ILMU PESUGIHAN PINTU RUMAH

pesugihan pintu rumah
Treadpost ini bukan sebuah pengijazahan melainkan sekedar wawasan pengetahuan saja, jika ingin mengamalkan isi threadpost ini dipersilahkan untuk mendatangi kepada ahlinya di wilayah anda masing-masing.

Seperti biasa langsung saja kita mulai bahasanNya. Mungkin kita pernah mendengar petuah orang tua tentang larangan agar jangan duduk dipintu rumah, yang mana kata mereka bisa mengakibatkan rezeki bisa seret atau pun susah jodohnya.

Petuah tersebut ada benarnya juga, jika kita mau meriset dan mengkajinya sedikit lebih dalam, petuah tersebut bisa keluar terucap dari bibir mereka, pasti ada sesuatu hal yang mendasari menjadi acuan mereka. Secara umum yang dijadikan dasar acuan adalah bait kalimat hadist berikut :

"Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat". (HR. Muslim).

berdiri atau duduk di depan pintu adalah perbuatan yang bisa menyulitkan orang lain yang akan masuk dan keluar melalui pintu tersebut. Jika makna hadits tersebut dilihat dari sisi lain, maka bisa dikatakan jika seseorang mempersulit orang lain, maka Allah akan mempersulit urusannya di dunia dan akhirat.

Ada apakah gerangan dibalik rahasia petuah larangan tidak boleh duduk dipintu itu???

Untuk mengetahui hal itu, kita bersama bisa melihatnya pada sebuah keterangan hadist berikut:
Dari Abu Hurairah berkata, Nabi SAW bersabda:

"Tidaklah seseorang keluar dari rumahnya, melainkan di (sekitar) pintunya ada dua bendera, satu bendera di pegang oleh malaikat, dan satu bendera lagi di pegang oleh Syetan, dan jika orang tersebut keluar dari rumahnya untuk hal hal yang di cintai oleh Allah, maka ia akan di dampingi (di kawal) oleh malaikat dengan membawa benderanya dan malaikat tersebut akan senantiasa mengikutinya hingga orang tersebut pulang ke rumah. Dan jika orang tersebut keluar dari rumahnya untuk hal-hal yang di murkai oleh Allah, maka ia akan dikawal oleh syetan dangan membawa benderanya, dan syetan tersebut akan senantiasa mengikutinya kemana saja hingga orang tersebut pulang ke rumahnya." (HR Ahmad)

Jadi rahasia dibalik petuah pelarangan duduk dipintu ternyata adalah karena berkaitan dengan markas pengkibaran benderanya para malaikat dan syetan, yang dimana markas pengkibaran bendera malaikat dan syetan itu ada berada dipintu. Oleh karena pintu rumah terdapat sebuah markas pengkibaran benderanya para malaikat dan syetan maka terjadilah sebuah petuah pelarangan duduk dipintu itu. 

Pada bahasan diatas menjelaskan bahwasanya dipintu rumah kita itu, terdapat sebuah markas pengkibaran benderanya para malaikat dan syetan maka oleh karena itu ada petuah pelarangan untuk duduk dipintu rumah.

Adalah dari sebagian besar dari para praktisi tasawuf ketika mendudukkan perkara mengenai perihal pintu rumah ini, dianggap olehnya sebagai sesuatu hal yang harus diseriusi dan harus diperhatikan sekali, jangan sampai hal tersebut, dianggap sesuatu yang remeh dan sepele.

Kenapa hal tersebut harus diperlakukan seperti itu..??, karena rumahmu adalah surga bagi dirimu ataupun bisa menjadi neraka bagimu.

Guru tasawufku mengatakan bahwasanya dipintu rumah kalian itu, terdapat tempat pesugihan putih dan pesugihan hitam berada, jadi bagi yang menginginkan sebuah pesugihan maka tidak perlu lah untuk pergi jauh-jauh dalam melakukan pesugihan itu, karena tempat pesugihannya itu ada dipintu rumah kalian sendiri.

Untuk bisa melakukan pesugihan pintu rumah, baik yang putih ataupun yang hitam pengerjaan tirakat nya yaitu dengan cara TAPA GERAK keluar masuk pintu rumah. Untuk pesugihan putih biasanya ada dua mantra favorit yang sering dipakai dalam tapa gerak keluar masuk pintu rumah ini yaitu ayat kursi dan surat Al-Ikhlas.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa keluar dari rumah dan membaca ayat kursi, maka Allah akan mengutus 70.000 malaikat kepadanya, yang memintakan ampunan dan mendoakannya.”

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barangsiapa kembali ke rumahnya, lalu dia membaca ayat kursi, maka Allah mencabut kemiskinan darinya.”

Maka orang yang melanggengkan ayat kursi akan menjadi kekasih Allah, di mana Allah akan menjaganya sebagaimana Allah menjadi kekasih-Nya, yaitu Rasulullah SAW.

"dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN." (QS. 53:48).

Allah tidak pernah memberi kemiskinan akan tetapi kita sendirilah yang menciptakan kemiskinan.
Kenapa kemiskinan dinisbahkan kita yang membuatnya..???

Hal pertama adalah mengabaikan atau menyepelekan ketika kita keluar masuk rumah, disinilah muara awal kemiskinan mulai diciptakan oleh kita.

Seandainya saja bila petuah tersebut mau diperdalam lagi oleh kita maka akan tersingkaplah beberapa rahasia didalamnya, diantaranya salah satunya adalah ILMU PESUGIHAN PINTU RUMAH dan ilmu mengetahui kapan kita akan mati.

padahal seandainya saja, jika kita mau untuk tidak menyepelekan keilmuan pintu rumah tersebut maka tidak akan ada lagi kamus kemiskinan bagi kita semua.

Allah tidak pernah memberi kemiskinan kepada kita, melainkan minimal memberi kecukupan kepada kita sebagaimana ada pada keterangan berikut:

"dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN." (QS. 53:48).

kita bisa menempuhnya dengan cara yang putih ataupun dengan cara yang hitam, semua tergantung pilihan kita. Telah kita ketahui bersama bahwasanya pintu rumah adalah merupakan markas pengkibaran benderanya para malaikat dan syetan. Oleh karena pintu rumah merupakan sebuah markas pengkibaran bendera bagi malaikat dan syetan, jadi tepat sekali bila kita ingin bertapa ditempat tersebut guna untuk mendapatkan pesugihan, karena memang tempat tersebut adalah merupakan tempat dimana para malaikat dan syetan berada.

Mungkin kita semua pernah mendengar petuah yang berupa sebuah anjuran dan sebuah larangan dalam hal menjadi orang yang pertama masuk dan terakhir keluar pada sebuah tempat yaitu yang berupa anjuran untuk supaya menjadi orang yang pertama masuk masjid dan terakhir keluar dari masjid dan yang larangan nya yaitu menjadi orang yang pertama masuk pasar dan terakhir keluar dari pasar.

Petuah yang berupa sebuah anjuran dan sebuah larangan ini yaitu dalam hal menjadi orang yang pertama masuk dan terakhir keluar pada sebuah tempat adalah berkaitan dengan pesugihan pintu rumah.

Bagi yang mengambil pesugihan pintu rumah dengan jalur hitam maka caranya yaitu: pada hari jumat keluarlah dari pintu rumah menuju kepasar dan harus bisa menjadi orang yang pertama kali yang masuk pasar dan begitu juga dengan keluarnya yaitu harus bisa menjadi orang yang terakhir keluar dari pasar, setelah keluar dari pasar maka langsunglah segera pulang menuju kerumah untuk memasuki pintu rumah.

Ritual ini biasanya dilakukan harus lebih dari 3x jumat sedangkan kita bila tidak sholat jumat sebanyak 3x berturut-turut tanpa uzur maka kita akan dicap sebagai kafir karena telah meninggalkan sholat jumat sebanyak 3x.

Mengenai petuah berupa larangan untuk menjadi orang yang pertama masuk pasar dan terakhir keluar dari pasar adalah mengambil dasar acuan dari sabda Rasulullah SAW yaitu:

Rasulullah bersabda:
“Jika engkau bisa, janganlah menjadi orang yang pertama masuk pasar dan terakhir keluar darinya, karena pasar merupakan medan pertempuran syetan dan di sanalah ia menancapkan benderanya.” (HR.Muslim)

Sedang bagi yang mengambil pesugihan pintu rumah dengan jalur putih maka caranya yaitu: pada hari jumat keluarlah dari pintu rumah menuju kemasjid dan harus bisa menjadi orang yang pertama kali yang masuk masjid dan begitu juga dengan keluarnya yaitu harus bisa menjadi orang yang terakhir keluar dari masjid, setelah keluar dari masjid maka langsunglah segera pulang menuju kerumah untuk memasuki pintu rumah.

Mengenai petuah berupa anjuran untuk menjadi orang yang pertama masuk masjid dan terakhir keluar dari masjid adalah mengambil dasar acuan dari sabda Rasulullah SAW yaitu:

Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga golongan manusia yang berada di dalam perlindungan Allah yaitu:
1. Orang yang keluar rumah menuju ke masjid,
2. Orang yang keluar rumah untuk pergi ke medan Jihad,
3. Orang yang keluar rumah untuk keperluan yang baik."

Jadi untuk melakukan pesugihan pintu rumah putih atau hitam tinggal memakai cara ini saja pada setiap hari jumat.

