia telah di perintah untuk mencabut nyawa dari orang yang memiliki nama pada daun itu. Setelah jatuhnya daun itu. Maka, seluruh malaikat mulai saat itu menamakan (menyebut) orang itu dengan nama MAYYIT di alam langit. Orang yang namanya tercatat dalam daun itu disebut mayit oleh para malaikat mulai saat itu, padahal ia masih hidup di atas hamparan permukaan bumi selama empat puluh hari lagi”.

Sedangkan menurut Ibnu Mas’ud bahwa dinamakan sidrotul muntaha karena semua ketetapan Allah yang turun,pangkalnya dari sana dan semua yang naik,ujungnya ada di sana.(Ta’liqat ‘ala Shahih Muslim).

Dan sedangkan menurut para mufasir dinamakan sidrotul muntaha karena ilmu malaikat puncaknya sampai di sini,tidak ada yang bisa melewatinya kecuali Rasulullah SAW adalah tatkala ketika Nabi SAW memandang ke atas ke sekeliling Sidrotul Muntaha dengan cabangnya yang besar-besar serta daunnya yang sangat lebar, di atas tiap-tiap lembar daun duduk seorang malaikat, ada yang mengucap "Allahu Akbar-Allahu Akbar", ada juga yang mengucap "Subhanallah Subhanallah", ada pula yang mengucap "Alhamdulillah Alhamdulillah" , dan ada juga dengan kalimat zikir dan tasbih yang lain. Begitulah yang Nabi SAW lihat di atas tiap-tiap lembar daun itu, di bawah tiap- tiap lembar daun itu tertulis nama-nama orang.

Nama orang itu siapa, bin apa, umur berapa, kapan sampai waktu ajalnya, malam atau siang, dan dimana tempat dia akan mati akhir hayatnya. Apabila orang yang mempunyai nama itu sudah dekat ajalnya maka warna daun berubah menjadi kuning dan di mana detik-detik orang itu akan sampai ajalnya, maka daun itu lepas dari tangkainya lalu malaikat yang duduk di atasnya membawa daun itu kepada Malaikat Izrail.

Khasiat Pohon Sidroh
Abu Waqid al Laitsi (al Harits bin ‘Auf ) berkata :
”Kami pergi keluar bersama Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam menuju hunain, waktu itu kami baru saja lepas dari kekafiran (masuk Islam). Ketika itu orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon sidroh dimana disebut Dzat Anwath,mereka selalu mendatanginya dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka pada pohon itu.

Tatkala kami melewati sebatang pohon sidroh, kami pun berkata : “Wahai Rosululloh, buatkanlah untuk kami Dzat Anwath sebagaimana mereka mempunyai Dzat Anwath.’

Maka Rosululloh Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda : “Allahu Akbar. itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian), demi Allah yang diriku berada di tanganNya, kamu benar-benar telah mengatakan suatu perkataan seperti yang dikatakan oleh bani isroil kepada Musa : “buatkanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka itu mempunyai sesembahan.”

Musa menjawab, “Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengerti.” (QS. Al A’roof (7): 138).

Kamu benar-benar mengikuti tradisi orang-orang sebelum kamu.” (HR. at Tirmidzi, an Nasa-i, Ahmad,Ibnu Hibban, Abu Ya’la,Ibnu Abi Syaibah, ath Thobroni).

Maksud Rasulullah SAW kenapa harus membuat tandingan pohon sidroh dengan pohon lain. Kenapa kita enggak memakai pohon sidroh itu sendiri untuk memunculkan tuah gaib pada tubuh kita sendiri. Bukan hanya untuk digunakan sebatas sebagai mentuahkan senjata-senjata saja. Mudah-mudahan pada materi ini sudah tahu tentang mengenai rontoknya daun sidrotul muntaha atau cara merontokkan daun sidrotul muntaha. Mari sempurnakan rukun islam kita yaitu mandi dengan pohon sidrotul muntaha (pohon bidara).