Dari Abu Hurairah berkata, Nabi SAW bersabda:
"Tidaklah seseorang keluar dari rumahnya, melainkan di (sekitar) pintunya ada dua bendera, satu bendera di pegang oleh malaikat, dan satu bendera lagi di pegang oleh Syetan, dan jika orang tersebut keluar dari rumahnya untuk hal hal yang di cintai oleh Allah, maka ia akan di dampingi (di kawal) oleh malaikat dengan membawa benderanya dan malaikat tersebut akan senantiasa mengikutinya hingga orang tersebut pulang ke rumah dan jika orang tersebut keluar dari rumahnya untuk hal-hal yang di murkai oleh Allah, maka ia akan dikawal oleh syetan dangan membawa benderanya, dan syetan tersebut akan senantiasa mengikutinya kemana saja hingga orang tersebut pulang ke rumahnya." (HR Ahmad)

Hampir dapat dipastikan bahwa kita semasa hidup pasti pernah melewati suatu tempat yang dikatakan keramat atau angker atau sebutan lainnya. Biasanya jika kita melewati tempat tersebut, bagi yang mempunyai pegangan tradisi kearifan lokal maka mereka meminta ijin permisi supaya tidak diganggunya, adapun bagi yang agamis maka mereka berdoa kepada Tuhan nya supaya mereka mendapat perlindungan.

Telah kita ketahui bersama bahwa pintu rumah adalah merupakan markas pengkibaran bendera bagi para malaikat dan syetan. Jika kita melewati tempat yang dianggap angker saja, kita diharuskan permisi atau berdoa, lantas kenapa kita tidak berdoa atau pun permisi ketika kita keluar masuk pintu rumah, padahal pintu rumah menurut hemat pendapat saya adalah tempat yang paling angker dan berbahaya.

Kenapa pintu rumah dianggap sebagai tempat yang paling angker dan berbahaya..???

Karena bila kita keluar masuk pintu rumah tanpa permisi ataupun berdoa terlebih dahulu, bisa mengakibatkan dibenci syetan ataupun dibenci malaikat, padahal kita telah mengetahui bersama bahwa pintu rumah merupakan markas pengkibaran bendera bagi para malaikat dan syetan. Maka sudah sewajarnya bila kemiskinan menimpa kita, karena syetan pun membenci kita karena kita tidak permisi kepadanya. Jika syetan saja membenci kita maka para malaikat pun turut pula tidak menyukainya.

Bagi yang ingin mencari pesugihan dengan jalur hitam, sebetulnya tidak perlu pergi jauh dan kemana-mana, cukup pada pintu rumah saja juga sudah bisa melakukan pesugihan, asal ketika keluar masuk pintu rumah harus permisi kepada syetan.

Adapun bagi yang ingin mencari pesugihan dengan jalur putih maka hendaklah berdoa dan permisi juga kepada malaikat dengan mengucapkan salam ketika keluar masuk pintu rumah dan alangkah baiknya dengan salam khusus, silahkan bertanya kepada ahlinya diwilayah masing-masing.

Berikut salah satu contoh doa yang dibaca sebelum keluar dari pintu rumah. Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca :

“بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ”
maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga oleh Allah Ta’ala.(HR Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban). 

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Ath-Thalaq: 3)

“Sesungguhnya syaitan itu tidak memiliki kekuasaan (untuk mencelakakan) orang-orang yang beriman dan bertawakkal (berserah diri) kepada Rabbnya.

Sesungguhnya kekuasaan syaitan hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah” (QS an-Nahl: 99-100)

Bersambung.....

PEMEGANG RAHASIA GUNUNG TURSINA DIWARISKAN KEPADA UMAT MUHAMMAD

rahasia gunung tursina
Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik. (QS. Al-'A'rāf:145)

قَالَ وَهْبُ بْنِ مُنبِّه، رَحِمَهُ الله : لَمَّا قَرَأَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ الأَلْوَاحَ، وَجَدَ فِيْهَا فَضِيْلَةَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Berkata Wahab bin Munabbih : Tatkala Nabi Musa membaca papan-papan yang tertulis wahyu Allah, dia mendapati didalamnya keutamaan umat Nabi Muhammad SAW.

قَالَ: يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الأُمَّةُ الْمُحَمَّدِيَّةُ الَّتِي أَجِدُهَا فِي اْلأَلْوَاحِ ؟
Berkata Nabi Musa : “Ya Allah, siapa umat Muhammad yang aku temukan pada papan-papan itu ?”

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ، يَرْضَوْنَ مِنِّي بِالْيَسِيْرِ مِنَ الرِّزْقِ أُعْطِيْهِمْ إِيَّاهُ، وَأَرْضَى مِنْهُمْ بِالْيَسِيْرِ مِنَ الْعَمَلِ، أُدْخِلُ أَحَدَهُمُ الْجَنَّةَ بِشَهَادَةِ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ الله.
Allah berfirman : “Mereka adalah umat Nabi Muhammad, mereka itu ridho dengan rizki sedikit yang Aku beri, maka Aku pun ridho biarpun mereka sedikit beramal, Aku akan memasukkan salah satu dari mereka di surga dengan syahadat”.

قَالَ : فَإِنِّيْ أَجِدُ فِيْ الأَلْوَاحِ أُمَّةً يُحْشَرُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وُجُوْهُهُمْ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِي.
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan – papan yang tertulis didalamnya suatu umat yang mereka dikumpulkan di hari kiamat sedangkan wajah-wajah mereka seperti bulan purnama, Ya Allah jadikanlah mereka umatku”.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ، أَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرّاً مُحَجَّلِيْنَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوْءِ وَالسُّجُوْدِ.
Allah berfirman : “Itu adalah umat Nabi Muhammad, Aku mengumpulkan mereka di hari kiamat, wajah dan kaki mereka bersinar cemerlang karena bekas dari wudhu’ dan sujud”.

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّي أَجِدُ فِي اْلأَلْوَاحِ أُمَّةً أَرْدِيَتُهُمْ عَلَى ظُهُوْرِهِمْ، وَسُيُوْفُهُمْ عَلَى عَوَاتِقِهِمْ، أَصْحَابَ تَوَكُّلٍ وَيَقِيْنٍ، يُكَبِّرُوْنَ عَلَى رُؤُوْسِ الصَّوَامِعِ، يَطْلُبُوْنَ الْجِهَادَ بِكُلِّ حَقٍّ، حَتَّى يُقَاتِلُوْنَ الدَّجَّالَ فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِي.
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan – papan yang tertulis didalamnya suatu umat, sorban-sorban mereka diatas punggung-punggung mereka serta pedang -pedang mereka di atas leher-leher mereka, mereka memiliki tawakal dan keyakinan, mereka bertakbir di atas tempat – tempat ibadah, mereka mencari jihad pada setiap kebenaran, hingga mereka melawan Dajjal. Ya Allah jadikanlah mereka umatku”.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : Itu adalah umat Nabi Muhammad

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِي اْلأَلْوَاحِ أُمَّةً يُصَلُّوْنَ فِي اْليَوْمِ وَاللَّيْلَةِ خَمْسَ صَلَوَاتٍ، فِيْ خَمْسِ سَاعَاتٍ مِنَ النَّهَارِ، وَتُفْتَحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُنْزَلُ عَلَيْهِمُ الرَّحْمَةُ، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِيْ.
Berkata Nabi Musa : “Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku mendapati pada papan – papan yang tertulis didalamnya suatu umat, mereka sholat sehari semalam 5 kali, dalam 5 waktu sehari, dan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, serta diturunkan atas mereka rohmat . Ya Allah jadikanlah mereka umatku”.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : Itu adalah umat Nabi Muhammad

قَالَ:يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِي اْلأَلْوَاحِ أُمَّةً، تَكُوْنُ اْلأَرْضُ لَهُمْ مَسْجِداً وَطَهُوْراً، وَتُحَلُّ لَهُمُ اْلغَنَائِمُ، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِي.
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan-papan yang tertulis didalamnya suatu umat, yang bumi dijadikan bagi mereka itu sebagai masjid dan sesuci, serta halal untuk mereka harta rampasan perang, Ya Allah jadikanlah mereka umatku”.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : Itu adalah umat Nabi Muhammad

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِي اْلأَلْوَاحِ أُمَّةً، يَصُوْمُوْنَ لَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ، فَتُغْفَرُ لَهُمْ مَا كَانَ قَبْلَ ذَلِكَ، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِي.
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan – papan yang tertulis didalamnya suatu umat, yang mereka berpuasa karena Engkau di bulan Romadhon lantas di ampuni mereka apa yang sebelum hal itu, Ya Allah jadikanlah mereka umatku”.

قَا لَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : “Itu adalah umat Nabi Muhammad”.

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِي الأَلْوَاحِ أُمَّةً يَحُجُّوْنَ لَكَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ، لاَ يَقْضُوْنَ مِنْهُ وَطَراً، يَعِجُّوْنَ بِاْلبُكَاءِ عَجِيْجاً، وَيَضِجُّوْنَ بِالْتَلْبِيَةِ ضَجِيْجاً، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِيْ .
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan-papan yang tertulis didalamnya suatu umat, yang mereka berhaji karena Engkau ke Baitul Haram, dan mereka tidak menyia-nyiakan dari haji tersebut untuk memenuhi suatu hajat, mereka berteriak menjerit dengan sangat, dan mengucap talbiyah dengan bergemuruh, Ya Allah jadikanlah mereka umatku.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : “Itu adalah umat Nabi Muhammad”.”.

قَالَ : فَمَا تُعْطِيْهِمْ عَلَى ذَلِكَ ؟
Berkata Nabi Mu sa: Balasan apa yang Engkau berikan pada mereka atas hal itu ?

قَالَ : أَزِيْدُ هُمُ الْمَغْفِرَةَ، وأُشَفِّعُهُمْ فِيْمَنْ وَرَاءَهُمْ.
Allah menjawab : Aku akan menambah kepada mereka ampunan, dan Aku akan memberi kewenangan syafa’at untuk diberikan kepada orang-orang di belakang mereka.

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِي اْلأَلْوَاحِ أُمَّةً سُفَهَاءَ، قَلِيْلَةً أَحْلاَمُهِمْ، يَعْلَفُوْنَ الْبَهَائِمَ، وَيَسْتَغْفِرُوْنَ مِنَ الذُّنُوْبِ، يَرْفَعُ أَحُدُ هُمُ اللُّقْمَةَ إِلَى فِيْهِ، فَلاَ تَسْتَقِرُّ فِيْ جَوْفِهِ حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ، يَفْتَتِحُهَا بِاسْمِكَ، وَيَخْتِمُهَا بِحَمْدِكَ، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِي.
Berkata Nabi Musa: “Sesungguhnya aku mendapati pada papan-papan yang tertulis didalamnya suatu umat yang dungu, sedikit akal, yang mereka memberi makan hewan-hewan ternak, serta mereka minta ampunan dari dosa-dosa yang salah satu orang dari mereka mengangkat makanan ke mulutnya, tidak diam makanan tersebut dilubangnya sehingga diampuni dosanya, dia mengawali dengan nama-Mu dan mengakhirinya dengan memuji-Mu, Ya Allah jadikanlah mereka umatku.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : “Itu adalah umat Nabi Muhammad”.

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِيْ الأَلْوَاحِ أُمَّةً هُمُ السَّابِقُوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، وَهُمُ اْلآخِرُوْنَ فِي الْخَلْقِ، رَبِّ اجْعَلْهُمْ أُمَّتِيْ.
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan-papan yang tertulis didalamnya suatu umat, yang mereka itu berlomba-lomba di hari kiamat dan mereka orang yang akhir dalam penciptaan, Ya Allah jadikanlah mereka umatku.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ.
Allah menjawab : “Itu adalah umat Nabi Muhammad”.

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِي اْلأَلْوَاحِ أُمَّةً أَنَاجِيْلُهُمْ فِي الصُّدُوْرِ يَقْرَؤُوْنَهَا، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِيْ .
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan- papan yang tertulis didalamnya suatu umat yang kitab-kitab injil mereka itu berada di dada-dada mereka yang dibacanya, Ya Allah jadikanlah mereka umatku.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : “Itu adalah umat Nabi Muhammad”.

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِي اْلأَلْوَاحِ أُمَّةً، إِذَا هَمَّ أَحَدُ هُمْ بِحَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا، فَلَمْ يَعْمَلْهَا، كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ وَاحِدَةٌ. إِنْ عَمِلَهَا كُتِبَ لَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِيْ.
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan – papan yang tertulis didalamnya suatu umat, jika seorang dari mereka berniat 1 kebagusan yang hendak dilakukannya lantas dia tidak melakukannya, maka ditulis untuk dia 1 kebagusan, apabila dia mengerjakannya maka ditulis baginya 10 sampai 700 ratus kali lipat kebagusan, Ya Allah jadikanlah mereka umatku.

قَالَ : تِلْكَ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : “Itu adalah umat Nabi Muhammad”.

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِي اْلأَلْوَاحِ أُمَّةً إِذَا هَّمَ أَحَدُ هُمْ بِالسَّيْئَةِ، ثُمَّ لَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ عَلَيْهِ، وَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ سَيْئَةٌ وَاحِدَةٌ، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِيْ .
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan – papan yang tertulis didalamnya suatu umat, jika seorang dari mereka berniat kejelekan, lantas dia tidak melakukannya maka tidak ditulis kejelekan atasnya dan apabila dia melakukannya maka ditulis bagi dia satu kejelekan, Ya Allah jadikanlah mereka umatku.

قَالَ : تِلْكَ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : “Itu adalah umat Nabi Muhammad”.

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِي اْلأَلْوَاحِ أُمَّةً هُمْ خَيْرُ النَّاسِ ، يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ ، وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِيْ .
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan – papan yang tertulis didalamnya suatu umat, mereka adalah sebaik-baiknya manusia, yang mereka memerintah kebaikan dan mencegah kemungkaran, Ya Allah jadikanlah mereka umatku.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : “Itu adalah umat Nabi Muhammad”.

قَالَ : يَا رَبِّ إِنِّيْ أَجِدُ فِيْ الأَلْوَاحِ أُمَّةً، يُحْشَرُوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى ثَلاَثِ ثُلَّلٍ : ثُلَّةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ، وَثُلَّةٍ يُحَاسَبُوْنَ حِسَاباً يَسِيْراً، وَثُلَّةٍ يُمَحَّصُوْنَ ثُمَّ يُدْخَلُوْنَ الْجَنَّةَ ، فَاجْعَلْهُمْ أُمَّتِيْ .
Berkata Nabi Musa : “Sesungguhnya aku mendapati pada papan – papan yang tertulis didalamnya suatu umat, yang mereka dikumpulkan di hari kiamat atas tiga kelompok : satu kelompok mereka itu masuk surga tanpa hisab, satu kelompok mereka itu dihisab dengan hisab yang ringan, dan satu kelompok mereka dibersihkan dari dosa kemudian mereka masuk surga, Ya Allah jadikanlah mereka umatku.

قَالَ : هُمْ أُمَّةُ أَحْمَدَ .
Allah menjawab : “Itu adalah umat Nabi Muhammad”.

قَالَ مُوْسَى : يَا رَبِّ بَسَطْتَ هَذَا اْلخَيْرَ ِلأَحْمَدَ وَأُمَّتِهُ، فَاجْعَلْنِي مِنْ أُمَّتِهِ.
Berkata Nabi Musa : “Ya Tuhanku, Engkau meluaskan kebaikan ini untuk Nabi Muhammad dan ummatnya, maka jadikanlah aku sebagai umatnya ”.

قَالَ اللهُ : يَا مُوْسَى إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلىَ النَّاسِ بِرِسَالاَتِيْ وَبِكَلاَمِيْ فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ.
Allah menjawab : “ Wahai Musa, Aku telah memilihmu diantara manusia dengan Risalah dan Kalam-Ku, maka ambillah apa yang aku berikan padaMu dan jadilah orang-orang yang bersyukur ”.

Sesudah amarah Musa menjadi reda, lalu diambilnya (kembali) luh-luh (Taurat) itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya.

Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan.

Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya". (Al-'A`rāf:154 - 155)

Ketika terjadi gempa maka bergeser berpindahlah lempeng bumi gunung tursina tersebut.


ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIMU TASLIMA

MENGENAL TENTANG SAHABAT NABI ABDULLAH BIN AHBAR DAN BATU TURSINA

sejarah gunung batu tursina
Muhair bin Ahbar adalah dari golongan jin yang telah memeluk Islam dan memegang teguh agama tauhid sejak zaman Nabi Nuh AS.

Generasi demi generasi dan Rasul berganti Rasul, Ibnu Ahbar ini mengimani para Rasul tersebut termasuk sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

Muhair bin Ahbar tinggal di Gunung Tursina bersama istrinya, tetapi ia lebih sering berkeliling melanglang buana layaknya seorang musafir.

Suatu ketika ia pulang ke rumah dan didapatinya istrinya sedang menangis. Iapun bertanya, "Kenapa engkau menangis?"

Istrinya yang juga memeluk Islam dan mempunyai kecintaan yang sangat besar kepada Nabi SAW, berkata, "Apakah engkau tidak tahu, sesungguhnya Musfir (salah satu jin kafir yang jahat) telah menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW sehingga beliau menjadi sedih.

Memang, beberapa waktu sebelumnya telah terjadi peristiwa menggemparkan di Makkah karena berhala milik Walid bin Mughirah, salah seorang tokoh kafir Quraisy, bisa berbicara.

Peristiwanya berawal ketika kaum Quraisy ingin menyatukan pendapat dalam menyikapi dakwah Nabi SAW, terutama menjelang dimulainya musim haji.

Satu hal yang pasti, mereka menolak dakwah dan ajakan beliau untuk bertauhid, tetapi alasan apa yang tepat dari penolakan tersebut..?

Berbagai usul muncul, seperti menyatakan Nabi SAW sebagai dukun, penyair, penyihir, pengacau, dan berbagai usulan lain, bahkan sebagai orang sinting.

Walid menolak semua usulan tersebut karena semua itu sangat jauh dengan kenyataan yang ada pada pribadi dan perilaku Nabi SAW.

Ketika mereka meminta usulan dari Walid, ia meminta waktu tiga hari untuk memikirkannya.

Dalam tiga hari tersebut, Walid bin Mughirah melakukan penyembahan kepada berhalanya, Hubal secara intensif. Ia tidak makan, minum dan tidur, dan ia juga mengajak anggota keluarganya melakukan hal yang sama. Ia juga memberikan persembahan yang luar biasa.

Setelah tiga hari, Walid berkata kepada Hubal, berhalanya, "Demi penyembahan yang aku lakukan dalam tiga hari ini, beritahu aku perihal Muhammad..!!"

Saat itulah jin kafir yang bernama Musfir masuk ke dalam berhala Hubal dan berkata, "Muhammad bukanlah Nabi, jangan kau benarkan perkataannya!!"

Dan beberapa "nasihat" Musfir untuk Walid yang pada dasarnya menjelek-jelekkan Nabi SAW.

Walid sangat gembira, dan mengabarkan hal tersebut kepada pemuka kafir Quraisy lainnya.

Mereka mengundang Nabi SAW pada keesokan harinya untuk berkumpul di halaman Ka'bah, Nabi SAW datang bersama Abdullah bin Mas'ud.