BIDARA AL-SADARIYAH

bidara al-sadariyyah
Alhamdulillah wa syukurillah dan segala pujian hanya milik Allah SWT, Shalawat serta Salam tercurah selalu kepada Baginda Rasulullaah Muhammadin Shollallaahu alaihi wasallam.
Di kesempatan ini izinkan saya sedikit bercerita mengenai tema BIDARA AL-SADARIYAH, rekan QumMania semua pasti bertanya-tanya dan mengira-ngira apakah gerangan yang saya akan bahas, hehehe.

Sebagai rasa kasih sayang untuk semua rekan Anjen dan Anjani dimanapun kalian berada, Baiklah akan saya buka informasi ini, Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Bulan ini ialah bulan sya'ban menurut kalender tahun Hijriyah dan di bulan ini pula berbarengan dengan tanda kebaikan yg Allah curahkan untuk kita semua sebagai umat Baginda Rasulullaah Muhammad Shallallaahu alaihi wasallam, terkhusus untuk kita semua pengamal AWMU di Majelis QumMania. Adapun "Rahasia" yang akan kita babar disini ialah mengenai informasi yang saya dapatkan setelah pengamalan dan pengkajian lebih dalam serta istikhoroh dalam pencarian keberkahan yang masih terdapat di "Tumbuhan".

Bidara atau Sidr yang selama ini kita jadikan sebagai media penyatuan amaliyah QumMania, bermula pada dialog batin yang saya dapat dari Tumbuhan Bidara tersebut, saat saya tengah khusyuk membaca amaliyah AWMU diwaktu tengah malam tepatnya pada malam Isro Miraj Baginda Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wasallam, sedikit saya kasih ilustrasinya seperti berikut :
Saya = Anjen
Bidara = Sidr

~Anjen :..."membaca" Yaa Qodiim dan seterusnya, entah pada jumlah berapa itu saya lupa, karena sedang masyuk dengan amaliyah tersebut, samar-samar terdengar suara yang tak berwujud mengaminkan saat membaca amaliyah awmu.

~Sidr : "Aamiin...Allohumma Aamiin..." terus berulang-ulang.

~Anjen : ...saya hentikan pembaca'an amaliyah karena was-was suara siapakah yang mengucapkannya.

~Sidr :..."Janganlah engkau takut wahai pengamal amaliyah Langit, teruskanlah agar engkau mengetahui siapakah diriku".

~Anjen : saya teruskan lagi pembacaan amaliyah tersebut didalam hati, sunyi tak terdengar, mengalir ikuti arus alam batiniyah (maaf saudaraku bahasa saya terkesan filsof hahahahah).
Semakin dihayati, tibalah saya pada waktu yang saya sendiri tidak ketahui ini dimana dan alam apakah yang saya kunjungi, seperti hamparan padang rumput luas sejauh mata memandang, indah berwarna ke-emasan langit diatas sana.Hmmm...rasa manusiawi saya mengatakan inilah alam batin (xxxxxxxxxx... maaf saya close agar tak menjadi bahan plagiat oknum penjahat dunia maya).
Di depan saya sekitar jarak 3 meter terlihat duduk sosok makhluk yang amat indah seperti peri sambil menjaga sebuah pohon berwarna emas menyala. Dengan sedikit keberanian yang saya lakukan, maka saya tegurlah sosok peri tersebut "Assalamu'alaikumussalam" sapa saya padanya.

~Sidr : Wa'alaikumussalam wahai hamba Alloh".

~Anjen : "Siapakah engkau wahai makhluk Alloh dan dimanakah aku berada serta apakah hikmah yang aku dapatkan dari pertemuan ini".

~Sidr : "Aku adalah makhluk Alloh juga, hanya saja aku dari golongan malaikat penjaga dari tumbuhan (xxxxxx) namaku (xxxxxxxxxxx) engkau berada pada alam hijab manfaat dan hikmah yang akan engkau dapatkan ialah pengetahuan rahasia yang dapat engkau bagikan pada saudara-saudaramu yang seiman dan pengamal asma yang engkau baca tersebut".