Ketika mereka telah berkumpul semua, mulailah Walid memberi persembahan kepada berhalanya dan menanyakan seperti hari sebelumnya.

Musfir segera masuk ke dalam Hubal dan mengatakan perkataan seperti hari sebelumnya. Kaum kafir Quraisy itu bersorak gembira.

Ibnu Mas'ud bertanya kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulullah, apa yang dikatakan berhala tersebut?"
"Tenanglah Abdullah, sesungguhnya itu setan"

Kembali kepada Muhair bin Ahbar, begitu mendengar penjelasan istrinya, ia sangat marah. Ia mencari jejak si Musfir dan mengejarnya hingga membawanya ke Makkah.

Ia berhasil menemukannya di antara Shafa dan Marwah dan membunuhnya di sana.

Nabi SAW dalam perjalanan pulang dengan perasaan gundah dan sedih. Beliau tahu betul bahwa semua itu adalah rekayasa setan terkutuk, tetapi bagaimana cara meyakinkan mereka.

Dalam kegundahan tersebut, tiba-tiba beliau bertemu penunggang kuda berpakaian hijau yang sedang menuntun kudanya mendekati beliau.

Setelah dekat, ia mengucapkan salam kepada beliau. Nabi SAW berkata, "Siapa kamu? Salam yang kamu ucapkan sungguh terasa amat indah bagiku?"

"Saya dari bangsa jin, saya telah memeluk Islam sejak jaman Nabi Nuh AS" Kata Muhair bin Ahbar.

Mulailah ia menceritakan pengalamannya sejak melihat istrinya menangis dan cerita tentang beliau bersama Walid, juga pengejarannya terhadap Musfir.

Ia juga menceritakan kalau baru saja membunuh Musfir di antara Shafa dan Marwah, kepalanya terpotong dan berada di kandang kuda, sedangkan badannya terbang di antara shafa dan Marwah, menyerupai seekor kambing tanpa kepala, Ia juga menunjukkan pedangnya yang masih berlumur darah Musfir.

Nabi SAW amat gembira mendengar cerita Muhair tersebut, dan mendoakan kebaikan atas apa yang dilakukannya.

Beliau kemudian berkata, "Siapa namamu?"

"Muhair bin Ahbar, saya tinggal di Gunung Tursina!!"

Kemudian Muhair berkata lagi, "Ya Rasulullah, apakah engkau tidak ingin aku mengejek mereka lewat berhala-berhala mereka, sebagaimana mereka telah mengejek engkau."

"Lakukan saja kalau engkau suka," Kata Nabi SAW.

Tampaknya kaum kafir Quraisy masih "mabuk kemenangan" dengan peristiwa sebelumnya sehingga mereka mengundang Nabi SAW untuk hadir dalam pertemuan yang sama keesokan harinya.

Mereka menghiasi Hubal dengan baju dan berbagai persembahan, kemudian berkata, "Hai Hubal, betapa cerah penglihatanku hari ini jika engkau mengejek Muhammad."

Muhair yang telah siap di tempat tersebut, segera masuk ke dalam Hubal dan mengeluarkan perkataan yang sangat mengagetkan kaum kafir Quraisy, "Wahai penduduk Makkah, ketahuilah bahwa Muhammad ini adalah Nabi yang haq, agamanya benar, ia mengajak kepada jalan yang benar. Kalian semua dan berhala-berhala kalian ini tidak ada gunanya, jika kalian tidak membenarkan dan mengimaninya, kalian akan berada di neraka jahanam, kekal di dalamnya. Ikutilah Muhammad, ia Nabi Allah, dan mahluk terbaik-Nya."

Kaum kafir Quraisy terbengong tak percaya, dari "bibir" berhala Hubal yang sama, tetapi sangat jauh berbeda dengan perkataan kemarinnya.

Abu Jahal segera tanggap atas situasi tersebut, ia segera bangkit dan mengambil berhala Hubal, kemudian membanting ke tanah hingga pecah berkeping-keping.

Nabi SAW pulang dengan gembira. Beliau juga sempat memberikan nama baru buat Muhair, yakni Abdullah bin Ahbar.

Ibnu Ahbar sangat gembira dengan pemberian nama baru oleh Nabi SAW tersebut, ia menyenandungkan syair untuk membanggakan nama barunya dan perjuangannya membela Nabi SAW.

Sumber kisah diambil dari: kitab “Al-Mawaidz al-Ushfuriyyah”

DUTA PENJAWAB SHALAWAT NABI

BERTEMU RASUL YANG SEBENARNYA MENURUT ULAMA SUFI DAN UCAPAN JAWABAN RASULULLAH KETIKA MENERIMA SHOLAWAT DAN SALAM DARI MALAIKAT DAN UMATNYA

Post ini bukan sebuah pengijazahan melainkan hanya sebatas wawasan pengetahuan saja.

duta penjawab shalawat Rasulullah
Sum'ah yaitu memperdengar-dengarkan perihal pengalaman yang dialaminya supaya mendapat pengakuan dan pujian dari orang lain. Langsung saja deh saya mulai ulasan-Nya.

Suatu waktu sebelum saya ribath disebuah tarekat sufi, diri saya pernah dianugerahi oleh Allah selama dalam beberapa lama. Allah mengizinkan diri saya diberi kesempatan untuk bertemu dengan Rasulullah SAW dalam setiap harinya. Sebab musababnya pastinya dengan barokah sering membaca sholawat.

Dahulu saya biasa mendisiplinkan diri untuk bersholawat sebanyak mungkin setiap harinya dalam waktu yang cukup agak lama, dan setelah diri saya beberapa lama ribath disebuah tarekat sufi. Kebetulan sekali pada saat itu sedang ada mubahasah tentang Nur Muhammad.

Setelah selesai mubahasah, diri saya mengajukan permohonan izin untuk menghadap kepada mursyid saya untuk membahas perihal pengalaman ruhani saya bertemu dengan Rasululloh SAW dan dijawab oleh mursyid saya.

Mursyid: Yang namanya bertemu dengan Rasululloh adalah bukan diluar diri, tapi didalam diri, kalau kamu bertemu RasulullohNya diluar diri, pasti kamu akan jauh dari mensifati sifat rasul. Rasul yang kamu temui diluar dirimu itu bukan rasul yang sebenarnya yang dari Nur Muhammad. Rasul yang dari Nur Muhammad itu ada didalam dirimu.

Saya: (dalam batin saya berkata: "ah belum tentu guru mengalami hal sama yang sepertiku").
dan dikatakan lagi oleh mursyidku.

Mursyid: Perlu kamu ketahui, bertemu rasul yang sebenarnya adalah bukan dengan sosok tapi dengan sifat, arti dari bertemu dengan sifat yaitu hendaknya dirimu istigroq atau menenggelamkan diri di kepribadian Rasululloh atau lebur diri di totalitas kepribadian Rasululloh SAW, dan bisa juga dengan cara bertasyabuh artinya pribadi dirimu diserupakan total dengan pribadi Rasululloh SAW. Jadi yang kamu temui itu bukan Rasululloh yang sebenarnya, yang kamu temui itu adalah rasul ciptaan pikiranmu dan ciptaan perasaanmu saja.

Jawaban mursyid pada waktu itu belum bisa kucerna dan belum bisa kuterima dengan baik bahkan ada sedikit perasaan kesal dihati seraya bergumam diri: "bagaimana mungkin, kan sudah jelas ada hadistnya, mungkin guru hanya iri kepadaku, iri apa yang Allah anugerahkan padaku".

Setelah bergumam diri, mursyid berkata lagi padaku, seolah mengerti apa yang telah terjadi didalam benakku.

Mursyid: Janganlah dirimu mengenal rasulnya terhenti bertemu pada sosoknya saja, dan bila demikian, kamu akan jauh dari meneladani sifat sifat rasul dan juga akan ada suatu penyakit yang tidak kamu ketahui yang ada didalam dirimu, yaitu pernyataan tidak bersuara berupa pengakuan yang mengakui bahwa dirimu adalah orang yang istimewa, dirimu adalah orang suci dan dirimu adalah orang pilihan, bahkan pengakuan pernyatan diri bahwa dirimu telah dekat dengan Allah dan rasulNya. Sekarang kutanya kepadamu, jika memang sosok yang kamu temui itu memang rasul, adakah atsar rasul didirimu.

Saya: Maksudnya,bagaimana guru..? (tanyaku)

Mursyid: Sudahkah kamu sholat qiyamul lail sampai kakimu bengkak, sudahkah kamu mewarisi sedikit akhlaknya, sudahkah ada pada dirimu kesabaran, keikhlasan dan keistiqomahan.

Saya: Belum, guru (sahutku padanya, dengan diliputi pembawaan perasaan menyesal karena telah tergesa-gesa menghukumi sendiri perihal pengalaman ruhaniku)

Mursyid: Ketahuilah olehmu, yang namanya bertemu rasul yang sudah benar adalah seperti tuan Syekh Abdul Qodir Jaylani salah satunya, didalam kitab manaqib diceritakan, anak tuan syekh bertanya kepada tuan syekh dengan mengatakan:..."Ya ayahanda kulihat pada dirimu nyata jelas seperti Rasululloh, badanmu tidak dihinggapi lalat dan beraroma wangi"

Lantas dijawab oleh tuan syekh: "Yang kamu temui didiriku itu bukan diriku. Tapi datuk moyangmu"

Apakah badanmu sudah tidak dihinggapi lalat dan beraroma wangi biar pun tidak memakai parfum.

Saya: Jauh sekali guru (jawabku)

Keterangan :
Datuk moyangmu maksudnya adalah Rasulullah SAW, dan dikatakan lagi oleh mursyidku.

Mursyid: Apakah kamu mengetahui tahu asror yang terkandung dari kisah tuan syekh tersebut.

Saya: Tidak guru (jawabku)

Mursyid: Asrornya adalah kita semua diharapkan untuk bisa mengikuti seperti tuan syekh untuk fana fi Rasulillah atau melebur diri ditotalitas kepribadian Rasululloh.

dan dikatakan lagi oleh mursyidku.

Mursyid: Jadi, ingatlah baik baik, temuilah rasulmu itu didalam dirimu (sifat), bukan diluar dirimu sosok). Rasul didalam dirimu itu mempunyai beberapa sifat. Apakah beberapa sifat itu sudah kamu temukan didalam dirimu.

Saya: Belum, jawabku

Mursyid: Beberapa sifat itu adalah

yang pertama: "KHULUQIN AZHIM", sudahkah ada pada dirimu.

jawabku: Belum.

yang kedua "USWATUN HASANAH", sudahkah ada pada dirimu.

jawabku: Belum.

Yang ketiga "SHIDIQ", sudahkah ada pada dirimu.

jawabku: Belum.

Yang keempat "AMANAH", sudahkah ada pada dirimu dan seterusnya.

Bila telah nyata jelas beberapa sifat rasul pada dirimu, berarti kamu sudah bertemu dengan rasul yang sebenarnya.

dan dikatakan lagi

Mursyid: Bukankah dalam suatu hadist Rasulullah pernah bersabda demikian, belum sempurna iman kalian hingga diriku (Rasulullah) lebih dicintai olehnya dari ayah ibunya dan manusia seluruhnya.

Sekarang kalimatnya dipersempit lagi menjadi demikian, belum sempurna iman kalian hingga diriku lebih dicintai olehnya, maksudnya adalah jika dirimu benar-benar mencintai Rasulullah maka seharusnya hanya sifat-sifatnya Rasulullah yang harus ada pada dirimu bukan malah sifat-sifatnya dirimu. Jika yang ada pada dirimu adalah sifat-sifat dirimu, itu namanya kamu masih mencintai dirimu sendiri bukan mencintai Rasulullah, jadi bertemu rasul yang benar adalah telah nyata jelas sifat Rasulullah pada dirimu, itulah yang dinamakan bertemu rasul.

Saya: Ya, guru...(jawabku dengan terbengong-bengong yang disertai perasaan menyesal yang mendalam).

Uraian selanjutnya adalah, telah kita ketahui bersama bahwasanya para malaikat senantiasa bersholawat kepada nabi begitu juga makhluk yang selain malaikat, tidak luput dan turut pula kita pun diperintahkan hal yang sama agar supaya bersholawat kepada nabi.

Sholawat kepada nabi ada banyak macam ragam jenis dalam hal bacaannya, yang kesemua itu adalah bagian upaya sebagai bentuk kecintaan kepada nabi, dalam hal ini saya tidak akan membahas mengenai keragaman jenis sholawat yang telah ada itu, akan tetapi saya akan membahas mengenai jawaban balasan ucapan Rasulullah SAW ketika menerima sholawat dan salam dari malaikat dan umatnya.

Bagaimana dan seperti apa sih ucapan jawaban balasan Rasulullah SAW ketika menerima sholawat dan salam dari malaikat dan umatnya itu...???

Tidak kah kita menginginkan mencari tahu terhadap hal itu...???

Adalah sungguh suatu kenikmatan tersendiri bila kita telah mengetahui jawaban balasan ucapan Rasulullah SAW ketika kita bersholawat kepadanya, bila kita telah mengetahuinya maka pakai saja ucapan jawaban tersebut guna menjawab sholawatnya para malaikat kepada nabi.

Bila hal ini kita lakukan maka para malaikat akan kaget dan terpesona dengan kita, telah banyak orang yang bersholawat kepada nabi dan sangat sedikit sekali orang yang membantu nabi dalam hal menjawab sholawat salamnya para malaikat dan umatnya.

Maukah kita menjadi DUTA PENJAWAB sholawat salamnya para malaikat dan umatnya tersebut.

Bersediakah kita,....
Bersediakah kita,....
Bersediakah kita,....
Bersediakah kita menjadi duta penjawabnya beliau.

Jika kita memang bersedia maka perbanyaklah sholawat dan salam kepadanya sampai kita mengetahui ucapan jawaban beliau terhadap sholawat dan salam yang kita panjatkan kepadanya, bila kita telah mengetahuinya maka segeralah menjadi duta penjawabnya beliau, walau tanpa disuruh dan dilantik.

Lakukan dan jawablah sholawatnya para malaikat, kira-kira apa yang bakal akan terjadi ya, bila kita menjawab sholawatnya malaikat mikail, sholawatnya malaikat si anu, sholawatnya malaikat si ini, sholawatnya malaikat si itu atau sholawatnya para malaikat yang lainnya. Sepertinya bila kita melakukan hal tersebut, sepertinya sesuatu deh.....ya gitu deh.

Sudahkah kita mengetahui jawaban balasan ucapan dari Rasulullah SAW ketika menerima sholawat dan salam dari malaikat dan umatnya...???

Ucapan jawaban dari Rasulullah SAW ini sangat bagus bila dipakai buat bersholawat dalam kita bersholawat. Sedikit bocoran dari saya ya...KURSI DUTA PENJAWAB MASIH BANYAK YANG KOSONG loh.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM

DOA MUBAROK DAN KEUTAMAANNYA

Do’a Mubarok ini mempunyai keutamaan dan khasiat yang banyak sekali diantaranya ialah :

-Barang siapa membaca do’a mubarok seumur hidup sekali atau setahun sekali atau sebulan sekali atau setiap hari Jum’at sekali atau setiap hari sekali, maka Allah SWT akan membukakan pintu surga.
-Pahala orang yang membaca do’a mubarok adalah tanpa batas dan di lindungi oleh malaikat yang menunggu pintu surga.

Berikut ini saya akan posting amalan doa mubarok yang fungsinya dan manfaatnya banyak sekali jika dikerjakan, karena setiap amalan yang kita baca pasti ada nilai manfaat tersendiri buat kita, amalan ini dah sering saya amalkan alhamdulillah tiap hari saya istiqomahkan doa ini, tentunya manfaatnya juga saya sendiri yang merasakan, didunia ini yang kita butuhkan hanya mencari keselamatan.

-Orang yang membaca do’a mubarok akan dilindungi ketika berjalan di jembatan Shiratal Mustaqim (Jembatan penyeberangan ke surga).
-Orang yang membacanya akan dilindungi dari bahaya.
-Apabila tidak bisa membaca, maka tulislah kemudian disimpan atau bergurulah kepada orang yang bisa membaca do’a ini..
-Diampuni dosa-dosanya.

Berikut doanya:
بسم الله الرحمن الرحيم
لااله الا الله ايماَناً باالله 
لااله الا الله يَقِيناً با الله 
لااله الا الله اَمَنتُ باالله 
لااله الا الله اَماَنةً با الله 
لااله الا الله محمد رسول الله صلي الله عليه وسلم 
لااله الا الله اِيمَناً وتَصديقاً 
لااله الا الله تَلَطُّفاً ورِزقاً لااله الا الله الَلِكُ 
المَلِكُ الحَقُّ المُبين محمد رسول الله صاَدِقُ الوَ عدِ الائَمِين وصلي الله علي سيِّدناَ محمدٍ والهِ وصحبهِ وسلِّم والحمدُ الله ربِّ العلمين
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM
LAA ILAHA ILALLOH IIMANAN BILLAAH
LAA ILAHA ILALLOH YAQIINAN BILLAAH
LAA ILAHA ILALLOH AMANTU BILLAAH
LAA ILAHA ILALLOH AMANATAM BILLAH
LAA ILAHA ILALLOH MUHAMMAD ROSULULLOH SHOLALLOHU ALAIHI WASSALAM
LAA ILAHA ILALLOH IIMANAN WA TASHDIIQOON
LAA ILAHA ILALLOH TALATHUFAW WA RIZQOON
LAA ILAHA ILALLOH AL MALIKUL HAQQUL MUBBIIN MUHAMMADAR-ROSULULLOH SHODIQUL WA’DIL AMIIN
WASHOLALLOHU ALAA SAYYIDIINA MUHAMMADIW WA AALIHI WASHOHBIHI WASSALAM

Artinya :
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 
Tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah dengan beriman kepada Allah. 
Tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah dengan yaqin kepada Allah. 
Tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah percaya kepada Allah. 
Tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah Muhammad adalah utusan Allah.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan salam kepada beliau. 
Tidak ada Tuhan kecuali Allah dengan mengharapkan belas kasihan dan rizqi dari padanya. 
Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Merajai Yang Benar dan Nyata. Muhammad adalah Utusan Allah yang menepati janji dan bisa dipercaya. 
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat beliau.”

Dibaca setiap sesudah sholat wajib insya Allah di beri keselamatan dunia akhirat, ditetapkan iman dan islam dan khusnul khotimah, Aamiin

Semoga Bermanfaat

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIMU TASLIMAA

MENINGGALKAN SHALAT SECARA SENGAJA

Wahai Anakku, Dahulu saudari-Mu itu suka mempermudah shalat dan mengakhirkan waktunya.