~Anjen : "Apakah ini mimpi", jawab saya.

~Sidr : "Tidak...tidak...tidak...hal ini bukan mimpi...semua ini terjadi karena semata mata Ridho Alloh yang Maha Menguasai Ilmu dan aku diperintahkan untuk memberi sedikit petunjuk padamu tentang khasiat dan Rahasia meramu obat kesedihan agar bermanfaat untuk pengamal asma (xxxxxxxxxx)".

~Anjen : saya menjawab..."Baiklah", beritahukan padaku.

~Sidr : "Ketahuilah olehmu bahwa tiap makhluk Alloh itu ada malaikat yang menjaganya baik itu manusia, hewan, gunung-gunung, Batu, dan Tumbuhan, yang seandainya engkau mengetahui nama malaikat tersebut maka malaikat itu akan mengaminkan, engkau hingga dibawa jauh ke atas langit untuk disampaikan dan dimintakan agar terkabul hajat-hajatMu, diperkenankan oleh Alloh yang AHAD".

~Sidr : "Diantara beberapa kebaikan yang dapat engkau buat dengan wasilah tanaman bidara ini ialah, jika engkau mendapati pohon tersebut telah mati karena mengering dengan sendirinya maka buatlah bagian dari daun yang masih terjaga oleh kuasa Alloh (biasanya meski pokok pohon bidara mati karena mengering pasti ada beberapa helai daunnya yg tetap segar/hijau seperti bunga abadi pada tumbuhan diatas puncak gunung) ambilah beberapa helai daun tersebut dengan jumlah ganjil kemudian haluskan dan ambil saripatinya agar dapat engkau gunakan sebagai sumber kekuatan yang Alloh telah titipkan sebagai wasilah membuka semua jalur kesedihan dan kemiskinan hidup, ia menyehatkan jantung dan membersihkan darah panas yang mengakibatkan penyakit pada tubuh, ia dapat memberi khasiat menguatkan ingatan dan ke-elokan jasmani (maksudnya tubuh kita dapat menyesuaikan Regenerasi/perubahan menjadi awet muda....(mantapp...dalam hati saya).

~Sidr : Kemudian bila engkau gunakan batang pohon serta akarnya untuk kemudian engkau buat jalinan penanda (mungkin yg dimaksud ialah butiran tasbih/gelang tangan dll), maka ia berkhasiat sebagai pengundang keberkahan dan memperkuat energi tubuh dan golongan bangsa jin tidak dapat mendekatimu semata-mata keberkahan yang telah Alloh berikan.

Dan apabila engkau menggunakan sebagai campuran untuk minum dan mandi maka Alloh berikan sebagai wasilah membuka kebaikan dalam hidupmu untuk semua pengetahuan yang aku beritahukan untukmu ialah ada hikmah yang harus engkau Lestarikan dari Tumbuhan Langit dan Bumi ini.

Bekerjalah dan berusahalah sesuai kemampuanMu dan berdoalah memohon yang terbaik dalam hidup. Ampunan dari Alloh terus terbuka untuk makhluknya, perbanyak sedekah untuk mengkayakan hatimu niscaya kekayaan duniapun Alloh berikan untuk kecukupanmu. Matikanlah dirimu dengan kepasrahan hanya kepada Alloh dan berbekal-lah sadari hidup agar engkau dapat menikmati bekal itu dikehidupan setelah mati.

Kemudian malaikat ini berkata, maka berikutnya ialah aku beritahukan tata cara rahasia tersebut padamu, upppsssss saya terpaksa close untuk kebaikan, nantinya tehnik Rahasia ini akan saya berikan secara khusus kepada rekan Qum Mania dan saudara anjen dan anjani yang serius dalam pengamalan dan bakti pada Alloh subhanahu wa ta'ala sebagai rasa kasih sayang ARROHIIM.