Habib Umar Al-Hafidz
Dikutip dari Kitab Al Kabair Imam Dzihabi :
حكاية
روي أن امرأة من بني إسرائيل جاءت إلى موسى عليه السلام فقالت: يا رسول الله إني أذنبت ذنباً عظيماً وقد تبت منه إلى الله تعالى فادع الله أن يغفر لي ذنبي ويتوب علي فقال لها موسى عليه السلام: وما ذنبك? قالت: يا نبي الله إني زنيت وولدت ولداً فقتلته فقال لها موسى عليه السلام: اخرجي يا فاجرة لا تنزل نار من السماء فتحرقنا بشؤمك فخرجت من عنده منكسرة القلب فنزل جبريل عليه السلام وقال يا موسى الرب تعالى يقول لك لم رددت التائبة يا موسى أما وجدت شراً منها قال موسى: يا جبريل ومن هو شر منها? قال: تارك الصلاة عامداً متعمداً.

Diriwayatkan, Sesungguhnya seorang perempuan dari Bani Israel mendatangi Nabi Musa As,

Kemudian dia berkata :
"Wahai Nabi, sesunguhnya aku telah melakukan satu dosa yang besar, dan aku telah bertaubat kepada Allah Swt, maka doakanlah aku agar Allah mengampuni dan menerima taubatku".

Nabi Musa berkata :
"Dosa apa yang kamu lakukan..?".

Perempuan itu menjawab :
"Wahai Nabiyalloh, sesungguhnya aku telah berzina kemudian aku mempunyai anak dan anak tersebut kubunuh".

Nabi Musa berkata :
"Keluarlah dari sini wahai perempuan lacur! Jangan sampai Api dari Langit turun kemudian membakar kami sebab keburukanmu!".

Kemudian Perempuan itu menangis dan keluar dengan hati yang sedih.

Lalu Malaikat Jibril turun dan berkata kepada Nabi Musa :
"Wahai Musa, Allah Swt Berfirman kepadamu : "Mengapa engkau menolak Perempuan yang bertaubat..? Apakah engkau tidak menemukan yang lebih buruk darinya..?"

Nabi Musa berkata :
"Wahai Jibril, siapakah yang lebih buruk darinya..?".

Malaikat Jibril menjawab :
"Yang lebih buruk dari Perempuan itu adalah orang yang meninggalkan Shalat secara sengaja".

حكاية أخرى
عن بعض السلف أنه أتى أختاً له ماتت فسقط كيس منه فيه مال في قبرها فلم يشعر به أحد حتى انصرف عن قبرها ثم ذكره فرجع إلى قبرها فنبشه بعدما انصرف الناس فوجد القبر يشعل عليها ناراً فرد التراب عليها ورجع إلى أمه باكياً حزيناً فقال: يا أماه أخبريني عن أختي وما كانت تعمل قالت وما سؤالك عنها قال: يا أمي رأيت قبرها يشتعل عليها ناراً قال: فبكت وقالت: يا ولدي كانت أختك تتهاون بالصلاة وتؤخرها عن وقتها. فهذا حال من يؤخر الصلاة عن وقتها فكيف حال من لا يصلي فنسأل الله تعالى أن يعيننا على المحافظة عليها في أوقاتها إنه جواد كريم.

Hikayat lainNya :
Dari sebagian Ulama Salaf: "Sesungguhnya dia mengunjungi saudarinya yang meninggal, Kemudian dompetnya jatuh kedalam kuburan saudarinya, tapi tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.

Kemudian dia ingat, dan kembali kekuburan untuk menggali tanahnya, setelah orang-orang sudah pergi. Ternyata didalam Kubur itu ada api yang menyala-nyala dan bergemuruh suaranya!

Kemudian dia tutup kembali dengan tanah yang digalinya dan kembali kepada ibunya sambil menangis sedih.

Dia berkata :
"Wahai ibu, ceritakanlah kepadaku tentang saudariku, apa yang dulu pernah di lakukannya..?".

Sang ibu berkata: "Pertanyaanmu ini tentang apa..?"

"Wahai ibu, aku melihat didalam kubur saudariku ada api yang menyala-nyala".

Kemudian sang ibu menangis dan berkata :
"Wahai anakku, dahulu saudarimu itu suka mempermudah Shalat dan mengakhirkan dari waktunya".

Itulah siksaan orang yang suka mengakhirkan waktu Shalat.

Lalu betapa dahsyatnya siksaan orang yang tidak mau Shalat..??

Semoga kisah tersebut bisa menjadi renungan untuk kita agar bisa menjaga shalat dan tidak mengulur-ulur waktu yg ditentukan.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIMU TASLIMAA

AGAR DIMUDAHKAN MENYEBERANGI SHIROTH

IJAZAH AMALAN DARI AL-HABIB SALIM BIN ABDILLAH BIN UMAR ASY-SYATHIRI AGAR DIMUDAHKAN MENYEBERANGI SHIROTH

Habib Salim bin Abdillah bin Umar Asy-syathiri
Di akhirat kelak, akan banyak sekali peristiwa yang sangat menakjubkan sekaligus menakutkan. Kita sebagai seorang Mukmin, wajib mempercayai segala hal yang akan terjadi pada hari kiamat kelak, baik yang disebutkan dalam Al-Qur’an maupun yang terdapat dalam hadits yang shahih.

Kita tidak boleh membeda-bedakan dalam urusan beriman dengan segala peristiwa tersebut, baik itu sesuai dengan logika ataupun tidak. Segala hal yang akan terjadi di akherat tidak bisa kita qiyaskan dengan peristiwa di dunia ini. Karena semua peristiwa di akhirat adalah peristiwa yang penuh dengan keluarbiasaan dan kedahsyatan, dan diantara peristiwa yang akan menakjubkan sekaligus menakutkan di alam akhirat kelak, peristiwa melewati Shiroth (jembatan) yang terbentang di atas Neraka menuju ke surga. Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kemudahan kepada kita semua untuk bisa melewatinya kelak di akhirat nanti.

Landasan keyakinan tentang adanya shiroth pada hari Kiamat berdasarkan kepada "ijma" para ulama Ahlus Sunnah yang bersumberkan kepada dalil-dalil yang akurat dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Shiroth adalah jembatan yang terbentang di atas neraka menuju ke surga, semua manusia akan melewatinya, sesuai dengan amalan mereka, ada yang terjatuh ke neraka, ada yang melewatinya dengan cepat dan ada yang melewatinya dengan lambat.

Datang penamaan dengan Ash-Shirath dalam hadist Abu Hurairah Rodhiyallahu anhu :

فيُضربُ الصِّراطُ بين ظهرانَي جهنَّم….
“Maka dibuatlah Ash-Shirath di atas jahannam….”(HR. Bukhori dan Muslim)

Dan dalam hadist lain dijelaskan :
وتُرسَلُ الأمانةُ والرَّحم، فتقومان جنبَتَي الصِّراط يميناً وشمالاً
“Dan diutus amanah dan kekerabatan, maka keduanya berdiri di kedua tepi Ash-Shirath….” (HR. Muslim)

Diriwayatkan bahwa Ash-Shiroth ini lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sebagaimana ucapan Abu Said Al-Khudry radhiyallahu anhu:

بلغني أن الجسر أدق من الشعرة وأحد من السيف
“Sampai kepadaku bahwa jembatan ini (ash-shiroth) lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim 1/167)

Beberapa dalil yang menerangkan tentang adanya shiroth. Dan diantara ulama berhujjah dengan firman Allah Azza wa Jalla sebagai berikut :

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا
"Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan akan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan". (QS. Maryam: 71).

Diriwayatkan dari kalangan para Sahabat, di antaranya Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu dan Ka’ab bin Ahbar bahwa yang dimaksud dengan mendatangi neraka dalam ayat tersebut adalah melewati shiroth. (Tafsir Ibnu Katsir: 5/254).

Sementara itu, banyak sekali riwayat dari Rasulullaah Shollalloohu alaihi wa sallam tentang ini, di antaranya: Rasulullooh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

ثُمَّ يُؤْتَى بِالْجَسْرِ فَيُجْعَلُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْجَسْرُ قَالَ مَدْحَضَةٌ مَزِلَّةٌ عَلَيْهِ خَطَاطِيفُ وَكَلَالِيبُ وَحَسَكَةٌ مُفَلْطَحَةٌ لَهَا شَوْكَةٌ عُقَيْفَاءُ تَكُونُ بِنَجْدٍ يُقَالُ لَهَا السَّعْدَانُ
"Kemudian didatangkan jembatan lalu dibentangkan diatas permukaan neraka Jahannam. Kami (para Sahabat) bertanya: “Wahai Rasulullaah, bagaimana (bentuk) jembatan itu..?”. Jawab beliau, “Llicin (lagi) mengelincirkan. Diatasnya terdapat besi-besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Najd, dikenal dengan pohon Sa’dan …” (HR. Muttafaqun alaih).

Dan disebutkan lagi dalam hadits bahwa shiroth tersebut memiliki cangkok-cangkok besar, yang mencangkok siapa yang melewatinya, sebagaimana disebutkan dalam hadits :

وَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَبِهِ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ أَمَا رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهَا لَا يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ فَتَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ رواه البخاري
"Dan dibentangkanlah jembatan Jahannam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para rasul pada saat itu: “Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah”. Pada shiroth itu, terdapat pencangkok-pencangkok seperti duri pohon Sa’dan. Pernahkah kalian melihatnya.?” Para Sahabat menjawab, “Pernah, wahai Rasulullaah. Maka ia seperti duri pohon Sa’dan, tiada yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allah. Maka ia mencangkok manusia sesuai dengan amalan mereka”. (HR. Bukhori).

Di samping itu, para ulama menyebutkan pula bahwa shiroth tersebut lebih halus daripada rambut, lebih tajam dari pada pedang, dan lebih panas daripada bara api, licin dan mengelincirkan.