Seperti yang telah di amanatkan melalui malaikat tersebut, saya secara pribadi telah melakukan riset panjang dengan beberapa ahli farmasi dari universitas ternama dan berdedikasi tinggi di negeri ini (mau disebutin takut dikira promosi kampus...heheehh) dalam menganalisa kandungan yang dapat digunakan menjadi obat yang terdapat pada pohon bidara sidr/madinah.

Dan karena Alhamdulillah jua, saya mendapati 1 pohon bidara yang telah mati kering dan berada di barat pulau jawa yang akhirnya saya tunaikan/dibeli pada pemilik yang berhak, dan telah saya buat sebagai sarana yang tersebut seperti kisah diatas yang telah saya sampaikan dengan sebenar-benarnya Billahi Ahadulloh...salam jaya selalu berkah.

PUNCAK AJARAN TAUBAT ADALAH KITA MENYATAKAN BAHWA DIRI KITA SUDAH MATI (Part. 3)

puncak-ajaran-taubat-part3
Puncak ajaran taubat adalah kita menyatakan bahwa diri kita sudah mati seperti yang dijelaskan pada surat Al-Baqarah ayat 54 dan surat An-Nisa ayat 66-70, bila pada surat An Nisa ayat 66-70 dijelaskan selain kita harus menyatakan bahwa diri kita sudah mati (BUNUHLAH DIRIMU), juga kita harus bersedia mau singgah di kain kafan atau alam kubur (KELUARLAH KAMU DARI KAMPUNGMU).

Lantas salah satu rahasiaNya apa..?
Salah satu rahasianya yaitu ayat-ayat yang ada dibawah akan terpatri pada tubuh kita, karena puncak taubat adalah menyatakan diri bahwa diri kita sudah mati dan bila sdh mati maka keluarlah dari kampung dunia menuju kampung alam kubur (kain kafan). Berikut salah satu diantara ayat-ayat yg akan terpatri pada tubuh bila kita menyatakan sudah mati.

Berlimpahnya berbagai kenikmatan
===========================
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (QS.Hud : 3).

Berlimpahnya anak, harta dan aset
===========================
"Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?" (QS. Nuh, 71:10-13).

Berlimpahnya kekuatan/kesaktian
==========================
"Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.".(QS.Hud : 52).


TESTIMONI ANGGOTA QUMMANIA
testimoni-ngeQum-anggota

testimoni-ngeQum-anggota

testimoni-ngeQum-anggota




PUNCAK AJARAN TAUBAT ADALAH KITA MENYATAKAN DIRI KITA SUDAH MATI (Part. 2)

Ilustrasi
Puncak ajaran taubat adalah kita menyatakan bahwa diri kita sudah mati seperti yang dijelaskan pada surat Al-Baqoroh ayat 54:

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqoroh ayat 54).

dan firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 66-70 dijelaskan:
"Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui." (QS. An-Nisa ayat 66-70)
 
Bila pada surat An-Nisa ayat 66-70 dijelaskan selain kita harus menyatakan bahwa diri kita sudah mati (BUNUHLAH DIRIMU), juga kita harus bersedia mau singgah di kain kafan atau alam kubur (KELUARLAH KAMU DARI KAMPUNGMU).


Ketika diri telah menyatakan bahwa diri telah mati maka pernyataan itu harus disyahkan oleh penduduk langit dengan bergelar sebagai mayit.

Lantas bagaimana supaya kita bisa bergelar dengan gelar sebutan MAYIT itu..???, 

Untuk memperoleh gelar MAYYIT yang di syahkan oleh penduduk langit maka kita harus menunggu rontoknya daun sidrotul muntaha. Jika pada kejadian umumnya, bila ingin memperoleh gelar mayyit adalah dg menunggu rontoknya daun sidrotul muntaha. Maka kita janganlah menunggu rontoknya daun sidrotul muntaha tapi hendaknya kita merontokkannya sendiri, bilamana benar-benar kita menginginkan syahnya gelar itu.

testimoniQumMania.com

testimoniQumMania.com

testimoniQumMania.com

testimoniQumMania.com