Hal ini berdasarkan pada beberapa riwayat, baik yang disandarkan langsung kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ataupun kepada para sahabat tetapi dihukumi marfu’. Sebab, para sahabat tidak mungkin mengatakannya dengan dasar ijtihad pribadi mereka tentang suatu perkara yang ghaib, melainkan hal tersebut telah mereka dengar langsung dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Abu Sa’id Radhiyallahu anhu berkata: “Sampai kepadaku kabar bahwa shiroth itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang” (HR. Muslim: 1/117).

Setelah kita cermati hadits dan riwayat diatas dapat kita ikhtisarkan disini sifat dan bentuk shiroth tersebut yakni :

1. Shiroth tersebut amat licin, sehingga sangat mengkhawatirkan siapa saja yang melewatinya dimana ia mungkin saja terpeleset dan terperosok jatuh kedalamnya.

2. Shiroth Menggelincirkan.
Para ulama telah menerangkan maksud dari "menggelincirkan" yaitu ia bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat orang yang melewatinya takut akan tergelincir dan tersungkur jatuh.

3. Shiroth tersebut memiliki besi pengait yang besar, penuh dengan duri, ujungnya bengkok. Ini menunjukkan siapa yang terkena besi pengait ini tidak akan lepas dari cengkeramannya.

4. Terpeleset atau tidak, tergelincir atau tidak, dan tersambar oleh pengait besi atau tidak, semua itu ditentukan oleh amal ibadah dan keimanan masing-masing orang.

5. Shiroth tersebut terbentang membujur di atas neraka Jahannam. Barang siapa terpeleset dan tergelincir atau terkena sambaran besi pengait, maka ia akan terjatuh ke dalam neraka Jahannam.

6. Shiroth tersebut sangat halus, sehingga sulit untuk meletakkan kaki di atasnya.

7. Shiroth tersebut juga tajam yang dapat membelah telapak kaki orang yang melewatinya. Karena sesuatu yang begitu halus, namun tidak bisa putus, maka akan menjadi tajam.

8. Sekalipun shiroth tersebut halus dan tajam, manusia tetap dapat melewatinya. Karena Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa untuk menjadikan manusia mampu berjalan di atas apapun.

9. Kesulitan untuk melihat shiroth karena kehalusannya, atau terluka karena ketajamannya, semua itu bergantung kepada kualitas keimanan setiap orang yang melewatinya.

BAGAIMANA KEADAAN MANUSIA KETIKA MELEWATI SHIRATH...??
Setelah kita menyimak sekilas tentang sifat-sifat shiroth yang terdapat dalam hadits-hadits shahih. Kemudian kita lihat pula bagaimana keadaan manusia ketika melewati shiroth tersebut.

1. Riwayat Pertama:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْل الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( وَتُرْسَلُ الْأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُومَانِ جَنَبَتَيْ الصِّرَاطِ يَمِينًا وَشِمَالًا فَيَمُرُّ أَوَّلُكُمْ كَالْبَرْقِ))، قَالَ : قُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَيُّ شَيْءٍ كَمَرِّ الْبَرْقِ ؟ قَالَ: ((أَلَمْ تَرَوْا إِلَى الْبَرْقِ كَيْفَ يَمُرُّ وَيَرْجِعُ فِي طَرْفَةِ عَيْنٍ ؟ ثُمَّ كَمَرِّ الرِّيحِ ثُمَّ كَمَرِّ الطَّيْرِ وَشَدِّ الرِّجَالِ تَجْرِي بِهِمْ أَعْمَالُهُمْ وَنَبِيُّكُمْ قَائِمٌ عَلَى الصِّرَاطِ يَقُولُ رَبِّ سَلِّمْ سَلِّمْ حَتَّى تَعْجِزَ أَعْمَالُ الْعِبَادِ حَتَّى يَجِيءَ الرَّجُلُ فَلَا يَسْتَطِيعُ السَّيْرَ إِلَّا زَحْفًا قَالَ وَفِي حَافَتَيْ الصِّرَاطِ كَلَالِيبُ مُعَلَّقَةٌ مَأْمُورَةٌ بِأَخْذِ مَنْ أُمِرَتْ بِهِ فَمَخْدُوشٌ نَاجٍ وَمَكْدُوسٌ فِي النَّارِ )) رواه مسلم.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullaah Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda : “Lalu diutuslah Amanah dan Rohim (tali persaudaraan) keduanya berdiri disamping kanan kiri shiroth tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat”.

Aku bertanya: “Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat..?” Rasulullaah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab : “Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata..?, Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amalan mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas shiroth sambil berkata: “Ya Allah selamatkanlah! selamatkanlah! Sampai para hamba yang lemah amalannya, sehingga datang seseorang lalu ia tidak bisa melewati kecuali dengan merangkak”.

Beliau menuturkan (lagi): “Di kedua belah pinggir shiroth terdapat besi pengait yang bergatungan untuk menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpeleset namun selamat dan ada pula yang terjungkir ke dalam neraka”. (HR. Muslim).

2. Riwayat Kedua:

الْمُؤْمِنُ عَلَيْهَا كَالطَّرْفِ وَكَالْبَرْقِ وَكَالرِّيحِ وَكَأَجَاوِيدِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ وَنَاجٍ مَخْدُوشٌ وَمَكْدُوسٌ فِي نَارِ جَهَنَّمَ حَتَّى يَمُرَّ آخِرُهُمْ يُسْحَبُ سَحْبًا متفق عليه
"Orang Mukmin (berada) di atasnya (shiroth), ada yang secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat kuda yang amat kencang berlari, dan ada yang secepat pengendara. Maka ada yang selamat setelah tertatih-tatih dan ada pula yang dilemparkan kedalam neraka. Mereka yang paling terakhir merangkak secara pelan-pelan”. (HR. Muttafaqun alaih).

3. Riwayat Ketiga:

فَمِنْهُمْ مَنْ يُُوْبَقُ بِعَمَلِهِ وَمِنْهُمْ يُُخَرْدَلُ ثُمَّ يَنْجُو متفق عليه
"Diantara mereka ada yang binasa disebabkan amalannya, dan diantara mereka ada yang tergelincir namun kemudian ia selamat". (HR. Muttafaqun alaih).

4. Riwayat Keempat:

وَيُضْرَبُ الصِّرَأطُ بَيْنَ ظَهْرَي جَهَنَّمَ فَأَكُونُ أنَا وَأُمَّتِيْ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَلاَ يَـَتكَلََّمُ يَوْمَئِذٍ إِلاَّ الرُسُلُ وَدَعْوَى الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ فَمِنْهُمْ الْمُؤُمِنُ بَقِيَ بِعَمَلِهِ وَمِنْهُمْ الْمُجَازَى حَتىَّ يُنَجَّى (رواه مسلم)
"Dan dibentangkanlah shiroth di atas permukaan neraka Jahannam. Maka aku dan umatku menjadi orang yang pertama kali melewatinya. Dan tiada yang berbicara pada saat itu kecuali para rasul. Dan doa para rasul pada saat itu: “Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah, di antara mereka ada yang tertinggal dengan sebab amalannya dan di antara mereka ada yang dibalasi sampai ia selamat”. (HR. Muslim).

Melalui riwayat-riwayat yang disebutkan diatas dapat kita simpulkan disini bagaimana kondisi manusia saat melintasi shiroth :

1. Ketika manusia melewati shiroth, amanah dan ar-rohim (hubungan silaturrahim) menyaksikan mereka. Ini menunjukkan betapa pentingnya menunaikan amanah dan menjalin hubungan silaturrahim. Barangsiapa melalaikan keduanya, maka ia akan merasa gemetar ketika disaksikan oleh amanah dan ar-rahm saat melewati shiroth.

2. Kecepatan manusia saat melewati shiroth yang begitu halus dan tajam tersebut sesuai dengan tingkat kecepatan mereka dalam menyambut dan melaksanakan perintah-perintah Allâh Azza wa Jalla di dunia ini.

3. Diantara manusia ada yang melewati shiroth secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat burung terbang, dan ada pula yang secepat kuda yang berlari kencang.

4. Diantara manusia ada yang melewatinya dengan merangkak secara pelan-pelan, ada yang berjalan dengan menggeser pantatnya sedikit demi sedikit, ada pula yang bergelantungan hampir-hampir jatuh ke dalam neraka dan ada pula yang dilemparkan ke dalamnya.

5. Besi-besi pengait baik yang bergantungan dengan shiroth maupun yang berasal dari dalam neraka akan menyambar sesuai dengan keimanan dan ibadah masing-masing manusia.

6. Yang pertama sekali melewati shiroth adalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan umatnya.

7. Setiap rasul menyaksikan umatnya ketika melewati shiroth dan mendoakan umat mereka masing-masing agar selamat dari api neraka.

8. Ketika melewati shirot setiap mukmin agar diberi cahaya sesuai dengan amalnya masing-masing. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu dalam menafsirkan firman Allah Azza wa Jalla :

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
"Pada hari itu, engkau melihat orang-orang mukmin cahaya mereka menerangi dari hadapan da kanan mereka". (HR. Al-Hadid:12).

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata : “Mereka melewati shiroth sesuai dengan tingkat amalan mereka. Di antara mereka ada cahayanya seperti gunung, ada cahayanya yang seperti pohon, ada cahayanya setinggi orang berdiri, yang paling sedikit cahayanya sebatas menerangi lampu kakinya, sesekali nyala sesekali padam” (Tafsir Ibnu Katsir 8/15).

Al-Habib Salim ibni Abdulloh ibni Umar Asy-Syathiri hafidzahullahu ta’alaa pernah mengatakan:
“Siapa yang membaca wirid atau amalan ini setelah sholat fardhu Subuh, tanpa merubah posisi duduk tawaruk (tahiyyat akhir shalat) sebanyak 4 kali dengan membaca:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَا اللهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. إِلَهََا وَاحِدََ ا وَرَبََا شَا هِدََا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ 
ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLOOH WAHDAHU LAA SYARIIKALAH, ILAHAAN WAAHIDAN WA ROBBAAN SYAAHIDAAN WA NAHNU LAHU MUSLIMUUN. (4 kali)

(Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, yang Maha Esa , tiada sekutu bagiNya, Tuhan yang Maha Ahad (satu), Tuhan yang Maha Menyaksikan, kepadaNya-lah kami berserah diri).

Maka jembatan shirothol mustaqim yang panjangnya bisa ribuan tahun dihari kiamat kelak, akan dipendekkan oleh Alloh SWT sehasta (sepanjang lengan orang dewasa), sehingga kita bisa melompat dengan mudah ke Jannah diseberangnya, bagi siapa saja yang mau mengistiqomahkan dalam mengamalkannya/membiasakannya.”

Semoga amaliyah tersebut bisa bermanfaat untuk saudaraKu semua untuk bisa mengamalkannya disetiap shalat subuh. Aamiin.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM.

TIMBANGAN PAHALA SHALAWAT

"AKU BERADA DISEBELAH KIRI ARSY SUPAYA AKU DAPAT MELIHAT UMATKU YANG AKAN DIMASUKKAN KEDALAM NERAKA DAN KEMUDIAN AKU BERIKAN SYAFA'AT KEPADANYA".

timbangan pahala bacaan shalawat
Rasulullah SAW bersabda :
"Ketahuilah, bahwa Mimbarnya Nabi Ibrahim As, berada disebelah kanan Arsy dan mimbarku disebelah kiri Arsy".

Maka para sahabat bertanya :
"Wahai Rasulullah, engkau lebih utama dari Nabi Ibrahim As, Kenapa engkau ditempatkan disebelah kiri Arsy, sedangkan Nabi Ibrahim As disebelah kanan Arsy..?".

Rasulullah SAW menjawab :
"Jalan ke Surga berada disebelah kanan Arsy, sedangkan jalan menuju Neraka berada disebelah kiri Arsy. Aku berada disebelah kiri, supaya aku dapat melihat Umatku yang akan dimasukkan ke Neraka dan kemudian aku berikan Syafa'at kepadanya".

"Ketika aku berada di Mimbarku, aku mendengar suara dari Umatku berteriak-teriak seraya berkata : "Pahalaku sedikit dan dosaku banyak!".

"Lalu aku berkata kepada Malaikat penjaga Neraka : "Jangan masukkan dia ke Neraka!".

Malaikat menjawab : "Aku adalah Malaikat yang melaksanakan apa saja yang di perintahkan Allah Swt".

Maka Rasulullah SAW turun dari mimbarnya dan Sujud satu kali di hadapan Allah SWT. Kemudian Allah Swt memerintahkan kepada Malaikat untuk tidak memasukkan orang tersebut kedalam Neraka karena sujudnya Rasulullah SAW.

"Aku perintahkan kepada Malaikat untuk menimbang kembali amalnya, serta aku berikan padanya pahala Shalawat atasku yang sedikit pada timbangannya. Maka bertambahlah pahalanya dan berkuranglah dosanya".

Kemudian orang itu memegang Rasulullah SAW erat-erat, sambil berkata : "Siapakah engkau, yang telah menolongku dari siksa yang dahsyat..?".

Maka Rasulullah SAW bertanya : "Apakah engkau tidak mengenalku. Ketahuilah, aku ini Nabimu dan Penolongmu, aku adalah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam".

Demikianlah kasih sayangnya Rasulullah SAW kepada umatnya.

Insya Allah, kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang cinta dan senantiasa bershalawat kepada Rasulullaah SAW. Aamiin.

Kutipan dari : "Menguak Mutiara Terpendam".
Oleh : Al-Habib Lutfi bin Yahya.
Alih bahasa oleh : Al-Habib Umar Muhsin Alattas.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIMU TASLIMAA

TENYATA UMUR HIDUP MANUSIA DI DUNIA HANYA 1,5 JAM BILA MENURUT WAKTU AKHIRAT

demi masa
BERAPAKAH UMUR KITA...??

TENYATA UMUR HIDUP MANUSIA DI DUNIA HANYA 1,5 JAM BILA MENURUT WAKTU AKHIRAT.


Sebenarnya berapa lama kita hidup di dunia menurut perhitungan hari di akhirat..??
(1). Demi masa
(2). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
(3). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(QS. Al-Ashr : 1-4).

Mengapa Allah SWT berfirman bahwa manusia sungguh berada dalam kerugian..?,

Pernahkah kita renungkan apa tujuan utama kita hidup di dunia dan berapa lama Allah SWT memberi kita waktu untuk mencapai tujuan tersebut..?

Jangan lupa Sobat, Allah SWT menciptakan manusia semata-mata hanya untuk beribadah kepadaNya.
"Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku" (QS. Adz Dzariyat : 56).

Apakah anda pernah membandingkan lama kehidupan di dunia dengan kehidupan akhirat..?, Pernahkah anda menghitung sebenarnya berapa lama waktu kita beribadah pada Allah SWT jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat..?.

Misalkan kita buat rata-rata umur hidup manusia di dunia adalah 63 tahun. Kemudian kita perhatikan Firman Allah SWT :
“Sesungguhnya sehari di sisi TuhanMu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj [22]:47).

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepadaNya pada satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (dan dunia pun musnah).” (QS. Al-Sajdah [32]:5).

Berdasarkan ayat di atas bahwa 1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia, sekarang mari kita hitung.
1000 tahun (dunia) = 1 hari (akhirat)
1000 tahun (dunia) = 24 jam (akhirat)
1 tahun (dunia) = 24/1000 = 0,024 jam (akhirat).

Jadi bila umur manusia rata-rata 63 tahun maka menurut waktu akhirat adalah 63 x 0,024 = 1,5 jam (akhirat)

Jadi Allah SWT memberi kita umur didunia ini rata-rata hanya 1,5 jam waktu akhirat.

Pantaslah banyak firman Allah SWT yang selalu mengingatkan kita masalah waktu seperti dalam surat Al-Ashr diatas.

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka.

Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَآءُ اِلَى اللّٰهِ ۚ وَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
"Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji." (QS. Fatir 35: Ayat 15)

Allah SWT berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ الرَّسُوْلُ بِالْحَـقِّ مِنْ رَّبِّكُمْ فَاٰمِنُوْا خَيْرًا لَّـكُمْ ۗ وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepada-Nya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa 4: Ayat 170)

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah.

Allah SWT berfirman:
وَ لِرَبِّكَ فَاصْبِرْ
"Dan karena Tuhanmu, bersabarlah." (QS. Al-Muddassir 74: Ayat 7).

Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِنَّكَ بِاَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُ
"Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun," (QS. At-Tur 52: Ayat 48)

Allah SWT berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 10).

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnahNya.

Allah SWT berfirman:
وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفْسِيْ ۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌۢ بِالسُّوْٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Yusuf 12: Ayat 53)

Allah SWT berfirman:
مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيْمَا فَرَضَ اللّٰهُ لَهٗ ۗ سُنَّةَ اللّٰهِ فِى الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۗ وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ قَدَرًا مَّقْدُوْرًا
"Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku," (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 38)

"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah.

Allah SWT berfirman:
وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗ ذٰ لِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di Surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung." (QS. At-Taubah 9: Ayat 72)

Allah SWT berfirman:
جَزَآؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ
"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." (QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 8)

Allah SWT berfirman:
لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰٮهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ ۗ وَمَن يَّفْعَلْ ذٰ لِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُـؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
"Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 114)

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti.

Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

Allah SWT berfirman:
مَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْاٰخِرَةِ نَزِدْ لَهٗ فِيْ حَرْثِهٖ ۚ وَمَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ نَّصِيْبٍ
"Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat." (QS. Asy-Syura 42: Ayat 20)

Allah SWT berfirman:
فَاٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْاٰخِرَةِ ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
"Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 148).

Allah SWT berfirman:
وَابْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 77)

Allah SWT berfirman:
قٰلَ اِنْ لَّبِثْـتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا لَّوْ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"Dia (Allah) berfirman, Kamu tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui." (QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 114).

Kemudian berapa lama waktu yang kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT..??

Kita ambil contoh dalam sehari semalam kita sholat 5 waktu x 10 menit tiap-tiap sholat, maka dalam 24 jam kita hanya menggunakan waktu untuk sholat selama 50 menit.

Bila dikalikan setahun = 50 menit x 365 = 18.250 menit, bila umur kita 63 tahun maka = 18.250 x 63
= 1.149.750 menit / 60
= 19.162 jam / 24
= 798 hari / 365
= 2 tahun

Jadi dari 63 tahun hidup kita di dunia hanya 2 tahun digunakan untuk beribadah (sholat). Bila menggunakan perhitungan akhirat = 2 x 0,024 = 0,048 jam waktu akhirat atau setara dengan 2,8 menit.

Untuk mendapatkan surga yang kekal abadi di akhirat kita hanya menggunakan waktu selama 2,8 menit untuk beribadah kepada Allah SWT, pantaskah..??

Untuk itu mari kita gunakan waktu yang sangat singkat ini untuk beribadah dan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk bekal kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Semoga Allah SWT membimbing kita menuju RidhoNya, Aamiin yaa robbal aalamiin.

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ALAA AALIHII WASHOHBIHII WA UMMATIHII WASALLIM

Semoga bermanfaat